Sahabat, pada saat menonton pertandingan sepak bola, pernah memerhatikan postur leher pemain sepak bola maju ke depan, baik saat berlari, menggiring bola, maupun ketika berdiri setelah pertandingan? Sekilas, kebiasaan postur ini tampak seperti postur tubuh yang tidak ideal. Bagi beberapa atlet, posisi tersebut merupakan akibat dari adaptasi biomekanik yang terjadi karena tuntutan olahraga, sedangkan dalam situasi tertentu juga dapat menunjukkan adanya ketidakseimbangan otot atau postur yang harus diperhatikan. Fenomena ini menarik karena sering disalahartikan sebagai anomali bentuk tubuh, padahal ada banyak faktor ilmiah yang mempengaruhi perubahan posisi kepala dan leher pada pemain sepak bola. Berikut adalah penjelasan secara rinci.
👉🏻Baca Juga: Leher Kaku dan Kepala Pusing, Gejala Penyakit Apa?
Apa yang Dimaksud Leher Maju Ke Depan?
Dalam bidang kesehatan, posisi leher yang terlihat lebih maju disebut sebagai forward head posture (FHP). Kondisi ini terjadi saat kepala terletak lebih maju daripada garis lurus bahu, sehingga otot leher harus berfungsi lebih intensif untuk mendukung berat kepala. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), postur tubuh yang buruk secara berkepanjangan dapat meningkatkan tekanan pada otot, sendi, dan jaringan pendukung tulang belakang, sehingga bisa menyebabkan nyeri muskuloskeletal jika tidak diimbangi dengan latihan yang sesuai.
Mengapa Leher Pemain Sepak Bola Maju ke Depan?
Hal ini terjadi karena mereka mendapatkan posisi dimana bisa berlalri lebih kencang. Sehingga, mereka mengambil posisi seperti itu karena mengikuti bola yang menjadi larinya lebih kencang dan lebih kuta. Selain itu ada beberapa penyebab lagi, di antaranya:
1. Adaptasi Saat Mengontrol Bola
Salah satu alasan yang kurang dikenal adalah kebiasaan pemain untuk tetap fokus pada bola sambil selalu mengawasi posisi lawan. Keadaan ini menyebabkan kepala agak miring ke depan hampir selama pertandingan. Pengulangan gerakan tersebut dilakukan ribuan kali selama latihan dan pertandingan, sehingga tubuh mengembangkan pola gerakan yang lebih efisien sesuai dengan tuntutan olahraga.
Adaptasi ini dikenal sebagai adaptasi spesifik olahraga, yaitu perubahan posisi yang terjadi akibat latihan yang dilakukan secara berulang dalam suatu cabang olahraga tertentu.
👉🏻Baca Juga: Tengkuk Nyeri Tanda Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Medisnya
2. Otot Leher dan Bahu Menjadi Lebih Dominan
Sepak bola tidak hanya melatih daya tahan kaki. Otot di leher, bahu, punggung atas, serta otot inti terus berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh saat berlari dengan kecepatan cepat, melaksanakan pertarungan di udara, mengetuk bola, mempertahankan keseimbangan saat bertabrakan dengan pemain lain. Apabila kelompok otot tertentu tumbuh lebih dominan dibandingkan otot penstabil lainnya, posisi kepala bisa terlihat sedikit lebih maju. WHO Tahun 2022 menjelaskan bahwa melakukan latihan fisik secara teratur akan mengakibatkan adaptasi pada sistem muskuloskeletal, termasuk perubahan dalam kekuatan otot, koordinasi, serta efisiensi gerakan sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.
3. Kebiasaan Berlalri dengan Tubuh Condong
Saat berlari, hampir semua atlet secara alami membungkukan tubuhnya 10 hingga 20 derajat ke depan. Posisi ini mebantu menciptakan impuls yang lebih kuat sehingga kecepatan berlari meningkat. Agar keseimbangan terjaga, kepala maju ke depan mengikuti tubuh. Jika dilihat dari posisi pertandingan, posisi itu kerap tampak lebih ekstream dibandingankan keadaan sebenarnya.
4. Membuat Otot Leher Bergerak Aktif
Gerakan menanduk bola memerlukan kontraksi yang kuat pada otot leher bagian depan dan belakang.
Studi biomekanik mengungkapkan bahwa otot leher berperan dalam menstabilkan kepala untuk mengontrol benturan saat menyundul dengan lebih efektif. Atlet yang secara teratur berlatih heading umumnya memiliki otot leher yang lebih kuat dibandingkan dengan populasi biasanya. Meskipun begitu, WHO terus menekankan perlunya latihan yang aman, pengawasan pelatih, serta upaya pencegahan cedera kepala dalam olahraga kontak.
5. Gangguan pada Postur Tubuh
Tidak semua leher pemain sepak bola maju ke depan merupakan adaptasi normal. Jika kepala terus menerus maju meskipun tubuh berada dalam keadaan santai dan disertai dengan gejala seperti: nyeri leher, tekanan di bahu, nyeri kepala, kesemutan di lengan, pengurangan elastisitas, sehingga keadaan ini dapat menyebabkan masalah postur yang memerlukan penilaian dari profesional kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa postur tubuh yang benar memiliki peranan vital dalam menjaga kinerja otot, tulang, serta menurunkan kemungkinan terjadinya masalah muskuloskeletal akibat aktivitas sehari-hari atau olahraga.
Cara Menjaga Postur Leher
Baik para atlet maupun masyarakat luas dapat merawat kesehatan leher dengan beberapa cara mudah, yaitu:
- Melaksanakan latihan untuk memperkuat otot leher dan punggung bagian atas.
- Meningkatkan kelenturan bahu dan dada.
- Mempertahankan posisi duduk dan beroperasi dengan postur yang ergonomis.
- Mengurangi pemakaian perangkat dalam posisi membungkuk terlalu lama.
- Melakukan pengecekan jika rasa sakit di leher bertahan lebih dari beberapa minggu.
WHO juga menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin selama minimal 150–300 menit setiap minggu agar dapat menjaga kesehatan sistem otot dan tulang.
👉🏻Baca Juga: Tips Sehat Setelah Sering Begadang Nonton Piala Dunia, Kembalikan Stamina dan Pola Tidur
Posisi Leher Atlet Bisa Berubah
Posisi leher pemain sepak bola maju ke depan tidak selalu menandakan kelainan postur. Pada banyak atlet, kondisi tersebut merupakan adaptasi biomekanik akibat latihan intensif, teknik bermain, kekuatan otot leher, hingga pola gerakan yang dilakukan berulang selama bertahun-tahun. Namun, apabila disertai keluhan nyeri, kesemutan, atau keterbatasan gerak, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan agar gangguan muskuloskeletal dapat dideteksi sejak dini.
Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat muncul keluhan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu memantau kondisi otot, tulang, maupun kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berbagai layanan pemeriksaan laboratorium tersedia di Laboratorium Medis CITO untuk mendukung deteksi dini berbagai kondisi kesehatan. Akses layanan juga semakin praktis melalui aplikasi Beranda CITO untuk pemesanan pemeriksaan, layanan home service, serta melihat hasil pemeriksaan. Jangan lupa mengikuti WhatsApp Channel CITO agar selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai promo, layanan kesehatan, dan edukasi kesehatan yang terpercaya.
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Healthy Body Mechanics and Musculoskeletal Health.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Aktivitas Fisik dan Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal.
- World Health Organization. (2022). Physical Activity. Geneva: World Health Organization.
