Apakah Anda pernah merasakan telapak tangan yang selalu lembab meskipun tidak berolahraga atau berada di tempat panas? Banyak orang berpendapat bahwa keadaan itu hanya disebabkan oleh kecemasan atau perubahan cuaca. Namun, jika terjadi secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas, kondisi tersebut bisa menjadi tanda hiperhidrosis yang perlu diperhatikan. Keringat adalah cara alami tubuh untuk mempertahankan suhu yang stabil. Akan tetapi, keringat yang berlebihan bisa mengganggu rutinitas harian, merusak rasa percaya diri, dan bahkan bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan tertentu. Oleh sebab itu, mengenali gejala hiperhidrosis sejak awal adalah langkah krusial agar penyebabnya bisa terdeteksi lewat pemeriksaan medis.
Apa Itu Hiperhidrosis?
Hiperhodosis adalah saat terjadi produksi keringat berlebihan, tanpa berkaitan dengan aktivitas fisik atau suhu udara. Kelebihan produksi keringat ini bisa terjadi di area tertentu, seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta interaksi sosial. Dalam keadaan normal, tubuh memproduksi keringat sebagai cara alami untuk membantu mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil. Berdasarkan World Health Organization (WHO, 2024) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2025), proses keringat adalah elemen dari sistem pengaturan suhu tubuh (thermoregulation). Namun, jika keringat muncul secara berlebihan tanpa alasan yang jelas dan berlangsung terus menerus, kondisi ini perlu dievaluasi oleh tenaga medis untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.
👉🏻Baca Juga: Anak Sering Berkeringat? Waspada Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Penyebab Hiperhidrosis
Penyebab hyperhidrosis ada dua jenis yaitu hyperhidrosis primer dan hyperhidrosis sekunder. Hyperhidrosis primer disebabkan oleh system saraf terlalu aktif dalam memproduksi kelenjar keringat. Akibatnya, kelenjar keringat mengeluarkan keringat meski tidak dipacu oleh aktivitas fisik atau kenaikan suhu tubuh. Hiperdrosis primer umumnya terjadi di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di wajah.
Sedangkan hiperhidrosis sekunder terjadi akibat kondisi medis lain, seperti diabetes, obesitas, hipertirodisme, penyakit asam urat, menopause, dan beberapa jenis kanker. Hiperhidrosis sekunder dapat menyebabkan timbulnya keringat di hampir seluruh tubuh.
Mengapa Tubuh Menghasilkan Keringat?
Berdasarkan World Health Organization (WHO, 2024), tubuh memproduksi keringat sebagai proses alami untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama ketika cuaca panasa atau saat terjadi peningkatan suhu tubuh akibat aktivitas tertentu. Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC, 2025) menyatakan bahwa berkeringat adalah bagian dari mekanisme pendinginan alami tubuh yang memungkinkan panas dikeluarkan melalui kulit. Pada situasi normal, keringat akan diproduksi lebih banyak saat berolahraga, berada di cuaca panas, atau menghadapi tekanan emosional. Namun, jika keringat keluar secara berlebihan tanpa adanya pemicu, kondisi ini harus diwaspadai.
1. Gejala Hiperhidrosis
Tanda-tanda hiperhidrosis bisa muncul secara bertahap, sehingga sering dianggap sebagai reaksi normal tubuh terhadap panas atau tekanan. Namun, jika produksi keringat terjadi secara berlebihan tanpa alasan yang jelas dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Berbagai tanda hiperhidrosis yang sering dijumpai meliputi:
2. Telapak Tangan Selalu Basah Tanpa Sebab
Keadaan ini adalah salah satu masalah yang paling umum dialami. Telapak tangan akan tetap basah meski berada di ruangan ber-AC atau saat tubuh tidak merasa panas. Akibatnya, kegiatan mudah seperti berjabat tangan, menulis, mengetik, hingga menggunakan ponsel bisa menjadi kurang nyaman.
3. Ketiak Menghasilkan Keringat Berlebihan
Pengeluaran keringat yang berlebihan di daerah ketiak sering kali membuat pakaian cepat lembab meskipun kegiatan fisik tergolong ringan. Selain berdampak pada penampilan, kondisi ini juga dapat menyebabkan perasaan kurang percaya diri saat berinteraksi di tempat kerja maupun dalam situasi sosial.
4. Telapak Kaki Mudah Berkeringat
Keringat yang berlebihan di telapak kaki menyebabkan kaus kaki dan sepatu menjadi basah dalam waktu yang singkat. Keadaan tersebut dapat menambah ketidaknyamanan saat berjalan dalam jangka waktu lama dan menjadikan kulit kaki lebih mudah teriritasi jika kebersihannya tidak terjaga dengan baik.
5. Keringat Muncul Tanpa Dipengaruhi Cuaca atau Suhu Lingkungan
WHO menjelaskan bahwa tubuh biasanya menghasilkan keringat untuk membantu mengontrol suhu tubuh saat mengalami kenaikan panas. Akan tetapi, jika keringat terus keluar dalam jumlah besar saat suhu tubuh normal dan tidak ada penyebab yang jelas, keadaan tersebut perlu perhatian khusus dan sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.
6. Aktivitas Sehari-Hari Mulai Terganggu
Keluarnya keringat yang terus-menerus dapat mengganggu berbagai aktivitas, seperti memegang objek, bekerja dengan komputer, menyetir, atau menggunakan layar sentuh. Dalam jangka waktu yang lama, situasi ini juga dapat berdampak pada kenyamanan serta kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat
7. Keluhan Berlangsung Lama
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau agar setiap keluhan kesehatan yang menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari tidak diabaikan. Apabila produksi keringat berlebih berlangsung dalam waktu lama atau disertai gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, atau jantung berdebar, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sedini mungkin.
Cara Mengatasi Hiperhodrosis
Cara mengatasi hiperhodrosis bisa melakukan dengan cara:
- Mandi setiap hari 2 hingga 3 kali sehari, setelah itu gunakan deodorant antiperpirant
- Keringkan tubuh setelah mandi, terutama pada area ketiak dan sela-sela jari.
- Pilih pakaian yang sejuk dan nyaman di kulit untuk beraktivitas setiap hari dan gunakan baju yang mudah menyerap keringat setiap kali berolahraga.
- Kelola stress atau lakukan meditasi untuk mencegah gejala hiperhidrosis akibat psikologis
- Batasi makanan dan minuman yang memicu keringat seperti makanan pedas dan panas.
- Mengatasi kondisi medis yang menyebabkan hiperhidrosis
Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium
Kelebihan produksi keringat dapat dipengaruhi oleh berbagai keadaan kesehatan. Dengan demikian, dokter bisa menyarankan pemeriksaan laboratorium untuk menilai fungsi organ, level gula darah, serta keadaan kesehatan lainnya berdasarkan hasil pemeriksaan klinis. Pemeriksaan awal mempercepat proses diagnosis, sehingga penanganan bisa dilakukan dengan tepat jika ditemukan penyebab yang mendasari.
👉🏻Baca Juga: Tidak Perlu Keluar Rumah, CITO Mobile Service Memudahkan Pemeriksaan Laboratorium
Jangan Abaikan Tangan yang Berkeringat Berlebihan
Gejala hiperhidrosis bukan hanya sekadar masalah ketidaknyamanan. Keluarnya keringat yang terjadi secara terus-menerus dapat berdampak pada kualitas hidup dan dalam beberapa situasi memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Jika telapak tangan atau bagian tubuh lain terus menerus berkeringat secara berlebihan tanpa alasan yang jelas, pemeriksaan kesehatan adalah langkah yang bijak untuk memastikan kondisi tubuh tetap optimal.
Laboratorium Medis CITO menawarkan berbagai jenis layanan pemeriksaan laboratorium yang dapat mendukung kesehatan sesuai saran dari tenaga medis. Untuk mendapatkan informasi kesehatan yang akurat, penawaran pemeriksaan, dan layanan terbaru, gunakan aplikasi Beranda CITO dan bergabunglah dengan WhatsApp Channel CITO agar selalu mendapatkan update terkait layanan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium.
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About Heat and Your Health.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). SATUSEHAT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- World Health Organization. (2024). Climate Change: Heat and Health
