Kenapa Aku Kedinginan Tapi Orang Lain Tidak? Ini Penjelasan Medisnya
badan-sering-kedinginan-penyebab-medis

Kenapa Aku Kedinginan Tapi Orang Lain Nggak?

Pernah bilang di dalam hati kalo aku kedinginan tapi orang lain nggak, padahal berada di ruangan, suhu, dan kondisi yang sama? Tubuh menggigil sementara orang lain terlihat santai ternyata cukup sering terjadi. Kondisi seperti ini ternyata cukup sering terjadi.

Secara medis, hal ini bisa berkaitan dengan metabolisme tubuh, sirkulasi darah, kadar hemoglobin, hingga kondisi hormonal tertentu. Tubuh sebenarnya sedang mengirim sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Kadang hanya faktor ringan, tapi dalam beberapa kondisi, rasa dingin berlebihan juga bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan.

Aku Kedinginan Tapi Orang Lain Nggak, Apa Penyebabnya?

1. Metabolisme Tubuh Lebih Lambat

Metabolisme membantu tubuh menghasilkan energi dan panas. Jika metabolisme melambat, produksi panas tubuh ikut menurun sehingga seseorang lebih mudah merasa dingin.

Kondisi ini sering terjadi pada orang yang kurang makan, kurang tidur, terlalu lelah, atau memiliki gangguan hormonal tertentu.

2. Kadar Hemoglobin Rendah (Anemia)

Anemia membuat distribusi oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal. Akibatnya, tangan, kaki, dan tubuh terasa dingin meski lingkungan sekitar tidak terlalu dingin.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut anemia sebagai salah satu kondisi yang sering menyebabkan tubuh mudah lelah dan sensitif terhadap suhu dingin (Kemenkes RI, 2023).

3. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid membantu mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon tiroid terlalu rendah (hipotiroid), tubuh akan lebih mudah merasa dingin, lemas, dan berat badan cenderung naik.

4. Kurang Massa Otot dan Lemak Tubuh

Tubuh membutuhkan lapisan lemak dan massa otot untuk menjaga suhu tetap stabil. Pada orang dengan berat badan terlalu rendah, tubuh lebih sulit mempertahankan panas.

5. Kurang Istirahat dan Stres Berkepanjangan

Kurang tidur dan stres kronis dapat memengaruhi sistem saraf serta sirkulasi darah. Efeknya, tubuh terasa cepat dingin dan tidak nyaman.

Baca Juga: Pergantian Musim Menyebabkan Sakit? Begini Cara Mencegahnya

Aku Kedinginan Tapi Orang Lain Nggak, Kapan Harus Waspada?

Segera perhatikan kondisi tubuh jika rasa dingin disertai:

  • Mudah lelah
  • Wajah pucat
  • Jantung berdebar
  • Rambut rontok berlebihan
  • Berat badan berubah drastis
  • Sering pusing
  • Tangan dan kaki sangat dingin

Jika gejala muncul terus-menerus, pemeriksaan kesehatan sangat dianjurkan.

Kapan Harus Cek ke Laboratorium?

Pemeriksaan laboratorium penting dilakukan bila:

  • Tubuh sering kedinginan tanpa sebab jelas
  • Keluhan berlangsung lebih dari beberapa minggu
  • Ada riwayat anemia atau gangguan tiroid dalam keluarga
  • Tubuh terasa lemah meski sudah cukup makan dan istirahat

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat.

Baca Juga: Capek Bukan Sekedar Lelah, Mungkin Mentalmu Butuh Istirahat

Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang sering dianjurkan meliputi:

  • Darah rutin (hemoglobin)
  • Fungsi tiroid
  • Gula darah
  • Profil metabolik
  • Pemeriksaan zat besi

WHO menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gangguan metabolik dan anemia agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat (WHO, 2022).

Aku Kedinginan Tapi Orang Lain Nggak

Aku kedinginan tapi orang lain nggak? Kadang tubuh berbicara lewat hal-hal sederhana. Rasa dingin berlebihan bisa saja hanya karena kelelahan, tapi bisa juga menjadi tanda tubuh membutuhkan perhatian lebih.

🔬 Lab Medis CITO menyediakan berbagai pemeriksaan kesehatan untuk membantu mengetahui penyebab tubuh sering kedinginan secara lebih akurat.

👉 Periksa kesehatanmu di Lab Medis CITO, karena memahami tubuh lebih awal bisa membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih besar.

Innovation For Happiness

Referensi

World Health Organization. (2022). Anaemia. Geneva: World Health Organization. Diakses dari https://www.who.int
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Anemia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses dari https://www.kemkes.go.id
World Health Organization. (2024). Metabolic Health and Nutrition. Geneva: World Health Organization. Diakses dari https://www.who.int