Infeksi virus papiloma manusia (HPV) sering terjadi setelah seseorang melakukan hubungan seksual pertama. Akibatnya, muncul persepsi bahwa vaksin HPV hanya berguna sebelum seseorang mulai berhubungan seks. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Banyak yang masih menganggap bahwa vaksin HPV hanya penting untuk remaja atau perempuan yang belum menikah.
Faktanya, HPV tetap bisa menginfeksi siapa saja, termasuk yang sudah menikah maupun yang aktif secara seksual. Vaksin HPV setelah aktif secara seksual masih dapat memberikan manfaat karena sebagian besar orang belum tentu pernah terpapar seluruh tipe virus HPV yang berisiko menyebabkan kanker. Bahkan, banyak orang tidak tahu kalau mereka terinfeksi karena HPV sering kali tidak menimbulkan gejala apa-apa. Lalu, apakah vaksin HPV masih bisa diberikan setelah seseorang sudah aktif secara seksual?
👉🏻Baca Juga: Kanker Serviks: Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Deteksi Dini
Mengapa HPV Masih Menjadi Ancaman?
Human Papillomavirus (HPV) adalah kelompok virus yang memiliki lebih dari 200 jenis. Sebanyak 40 jenis virus dapat menyerang area genital, dan beberapa jenis di antaranya memiliki risiko tinggi, misalnya HPV 16 dan HPV 18, yang merupakan penyebab utama kanker serviks serta terkait dengan kanker anus, penis, vagina, vulva, hingga kanker di bagian mulut dan tenggorokan. Menurut WHO Tahun 2024, hampir semua kasus kanker serviks terjadi karena infeksi virus HPV dengan risiko tinggi yang bertahan lama. Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian karena kanker yang paling banyak terjadi pada perempuan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak orang sering terlambat menyadari infeksi HPV karena infeksi ini tidak menunjukan gejala di awal dan mereka merasa Sehat, padahal virus bisa tetap ada di dalam tubuh. Jika terlambat ditangani, risikonya bisa menjadi lebih serius.
Apakah Vaksin HPV Setelah Aktif Secara Seksual Masih Efektif?
Vaksin HPV setelah aktif secara sesksual tetap tetap dianjurkan bagi kelompok usia tertentu karena tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi baru, bukan untuk mengatasi infeksi yang sudah terjadi. CDC (2024) menyatakan bahwa seseorang yang sudah aktif secara seksual mungkin belum terpapar semua jenis HPV yang ada dalam vaksin. Oleh karena itu, vaksin tetap bisa melindungi dari jenis virus yang belum pernah menyerang tubuh sebelumnya.
World Health Organization Tahun 2024 juga menyatakan bahwa manfaat dari vaksinasi tetap bisa didapatkan, bahkan jika seseorang pernah memiliki riwayat aktivitas seksual, terutama jika belum pernah menerima vaksin sebelumnya.
👉🏻Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks (HPV), Mengenai Fungsi Penting dan Efek Samping
Fakta Tentang Infeksi HPV
Virus HPV bisa dicegah sedini mungkin dengan melakukan vaksin HPV tidak mengobati infeksi yang sudah ada, tetapi tetap membantu mencegah tipe HPV lain. Manfaat vaksin tetap ada, terutama bila belum terpapar semua tipe HPV. Tetap bisa untuk dipertimbangkan meski sudah menikah atau bahkan aktif secara seksual.
Meskipun sebagian besar infeksi HPV dapat dibersihkan oleh sistem imun dalam 1–2 tahun, sebagian lainnya dapat menetap tanpa gejala selama bertahun-tahun dan berisiko menyebabkan perubahan sel. Selain itu, penggunaan kondom hanya mengurangi risiko penularan karena HPV juga dapat menyebar melalui kontak kulit di area genital yang tidak tertutup, serta seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu tipe HPV sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, vaksin HPV tetap memberikan manfaat perlindungan meskipun seseorang sudah aktif secara seksual.
Alasan Mengapa Vaksin HPV Sangat Penting
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2024 mengatakan bahwa perlindungan terhadap virus HPV bisa dilakukan dengan vaksin HPV. Berikut alasan mengapa vaksin ini penting:
- Membantu melindungi dari kanker serviks akibat HPV yang berisiko tinggi.
- Menurunkan risiko kanker vagina, vulva, anus, dan penis.
- Membantu mencegah munculnya kutil kelamin.
- Mengurangi kemungkinan penularan HPV ke pasangan.
- Memberikan perlindungan lebih dini sebelum risiko meningkat.
👉🏻Baca Juga: Pentingnya Skrining HPV DNA untuk Pencegahan Kanker Serviks
Sudah Aktif Secara Seksual? Jangan Terlambat Melindungi Diri
Aktif secara seksual tidak berarti bahwa kesempatan mendapatkan manfaat dari vaksin HPV sudah berakhir. Vaksin HPV setelah aktif secara seksual masih bisa memberikan perlindungan terhadap jenis virus yang belum pernah menyerang tubuh sebelumnya, dan merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mencegah terjadinya kanker yang disebabkan oleh HPV.
Untuk mendapatkan informasi kesehatan yang dapat dipercaya, promo pemeriksaan laboratorium, atau berbagai layanan kesehatan lainnya, Anda bisa mengunjungi Laboratorium Medis CITO. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Beranda CITO yang menawarkan berbagai layanan kesehatan secara cepat dan praktis dalam satu aplikasi. Selain itu, ikuti WhatsApp Channel CITO agar tetap terinformasi mengenai promo, edukasi kesehatan terbaru, serta berbagai layanan yang bisa membantu memperkuat kesehatan secara menyeluruh.
👉🏻Baca Juga: HPV, Dapat Dideteksi Dini Dengan Pemeriksaan Genomik
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). HPV Vaccination Recommendations.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Genital HPV Infection.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia Tahun 2023–2030. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- World Health Organization. (2024). Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer.
- World Health Organization. (2022). WHO Position Paper: Human Papillomavirus Vaccines. Weekly Epidemiological Record.
Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏼


