Kanker Tulang: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
WA 0813-2507-9997 (Chat Only) support@labcito.co.id

 

kanker tulang

Kanker tulang adalah kondisi ketika sel-sel abnormal dan tidak terkendali tumbuh di dalam tulang. Kondisi ini dapat menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, tetapi umumnya muncul di tulang panggul, tungkai, dan lengan. Kanker tulang tergolong kondisi yang jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 1% dari seluruh penderita kanker. Kondisi ini dapat dialami oleh seluruh kelompok usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda.

Jenis Kanker Tulang

Kanker tulang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:

  • Osteosarcoma. Jenis kanker tulang ini berkembang di sel tulang lengan, tungkai, dan panggul. Osteosarcoma lebih sering terjadi pada usia 10–30 tahun dan lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.
  • Chondrosarcoma. Jenis kanker tulang ini berkembang di sel tulang rawan pada area lengan atas, bahu, rusuk, panggul, dan paha. Chondrosarcoma lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun.
  • Sarkoma Ewing. Jenis kanker tulang ini umumnya berkembang di tulang panggul, tulang paha, dan tulang kering. Sarkoma Ewing lebih sering terjadi pada usia 10–20 tahun. Hanya 10% dari kasus sarkoma Ewing yang dialami oleh orang dewasa berusia 20 tahun ke atas.
  • Chordoma. Jenis kanker tulang langka ini umumnya muncul di dasar tulang tengkorak atau di dasar tulang belakang, serta cenderung tumbuh perlahan. Chordoma paling sering menyerang pria berusia 30 tahun ke atas.
  • Fibrosarcoma. Jenis kanker tulang ini lebih sering berkembang di jaringan lunak daripada di tulang. Namun, terkadang jenis kanker ini dapat terjadi di tulang lengan, kaki, atau rahang. Fibrosarcoma umumnya ditemukan pada orang dewasa berusia 40 tahun ke atas.
  • Giant cell tumor. Sebagian besar giant cell tumor bersifat jinak, tetapi agresif. Jenis kanker tulang ini umumnya menyerang tulang lengan dan tulang tungkai dekat lutut. Tumor ini jarang menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh, tetapi sering muncul kembali meski telah diangkat.

Baca juga: Infeksi Mycoplasma Pneumoniae (Gejala, Penyebab, Cara Pencegahan)

Penyebab Kanker Tulang

Penyebab pasti belum diketahui. Adanya kondisi ini diduga karena adanya perubahan atau mutasi gen pengendali pertumbuhan sel. Mutasi tersebut menjadikan sel tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor di tulang. Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker tulang adalah:

  • Menderita kelainan genetik yang disebut sindrom Li-Fraumeni
  • Menderita kelainan genetik, seperti sindrom Rothmund-Thomson, sindrom Werner, sindrom Bloom, atau anemia Diamond–Blackfan
  • Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi ketika tulang menjadi lemah
  • Memiliki riwayat kanker mata (retinoblastoma)
  • Pernah menjalani transplantasi sumsum tulang atau radioterapi
  • Terpapar bahan radioaktif, seperti radium dan strontium

Gejala Kanker Tulang

Gejala dapat bervariasi tergantung pada jenis, lokasi, dan ukuran tumor. Berikut adalah beberapa gejala umum yang muncul adalah:

  • Nyeri pada tulang yang terus menerus atau bertambah parah, terutama saat beraktivitas atau malam hari
  • Bengkak atau benjolan pada area tulang yang terkena
  • Tulang menjadi rapuh dan mudah patah
  • Kesulitan bergerak atau kekakuan pada sendi
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Demam, menggigil, atau berkeringat di malam hari
  • Kelelahan atau lemas

Cara Mengobati

Pengobatan kanker tulang, tergantung pada jenis, stadium, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Operasi. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat tumor dan jaringan sehat di sekitarnya. Jika tumor sudah merusak tulang, dokter mungkin perlu mengganti tulang yang terkena dengan tulang buatan (prostesis) atau tulang dari bagian tubuh lain (transplantasi tulang).
  • Kemoterapi. Prosedur ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan sebelum atau sesudah operasi, atau sebagai pengobatan utama jika operasi tidak memungkinkan.
  • Radioterapi. Prosedur ini menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker. Radioterapi dapat diberikan sebelum atau sesudah operasi, atau sebagai pengobatan utama jika operasi tidak memungkinkan.
  • Terapi biologis. Prosedur ini menggunakan obat-obatan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Terapi biologis dapat digunakan bersamaan dengan kemoterapi atau radioterapi.
  • Terapi target. Prosedur ini menggunakan obat-obatan yang dapat menyerang gen, protein, atau molekul tertentu yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker. Terapi target dapat digunakan bersamaan dengan kemoterapi atau radioterapi.

Baca juga: Kenali Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Langkah Pencegahan

Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker tulang, yaitu:

  • Hindari paparan bahan radioaktif, seperti radium dan strontium
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki riwayat kelainan genetik atau kanker lain
  • Konsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang
  • Olahraga secara teratur untuk menguatkan otot dan tulang
  • Hindari merokok dan minum alkohol yang dapat merusak tulang

Perlu diketahui hal-hal diatas bersifat sangat umum. Jika anda mencurigai adanya kanker tulang, sebaiknya segera konsultasikan kesehatan anda bersama dokter dan tenaga medis yang proefsional.

Saat ini CITO telah menyediakan layanan Ready Dokter, dimana Dokter di CITO akan siap melayani Anda kapanpun dan dimanapun Anda berada, serta memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan kesehatan yang dialami saat ini. Anda dapat melakukan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan secara online melalui aplikasi Beranda CITO. Yuk lakukan pemeriksaan di CITO sekarang!

#InnovationForHappiness

Sumber

Bone Cancer. (2023). Mayo Clinic. Diakses pada 5 Desember 2023

Bone Cancer. (2021). NHS. Diakses pada 5 Desember 2023

Types of bone cancer. (2023). Cancer Research UK. Diakses pada 5 Desember 2023