ilustrasi Kenali Risiko Infeksi Virus Zika melalui Pemeriksaan PCR Zika Virus

Demam, ruam merah, nyeri pada sendi, dan mata merah bisa menjadi indikasi infeksi virus yang harus diwaspadai. Salah satu faktornya adalah virus Zika, yaitu virus yang terutama disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terjangkit. Gejalanya sering kali mirip dengan demam berdarah atau infeksi virus lain, sehingga penentuan diagnosis tidak bisa hanya bergantung pada keluhan fisik.

Pemeriksaan CitoGen PCR Virus Zika merupakan salah satu metode molekuler yang dapat membantu dalam mendeteksi infeksi Zika. Dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), materi genetik virus dapat dikenali dalam spesimen yang relevan. Pemeriksaan ini mendukung tenaga medis dalam mendapatkan informasi laboratorium sebagai bagian dari proses penentuan diagnosis.

πŸ‘‰πŸ»Baca Juga: Hewan di Sekitar Rumah Bisa Menjadi Sumber Penyakit? Kenali Faktanya

Virus Zika dan Penularannya Melalui Nyamuk Aedes

Virus zika adalah suatu penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Infeksi tersebut sering menunjukan gejala yang ringan, bahkan terkadang tanpa gejala. Shingga, seseorang yang terinfeksi merasa bahwa tubuhnya sehat dan tidak menyadarinya.

Gejala infeksi Virus Zika dapat berupa:

  • Demam ringan
  • Mulai muncul bintik merah pada lengan atau bahkan sekujur tubuh
  • Warna mata mulai berubah menjadi merah
  • Nyeri pada sendi dan otot
  • Sakit kepala atau pusing

Perlu diketahui, bahwa virus zika perlu diwaspadai, terutama pada ibu hamil karena infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan kehamilan dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin.

πŸ‘‰πŸ»Baca Juga: Waspada Demam Berdarah Terus Melonjak. Begini Cara Menanganinya

Pemeriksaan PCR Zika Virus

PCR Zika Virus merupakan pemeriksaan atau tes laboratorium dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi materi genetik (RNA) virus Zika pada darah pasien. Metode ini bekerja dengan memperbanyak bagian materi genetik target. Sehingga, keberadaan virus dapat diidentifikasi melalui proses analasis laboratorium.

World Health Organization tahun 2022 menyebutkan bahwa kedua infeksi itu harus dibedakan melalui tes laboratorium karena menunjukkan gejala klinis yang mirip. Pemilihan teknik pemeriksaan harus memperhitungkan gejala, riwayat paparan, waktu pengambilan sampel, dan batasan dari setiap metode. Tidak seperti pemeriksaan antibodi yang mengidentifikasi reaksi sistem kekebalan terhadap infeksi, PCR mengidentifikasi materi genetik dari virus. Karena itu, PCR virus Zika dapat memberikan bukti molekuler mengenai keberadaan materi genetik virus saat masih terdeteksi dalam spesimen yang diuji.

Melalui pemeriksaan PCR Zika Virus dapat memberikan bukti molekuler bahwa terdapat materi genetik virus ketika masih dapat dideteksi dalam sepsimen yang diperiksa.

πŸ‘‰πŸ»Baca Juga: CitoGen PCR Zika Virus

Pentingnya Tes PCR Zika Virus

Virus Zika bisa menyebabkan gejala yang ringan, bahkan tidak menunjukkan gejala pada banyak orang yang terinfeksi. WHO dalam lembar fakta virus Zika menyatakan bahwa gejala yang muncul dapat meliputi ruam, demam, konjungtivitis atau mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, sakit kepala, dan rasa tidak enak badan.

Berikut beberapa manfaat tes PCR Zika virus:

  • Untuk mengidentifikasi materi genetik RNA virus Zika yang ada di dalam sampel yang diperiksa.
  • Membantu dokter mengonfirmasi dugaan infeksi berdasarkan hasil pemeriksaan dan gejala.
  • Mendeteksi virus pada minggu pertama sejak gejala awal muncul atau setelah terkena gigitan nyamuk Aedes.
  • Mengonfirmasi infeksi pada ibu hamil (bumil) untuk mengurangi adanya risiko cacat lahir serius seperti mikrosefali pada bayi.
  • Menjadi dasar pertimbangan dokter untuk menentukan pemeriksaan lanjutan dan pemantauan sesuai kondisi pasien.

Hasil pemeriksaan tetap harus memerlukan interpretasi gejala, waktu timbulnya, riwayat perjalanan, serta pertimbangan tenaga medis atau dokter.

Seseorang yang Perlu Melakukan Pemeriksaan PCR Zika Virus

Tidak semua orang yang mengalami demam atau ruam perlu menjalani pemeriksaan Zika. Penilaian kebutuhan pemeriksaan sebaiknya mempertimbangkan gejala, riwayat perjalanan, kemungkinan kontak, serta kondisi kesehatan.

Berbagai kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk evaluasi medis mencakup:

  • Mengalami demam yang disertai ruam, nyeri pada sendi, atau mata merahi setelah berada di area dengan penyebaran Zika.
  • Mempunyai latar belakang perjalanan ke area yang diketahui memiliki penularan virus Zika dan mengalami gejala yang relevan.
  • Sedang berbadan dua atau merencanakan untuk hamil dengan latar belakang paparan yang harus dinilai secara medis.
  • Menderita kondisi medis tertentu yang membuat tim medis mempertimbangkan potensi infeksi Zika.

Cara Mencegah Penularan Virus Zika

Selain memahami tes PCR untuk virus Zika, upaya pencegahan penularan tetap menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan. WHO menyatakan bahwa vaksin untuk mencegah infeksi Zika masih belum ada. Sejumlah tindakan pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menguras dan menutup wadah penyimpanan air serta mengolah barang bekas yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk.
  • Memanfaatkan losion pengusir nyamuk sesuai dengan petunjuk penggunaan.
  • Menggunakan pakaian yang menutup sebagian besar tubuh saat berada di daerah yang banyak terdapat nyamuk.
  • Memanfaatkan kelambu atau pelindung fisik lain sesuai kebutuhan.
  • Memperhatikan risiko penularan melalui seks, terutama jika ada riwayat perjalanan atau paparan di daerah penyebaran Zika.

Kenali Risiko dengan Pemeriksaan PCR Zika Virus Di CITO

Tes PCR untuk virus Zika dapat membantu mengidentifikasi materi genetik virus dan mendukung upaya diagnosis yang tepat. Pemeriksaan ini penting dilakukan ketika ada gejala atau riwayat paparan yang mengindikasikan infeksi Zika, terutama karena gejalanya bisa mirip dengan penyakit lain seperti dengue.
Deteksi yang akurat harus disertai dengan pemilihan waktu pengambilan sampel, metode analisis, serta penafsiran hasil yang sesuai dengan keadaan klinis. Oleh sebab itu, berkonsultasi dengan profesional medis adalah langkah krusial sebelum memutuskan pemeriksaan yang diperlukan. Untuk mendapatkan informasi tentang pemeriksaan CitoGen PCR Virus Zika, silakan kunjungi laboratorium medis CITO atau hubungi layanan informasi CITO untuk memastikan ketersediaan layanan, syarat spesimen, dan prosedur pemeriksaan.

Masuk ke aplikasi Beranda CITO untuk memperoleh informasi tentang layanan dan kemudahan pemesanan. Gabung juga dengan WhatsApp Channel CITO untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan, layanan tes, serta penawaran terbaru. Jangan sepelekan tanda-tanda yang mencurigakan. Identifikasi risiko, lakukan konsultasi yang sesuai, dan jadikan pemeriksaan lab sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Β 

Innovation For Happiness

REFERENSI
  • Centers for Disease Control and Prevention. Testing for Zika.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Testing and Diagnosis for Zika Virus Disease.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Collecting and Submitting Body Fluid Specimens for Zika Virus Testing
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Virus Zika (Zika Fever). Infeksi Emerging.
  • World Health Organization. (2022). Laboratory Testing for Zika Virus and Dengue Virus Infections: Interim Guidance.
  • World Health Organization. Zika Virus.