Pentingnya Skrining HPV DNA untuk Pencegahan Kanker Serviks - Laboratorium Medis - Klinik Utama CITO

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan tumor ganas yang tumbuh di leher rahim. Penyakit ini terjadi akibat adanya pertumbuhan sel-sel abnormal yang terus berkembang hingga tidak terkendali. Dilansir dari Kemenkes RI (2016) menyatakan bahwa kanker serviks menempati urutan kedua penyebab kematian pada wanita. Kanker serviks umumnya tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Gejala mulai muncul saat kanker memasuki stadium lanjut. Hampir semua kasus kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh infeksi Human papillomavirus (HPV) risiko tinggi.

Apa sih Virus HPV itu?

Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang umumnya menyebar melalui hubungan seksual. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, di mana beberapa jenis dapat menyebabkan kanker serviks, vulva, vagina, anus, penis, dan orofaringeal. Selain itu, beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kondiloma akuminata atau kutil kelamin. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya terdapat sekitar 570.000 kasus kanker serviks dan sekitar 311.000 kematian yang disebabkan oleh kanker serviks di seluruh dunia. Selain itu, kanker yang disebabkan oleh HPV juga dapat terjadi pada area lain pada tubuh. HPV terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu

  • High Risk-HPV (HR-HPV) merupakan kelompok HPV yang beresiko tinggi dan bersifat onkogenik serta sering dikaitkan dengan kejadian keganasan. Kelompok ini meliputi tipe 16, 18, 31, 32, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, dan 59.
  • Potential High Risk-HPV (pHR-HPV) merupakan kelompok yang berpotensial onkogenik. Kelompok ini meliputi tipe 26, 53, 66, 67, 68, 70, 73, dan 82.
  • Low Risk-HPV (LR-HPV) merupakan kelompok HPV yang beresiko rendah dan tidak bersifat onkogenik. Kelompok ini meliputi tipe 6, 11, 40, 42, 43, 44, dan 55.

Penyebab HPV

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi virus HPV adalah:

  1. Aktif secara seksual: Aktif secara seksual atau sering berganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus HPV.
  2. Memulai aktivitas seksual pada usia muda: Memulai aktivitas seksual pada usia yang lebih muda dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus HPV.
  3. Terpapar HPV sebelumnya: Seseorang yang telah terpapar virus HPV pada masa lalu, bahkan jika tidak menunjukkan gejala, dapat mengalami infeksi kembali.
  4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat meningkatkan risiko infeksi HPV dan juga risiko untuk mengalami kanker HPV yang lebih parah.
  5. Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis tertentu, seperti infeksi HIV atau merokok, dapat meningkatkan risiko terinfeksi dan terkena dampak buruk dari virus HPV.

Langkah Pencegahan

World Health Organization (WHO) merekomendasikan wanita usia subur (WUS) usia 30 – 50 thn  untuk melakukan skrining kanker serviks secara rutin setiap 5 sampai 10 tahun sekali. Salah satu skrining kanker serviks yang dapat dilakukan secara dini yaitu dengan melakukan pemeriksaan HPV DNA.

Selain menjaga keshatan, pola makan dan olahraga yang teratur, langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan virus HPV dengan melakukan Vaksinasi HPV DNA dan juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah infeksi HPV serta mencegah kanker yang disebabkan oleh HPV. Namun, vaksin HPV DNA tidak sepenuhnya efektif untuk mencegah kanker serviks. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk tetap melakukan skrining kanker serviks dengan melakukan Pap smear atau tes HPV secara berkala.

Pemeriksaan HPV DNA di CITO

Saat ini, CITO melayani pemeriksaan HPV DNA yang dapat dilakukan dengan menggunakan 2 jenis sampel:

  • Pemeriksaan HPV DNA sampel swab serviks yaitu akan diambil sampel swab serviks dalam media Liquid Base Cytology (LBC) dengan stabilitas 30 hari suhu kamar
  • Pemeriksaan HPV DNA sampel urin  yaitu pengambilan sampel urin yang dapat ditampung secara mandiri oleh pasien dengan stabilitas 24 jam suhu kamar

Hal ini bertujuan untuk mendeteksi 14 tipe HPV resiko tinggi (high risk) yang diasosiasikan dengan kanker serviks yaitu HPV tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 66, dan 68, termasuk juga genotyping HPV16, HPV18, dan HPV52. Selain pemeriksaan HPV DNA sahabat juga bisa melakukan pemeriksaan skrining kanker serviks lainnya seperti

  1. Pemeriksaan Pap Smear Konvensional
  2. Pemeriksaan Pap Smear LC – Prep
  3. Panel pemeriksaan HPV DNA & Pap Smear LC-Prep

Kesimpulan

Virus HPV dapat dicegah dengan tindakan pencegahan seperti vaksinasi HPV, Pemeriksaan PCR HPV DNA dan praktek seks yang aman. Penting untuk menjaga kesehatan seksual yang baik dan mengadopsi perilaku sehat untuk mencegah penyebaran HPV dan penyakit yang terkait dengan HPV. Dengan begitu, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang sehat dan bebas dari kanker yang disebabkan oleh HPV. Sekarang, sahabat bisa mendapatkan pemeriksaan HPV DNA di cabang CITO terdekat, yuk ke CITO sekarang juga!

 

 

 

Sumber:

  1. World Health Organization. (2021). Human papillomavirus (HPV)
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). HPV and Cancer
  3. American Cancer Society. (2021). HPV Vaccines: What You Need to Know
  4. World Health Organization. (2021). HPV vaccination
  5. Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik
  6. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini. 2016.