Pencegahan Tuberkulosis, Bagaimana Prakteknya

Pencegahan TB

Kasus tuberkulosis yang berada di Indonesia sendiri juga cukup banyak. Dicatat oleh Kemenkes, Terdapat 393.323 yang ternotifikasi kasus TB, sebanyak 33.366 kasus yang terkonfirmasi pada bayi, dan 8.003 kasus tuberculosis HIV. Didapati dari berbagai fakta yang ada, penyakit tuberkulosis termasuk penyakit yang masih menjadi masalah negara.

Pemerintah memiliki program pencegahan tuberkulosis melalui TOSS TBC yang sudah berjalan sejak 2019. Oleh karenanya, sudah harus menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk ikut aktif dalam pencegahan tuberkulosis ini.

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular. Penularannya dapat melalui cairan yang keluar pada saat batuk atau bersin. Secara penularan dapat diartikan jika media penularannya cukup mudah sehingga bukan tidak mungkin orang di sekitar Sahabat mendapati tuberkulosis oleh sebab itu, pencegahan tuberkulosis harus dijalankan.

Gejala yang dimunculkan dari penyakit TBC paru yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebi. Batuk dapat disertai dengan ciri gejala yang lebih spesifik. Seperti dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan yang cenderung menurun, malaise, berkeringat pada malam hari tanpa berkegiatan fisik, demam meriang yang berjalan lebih dari satu bulan. Sedangkan pada pasien HIV positif, batuk sering kali bukan merupakan gejala TBC yang khas, sehingga gejala batuk tidak harus selalu selama 2 minggu atau lebih.

Program Pemerintah untuk pencegahan tuberkulosis bernama TOSS TBC, berasal dari singkatan Temukan, Obati, Sampai Sembuh TBC. Program ini merupakan salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan serta menghentikan penularan pasien TBC di masyarakat.

Pengendalian dan Pencegahan Tuberkulosis

Untuk upaya mendukung program Pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian faktor risiko dapat dilakukan pula dengan beberapa cara ini:

  • Membudayakan hidup bersih dan sehat;
  • Membudayakan etika batuk yang sopan;
  • Melakukan perbaikan kualitas rumah dan lingkungan sesuai dengan standar rumah sehat;
  • Peningkatan daya tahan tubuh;
  • Penanganan penyakit penyerta TBC;
  • Penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di luar fasilitas pelayanan kesehatan.

Sahabat dapat melakukan konsultasi Dokter menggunakan fitur Ready Dokter dari Laboratorium Klinik CITO untuk mendapatkan advice dan treatment yang tepat. Selain itu, berbagai pemeriksaan laboratorium maupun radiologis sebagai langkah pencegahan tuberkulosis awal, mengonfirmasi, dan menangani penyakit TBC pada paru-paru maupun organ lainnya juga tersedia. Sahabat dapat lihat pada artikel mengenai ‘Pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) yang Dinilai Efektif‘, untuk informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan TB yang tersedia di Laboratorium Klinik CITO.