Tuberkulosis (TBC), Perkembangan, Pengertian, dan Ciri Gejalanya

Tuberkulosis (TBC), Perkembangan, Pengertian, Ciri Gejala

Hari Tuberkulosis Sedunia pada 24 Maret 2022 mengangkat tema ‘Invest to End TB. Save Lives.‘ Tema ini diambil untuk menyampaikan kebutuhan mendesak dalam menginvestasikan sumber daya demi meningkatkan perjuangan dan mengakhiri tuberkulosis. Hal ini sangat penting dalam konteks pandemi COVID-19 yang telah membahayakan kemajuan End TB, serta mematikan akses yang adil dalam pencegahan dan perawatan sesuai upaya WHO untuk mencapai Cakupan Kesehatan Universal.

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, ditemukan oleh dr. Robert Koch pada tahun 1882. Bakteri ini memiliki beberapa spesies Mycobacterium, di antaranya adalah: M. tuberculosis, M. africanum, M. bovis, M. leprae, dan lain sebagainya.

Diketahui data dari WHO, tuberkulosis atau TBC mendapati peringkat ke delapan pada kasus sebab kematian terbanyak di negara dengan pendapatan rendah pada tahun 2019. Sedangkan untuk data yang disebutkan Kemenkes, terdapat 824.000 estimasi kasus dengan angka kematian mencapai 13.110 di Indonesia dan 83% angka keberhasilan pengobatan TBC. Dari beberapa data ini sebenarnya dapat dikatakan bahwa tuberkulosis atau TBC masih menjadi penyakit yang harus diwaspadai sebab dan penularannya.

Ciri Gejala Penyakit Tuberkulosis

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular. Penularannya dapat melalui cairan yang keluar (droplet) pada saat batuk atau bersin. Ciri dari penyakit tuberkulosis memiliki gejala umum dan gejala khusus. Berikut ini merupakan beberapa ciri yang ditemukan pada penyakit tuberkulosis:

Gejala Sistemik/Umum

  • Batuk lebih dari 2 minggu.
  • Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.

Gejala Khusus

  • Bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara nafas melemah yang disertai sesak.
  • Jika ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.

Pemeriksaan Awal yang Dapat Dilakukan

Sebagai pemeriksaan awal tuberkulosis/TBC, Sahabat dapat lakukan pemeriksaan radiologis dengan foto thorax. Pemeriksaan radiologis untuk Tuberkulosis di Laboratorium Klinik CITO sudah menjalankan metode CR (Computed Radiography). Metode CR adalah satu sistem atau proses untuk mengubah sistem analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi, dengan menggunakan photostimulable untuk mengakuisisi data dan menampilkan parameter dari gambaran yang dapat diolah menjadi lebih jelas oleh komputer. Merupakan teknologi digital yang mendukung pengembangan komputer berbasis sistem informasi dan prosessing. Radiograf yang dihasilkan CR akan terformat dalam bentuk digital sehingga dapat dimanipulasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Jika Sahabat mendapati beberapa gejala umum maupun gejala khusus tuberkulosis, segera lakukan konsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan penanganan yang akurat. Laboratorium Klinik CITO memiliki fitur digital dalam bentuk konsultasi online, yaitu fitur Ready Dokter. Sahabat dapat lakukan konsultasi dengan teks hingga video-call interaktif.