Menurut WHO pada tahun 2020, terdapat 30 negara dengan beban tuberkulosis yang tinggi menyumbang 86% dari kasus TBC baru. Delapan negara menyumbang dua pertiga dari total kasus, dengan India memimpin penghitungan, diikuti oleh China, Indonesia, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan Afrika Selatan.
Oleh sebabnya dibutuhkan pola hidup yang sehat, menjaga kebersihan kerapihan lingkungan, dan rutin untuk melakukan Medical Check-Up menjadi penting dan wajib untuk dilakukan. Seperti halnya dalam mencegah dan menghindari dari penyakit yang lainnya, pemeriksaan tuberkulosis juga harus dilakukan untuk yang bergejala.
Jika Sahabat merasakan gejala-gejala yang terkait daripada tuberkulosis, segera lakukan pemeriksaan tuberkulosis dan pengobatan yang tepat. Penyakit TBC dapat diperiksa menggunakan pemeriksaan tuberkulosis laboratorium untuk penyakit TBC pada orang dewasa hingga anak-anak. Pemeriksaan TBC yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan BTA, pemeriksaan darah lengkap, dan pemeriksaan BACTEC.
Pemeriksaan Tuberkulosis yang Efektif
Pemeriksaan Dahak Mikroskopis/BTA (Bakteri Tahan Asam)
Dalam pemeriksaan tuberkulosis, berfungsi untuk menegakkan diagnosis, menilai keberhasilan pengobatan dan menentukan potensi penularan. Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis dilakukan dengan mengumpulkan 3 spesimen dahak yang dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan sewaktu-pagi-sewaktu (SPS).
Pemeriksaan Darah Rutin (Darah Lengkap Otomatis & Laju Endap Darah)
Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukan indikator yang spesifik untuk TB pada paru-paru. Pemeriksaan tuberkulosis dengan Laju Endap Darah (LED) jam pertama dan jam kedua dibutuhkan. Data ini dapat di pakai sebagai indikator tingkat kestabilan keadaan nilai keseimbangan penderita, sehingga dapat digunakan untuk salah satu respon terhadap pengobatan penderita serta kemungkinan sebagai predeteksi tingkat penyembuhan penderita. Demikian pula kadar limfosit dapat menggambarkan daya tahan tubuh penderita. LED sering meningkat pada proses aktif, tetapi LED yang normal juga tidak menyingkirkan diagnosa TBC.
Pemeriksaan BACTEC
Dasar teknik pemeriksaan tuberkulosis biakan dengan BACTEC ini adalah metode radiometrik. Mycobacterium Tuberculosis memetabolisme asam lemak yang kemudian menghasilkan CO2 yang akan dideteksi growth indexnya oleh mesin ini. Sistem ini dapat menjadi salah satu alternatif pemeriksaan biakan secara cepat untuk membantu menegakkan diagnosis dan melakukan uji kepekaan.
Pemeriksaan Lanjut untuk TB
Selain dari pemeriksaan di atas, masih terdapat Tes IGRA yang digunakan untuk memeriksa keberadaan dari TB di organ lain seperti kelenjar limfa, tulang, hingga otak.
Selanjutnya masih ada, pemeriksaan TB MDR yang disebabkan oleh jenis TBC yang resisten terhadap obat yang paling poten/kuat yaitu INH dan rifampisin sebagai obat anti tuberculosis.
Berikut tadi adalah pengertian dari beberapa pemeriksaan tuberkulosis yang tersedia di Laboratorium Klinik CITO. Sahabat juga dapat melakukan konsultasi Dokter terlebih dahulu menggunakan Ready Dokter untuk mendapatkan penangan yang tepat untuk gejala penyakit TBC maupun penyakit yang lain.

