Kusta: Kenali Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
kusta

Kusta, atau lepra, seringkali dianggap penyakit menakutkan karena stigma yang sudah melekat sejak lama. Banyak orang masih percaya bahwa penyakit ini adalah kutukan atau penyakit turunan yang tidak bisa disembuhkan. Padahal, kenyataannya berbeda jauh. Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, bahkan tersedia gratis di layanan kesehatan pemerintah.

Yuk, kita bahas lebih dalam tentang penyakit ini supaya tidak ada lagi salah paham.

Apa Itu Kusta?

Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini menyerang kulit, saraf tepi, saluran pernapasan bagian atas, hingga mata.

Uniknya, kondisi ini berkembang sangat lambat. Gejala bisa baru muncul setelah 1–20 tahun sejak pertama kali terinfeksi. Inilah yang membuat deteksi dini sering kali sulit dilakukan.

Gejala Kusta

Tanda-tanda yang muncul umumnya bisa dilihat dari kulit dan saraf. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Bercak kulit yang lebih terang atau kemerahan, terasa mati rasa, dan tidak berkeringat.
  • Mati rasa atau kebas di tangan, kaki, atau wajah akibat kerusakan saraf.
  • Otot melemah sehingga jari-jari sulit digerakkan.
  • Luka yang tidak terasa sakit, karena bagian tubuh kehilangan sensasi.
  • Masalah mata seperti mata kering, berkurangnya refleks berkedip, hingga risiko kebutaan.

Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kelumpuhan, kecacatan, bahkan deformitas pada jari tangan dan kaki.

Cara Penularan

Banyak yang salah kaprah dan mengira bahwa penyakit ini sangat mudah menular. Faktanya, penularannya tidak semudah itu. Penularan terjadi melalui percikan droplet (batuk atau bersin) dari penderita yang belum diobati, dan biasanya memerlukan kontak erat serta intens dalam jangka waktu lama.

Artinya, tidak menular hanya dengan:

  • Berjabat tangan
  • Duduk bersebelahan
  • Berbagi makanan atau minuman

Jenis Kusta

Secara klinis, penyakit ini terbagi menjadi dua tipe utama:

  1. Kusta Paucibacillary (PB):
    • Jumlah bercak kulit sedikit
    • Bakteri dalam tubuh rendah
    • Lama pengobatan lebih singkat (±6 bulan)
  2. Kusta Multibacillary (MB):
    • Bercak kulit lebih banyak dan luas
    • Bakteri lebih banyak
    • Pengobatan lebih lama (±12 bulan)

Cara Pengobatan

Penyakit ini bisa sembuh total dengan pengobatan yang disebut Multi Drug Therapy (MDT), yaitu kombinasi beberapa antibiotik yang harus diminum rutin sesuai jadwal.

MDT diberikan gratis di puskesmas dan rumah sakit rujukan, berkat program global WHO yang juga didukung pemerintah Indonesia. Penting untuk menyelesaikan pengobatan hingga tuntas agar bakteri benar-benar hilang dan mencegah resistensi obat.

Selain obat, penderitanya mungkin juga membutuhkan fisioterapi untuk mencegah kecacatan akibat kerusakan saraf.

Langkah Pencegahan

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Deteksi dini: segera periksa jika menemukan bercak kulit mati rasa.
  • Perkuat imunitas tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Edukasi masyarakat untuk menghapus stigma.
  • Dukungan keluarga agar pasien konsisten menjalani pengobatan.

Kusta adalah penyakit menular kronis yang sering disalahpahami. Meski dapat menyebabkan kecacatan bila tidak diobati, kondisi ini bisa disembuhkan dengan terapi MDT yang tersedia gratis. Saat ini Anda dapat melakukan pemeriksaan tanpa harus pergi ke dokter dengan menggunakan layanan CITO Homeservice, dapatkan pemeriksaan dengan mudah langsung dari rumah tanpa antri.

Yang paling penting adalah kita semua ikut berperan menghapus stigma. Jangan menjauhi penderita kusta, justru kita perlu mendukung mereka agar berani berobat hingga sembuh dan bisa kembali hidup sehat seperti sedia kala.