TBC Bisa Sembuh dengan Obat Herbal? Simak Penjelasannya
Ilustrasi pasien TBC menjalani pengobatan OAT, menjelaskan bahwa TBC tidak dapat sembuh hanya dengan obat herbal.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terjadi melalui percikan udara ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau meludah. Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang memiliki banyak kasus di Indonesia. Di tengah semakin tingginya minat masyarakat terhadap pengobatan alami, muncul pikiran bahwa TBC bisa sembuh hanya dengan menggunakan obat herbal tanpa harus minum obat yang diberikan oleh dokter. Informasi semacam ini sering muncul di media sosial, tetapi tidak semua informasi tersebut didukung oleh bukti ilmiah.

Lantas, benarkah TBC bisa sembuh dengan obat herbal? Ataukah herbal hanya berperan sebagai pendamping pengobatan?

👉🏻Baca Juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh? Kenali Gejala Penyakit TB Sejak Dini

Benarkah TBC Bisa Sembuh dengan Obat Herbal?

Jawabannya dalah tidak. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bawa obat herbal dapat menyembuhkan TBC tanpa pengobatan medis. TBC bisa disembuhkan dengan obat anti tuberkulosis (OAT) yang diminum secara teratur sesuai dengan resep dokter hingga pengobatan selesai.

WHO tahun 2023 menyatakan bahwa pengobatan tuberkulosis harus menggunakan jenis antibiotik yang benar selama setidaknya enam bulan. Menghentikan pengobatan atau beralih ke obat herbal bisa membuat bakteri tidak mati habis, sehingga meningkatkan kemungkinan penyakit kambuh dan munculnya bakteri yang tahan terhadap obat.

Mengapa Banyak Orang Merasa Obat Herbal Membantu?

Beberapa tanaman herbal memiliki zat antioksidan dan antiinflamasi yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Contoh seperti jahe, kunyit, temulawak, atau bawang putih yang sering dikaitkan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, sering kali tidak disadari bahwa memperkuat daya tahan tubuh tidak berarti sama dengan membunuh bakteri penyebab TBC.

Artinya, obat herbal mungkin bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat selama menjalani pengobatan, tetapi tidak bisa menggantikan obat yang digunakan untuk mengobati TBC. Sehingga TBC bisa sembuh dengan obat herbal hanya mitos.

Bahaya Jika TBC Hanya Ditangani Dengan Obat Herbal

Jika masyarakat masih percaya bahwa TBC bisa sembuh dengan obat herbal dapat menimbulkan dampak serius, antara lain:

  • Bakteri penyebab TBC akan terus berkembang sehingga kondisi penderita semakin parah
  • Gejala dapat memburuk meskipun di awal tidak terasa
  • Risiko penularan TBC pada keluarga maupun di orang sekitar menjadi lebih besar
  • Prosedur pengobatan yang tidak tepat dapat memicu TBC kebal obat dan membuatnya lebih sulit disembuhkan
  • Jika tidak ditangani oleh tenaga kesehatan, maka akan menyebabkan kmplikasi serius hingga mengancam nyawa

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2024 menekankan bahwa kepatuhan mengonsumsi OAT sesuai jadwal merupakan kunci utama keberhasilan terapi TBC.

👉🏻Baca Juga: 7 Langkah Efektif Mencegah Penularan Tuberkulosis (TBC)

Fakta yang Perlu Diketahui Tentang TBC

WHO menyatakan bahwa bakteri Mycobacterium tuberculosis bisa berada dalam kondisi laten, yaitu tinggal di dalam tubuh tetapi tidak aktif, sehingga tidak menimbulkan gejala dan tidak bisa menular kepada orang lain. TBC bisa sembuh dengan obat herbal tidak benar. TBC dapat disembuhkan apabila pengobatan dilakukan dengan benar hingga selesai. Selain itu, obat harus diminum secara teratur dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya, serta proses pengobatan perlu dipantau oleh tenaga kesehatan.

Lakukan Pemeriksaan Dini Jika Gejala TBC Muncul

Pendirian bahwa TBC bisa sembuh dengan obat herbal tidak didukung oleh bukti ilmiah yang ada saat ini. Herbal bisa menjadi tambahan dalam gaya hidup sehat, tetapi tidak bisa menggantikan obat anti tuberkulosis sebagai pengobatan utama. Semakin cepat tuberkulosis terdeteksi dan diterapi sesuai dengan standar yang berlaku, semakin besar kemungkinan untuk sembuh dan mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

Untuk menjaga kesehatan secara lengkap, lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin di Laboratorium Medis CITO. Informasi tentang layanan laboratorium, pemeriksaan kesehatan, promo terbaru, dan edukasi kesehatan bisa ditemukan di aplikasi Beranda CITO dan WhatsApp Channel CITO, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi kesehatan yang dapat dipercaya.

👉🏻Baca Juga: Pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) yang Dinilai Efektif

 

Innovation For Happiness

REFERENSI
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Treatment for Tuberculosis Disease.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Tuberkulosis (TBC). Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  • World Health Organization. (2023). Tuberculosis. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: World Health Organization.

Download Beranda CITO Sekarang Juga👇🏻