Waspada Demam Berdarah Terus Melonjak. Begini Cara Menanganinya

Demam berdarah masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat mempengaruhi berbagai kelompok usia. Apabila tidak diidentifikasi dan ditangani dengan benar, dengue bisa berkembang menjadi situasi serius yang berisiko mengancam jiwa. Kementerian Kesehatan RI juga menerbitkan surat edaran mengenai kewaspadaan terhadap kemungkinan kejadian luar biasa dengue pada Februari 2026. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian dengue masih menjadi fokus dalam usaha menjaga kesehatan masyarakat.

WHO mencatat per 11 Juni kasus DBD di Indonesia mencapai 42.179 kasus dengue dan 113 kematian selama tahun 2026. Meskipun angka kasus bulanan menunjukkan penurunan sejak Januari, kewaspadaan tetap perlu dijaga karena pola dengue bisa bervariasi di berbagai daerah dan kasus dapat meningkat lagi pada periode tertentu.

Kenali Gejala Demam Berdarah

Demam Berdarah bisa menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit demam lainnya. Oleh karena itu, seseorang sebaiknya tidak hanya bergantung pada gejala untuk menentukan apakah dirinya menderita DBD. Ciri-ciri dengue biasanya muncul dalam waktu 4–10 hari setelah penderita terjangkit. Keluhan dapat terjadi antara 2–7 hari dan mencakup:

  • Demam tinggi yang muncul secara mendadak.
  • Nyeri kepala.
  • Rasa sakit di belakang mata.
  • Kelelahan otot dan persendian.
  • Mual atau memuntahkan.
  • Kemunculan bercak pada kulit.
  • Tubuh merasa lemah.

WHO menyatakan bahwa mayoritas pasien dengue menunjukkan gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala dan dapat pulih dalam waktu satu sampai dua minggu. Namun, beberapa pasien bisa mengalami perkembangan menjadi dengue berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Waspada Saat Demam Mulai Turun

Salah satu aspek penting yang sering diabaikan adalah fase setelah suhu tubuh kembali normal. Penurunan suhu tubuh tidak selalu menunjukkan bahwa keadaan pasien telah sepenuhnya pulih. Pada dengue, gejala bahaya sebenarnya bisa muncul sekitar 24–48 jam setelah demam reda. Tahap ini harus diwaspadai karena keadaan pasien bisa memburuk dalam waktu yang singkat.

Berbagai tanda peringatan yang perlu diingat antara lain:

  • Ketidaknyamanan atau rasa nyeri di daerah perut.
  • Muntah yang berulang.
  • Pengeluaran darah dari hidung atau gusi.
  • Mengeluarkan darah dari mulut atau tinja berdarah.
  • Badan sangat lelah.
  • Kekhawatiran atau perubahan dalam kesadaran.
  • Pernapasan cepat atau merasa tertekan.
  • Kulit tampak lesu dan terasa sejuk.

Segera mendapatkan bantuan medis adalah langkah yang perlu diambil saat tanda itu muncul. Dengue berat adalah situasi darurat medis yang dapat berkembang dengan cepat.

Bagaimana Cara Mengtasi Demam Berdarah?

Hingga kini, belum ada obat antivirus spesifik yang mampu secara langsung menyembuhkan infeksi dengue. Penanganan lebih terarah pada mempertahankan kesehatan tubuh, memenuhi kebutuhan hidrasi, mengatur suhu tubuh, serta mengawasi kemungkinan timbulnya tanda-tanda bahaya. Apabila mengalami demam dan dicurigai terjangkit dengue, beberapa langkah berikut bisa diambil:

1. Segera Periksakan Ke Dokter

Demam yang disertai dengan nyeri pada tubuh, mual, muntah, ruam, atau keluhan lain yang mengindikasikan dengue sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis. Pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi diagnosis serta kebutuhan untuk pemantauan yang lebih lanjut.

2. Pastikan Kebutuhan cairan Terpenuhi

Pasien harus memperoleh asupan cairan yang memadai untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Air putih atau minuman yang kaya elektrolit bisa dipakai sesuai dengan keadaan pasien.

3. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri selama menghadapi infeksi. Kurangi aktivitas berat dan berikan waktu istirahat yang cukup.

4. Mengonsumsi Obat Penurun Demam

Paracetamol dapat dipakai untuk menurunkan suhu tubuh dan mengurangi rasa sakit. Penggunaan aspirin atau ibuprofen seharusnya dihindari pada pasien yang diduga menderita dengue karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan.

5. Pantau Kondisi Setelah Demam Turun

Pemantauan tidak boleh berhenti hanya karena suhu tubuh telah kembali ke tingkat normal. Pada periode tersebut, keluarga harus waspada terhadap kemungkinan munculnya gejala bahaya dengue.

Waspada Demam Berdarah, Jangan Tunggu Kondisi Memburuk

Dengue tidak selalu menunjukkan gejala parah sejak awal. Gejala dapat muncul seperti demam biasa, lalu berkembang menjadi keadaan yang lebih serius terutama saat memasuki fase kritis. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap Demam Berdarah harus diterapkan dengan mengenali gejala, memantau kondisi setelah demam reda, memenuhi kebutuhan cairan, serta segera mencari bantuan jika muncul tanda-tanda berbahaya. Pemeriksaan dan penanganan awal dapat membantu tenaga medis menentukan tindakan yang tepat. Jangan tunggu sampai keadaan semakin parah untuk mencari bantuan medis, terutama jika demam disertai gejala yang menunjukkan kemungkinan dengue. Akhirnya, pencegahan tidak hanya merupakan tanggung jawab perorangan. Memelihara kebersihan lingkungan, mengontrol jumlah nyamuk, dan meningkatkan pemahaman masyarakat adalah komponen vital dalam usaha bersama untuk mengurangi ancaman demam berdarah.

 

 

Innovation for Happiness

 

REFERENSI
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2026. Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor HK.02.02/C/861/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Potensi Kejadian Luar Biasa Dengue. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  • World Health Organization. 2025. Dengue and Severe Dengue. Geneva: WHO.
  • World Health Organization. 2025. WHO Guidelines for Clinical Management of Arboviral Diseases: Dengue, Chikungunya, Zika and Yellow Fever. Geneva: WHO.
  • Centers for Disease Control and Prevention. 2026. Clinical Care of Dengue. Atlanta: CDC.
  • Centers for Disease Control and Prevention. 2025. Symptoms of Dengue and Testing. Atlanta: CDC.