Hewan di Sekitar Rumah Bisa Menjadi Sumber Penyakit? Kenali Faktanya
hewan di sekitar rumah sebagai sumber penyakit dan risiko kesehatan

Lingkungan rumah sering dipersepsikan sebagai ruang paling aman untuk beraktivitas dan beristirahat. Namun, tanpa disadari, kehadiran hewan di sekitar rumah dapat menjadi faktor risiko tersembunyi bagi kesehatan. Mulai dari hewan peliharaan, hewan liar, hingga serangga yang kerap muncul di area permukiman, semuanya berpotensi menjadi media penularan berbagai penyakit. Penyakit dari hewan di sekitar rumah menjadi isu kesehatan yang relevan, terutama di wilayah tropis dengan kepadatan penduduk tinggi dan interaksi antara manusia dan hewan yang intens.

Mengapa Hewan di Sekitar Rumah Berpotensi Menularkan Penyakit?

World Health Organization (WHO) mencatat bahwa lebih dari separuh penyakit infeksi pada manusia memiliki keterkaitan dengan hewan. Penularan dapat terjadi secara langsung melalui kontak fisik, maupun tidak langsung melalui udara, air, makanan, dan permukaan yang terkontaminasi. Kondisi lingkungan rumah yang kurang terkelola, seperti sanitasi yang tidak optimal dan keberadaan sampah terbuka, memperbesar risiko penyakit dari hewan di sekitar rumah tanpa disadari.

Macam-Macam Penyakit dari Hewan di Sekitar Rumah yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan laporan WHO dan CDC, sebagian besar penyakit Zoonosis muncul dari interaksi yang terlihat sepele namun terjadi secara berulang di lingkungan domestik. Berikut penyakit yang biasanya ditularkan oleh hewan:

1. Leptospirosis

Tikus merupakan salah satu sumber utama  yang sering tidak disadari. Leptospirosis ditularkan melalui urin tikus yang mencemari air atau tanah lembap. Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, gangguan ginjal, hingga komplikasi hati apabila tidak terdeteksi sejak dini. Di wilayah tropis, peningkatan kasus leptospirosis kerap terjadi saat musim hujan dan banjir.

👉🏻Baca Juga: Lindungi Diri dari Ancaman Leptospirosis di Musim Pancaroba

2. Toksoplasmosis

Kucing dapat menjadi inang parasit Toxoplasma Gondii. Penularan dapat terjadi melalui kontak tidak langsung dengan kotoran kucing atau lingkungan yang terkontaminasi. Toksoplasmosis kerap tidak memiliki gejala, namun berisiko pada kelompok tertentu dan dapat terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Penyakit dari hewan di sekitar rumah tidak selalu menimbulkan gejala yang langsung terasa.

👉🏻Baca Juga: Gejala Keracunan Makanan: Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

3. Rabies

Rabies merupakan penyakit virus yang ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing dan kucing. WHO menegaskan bahwa rabies masih memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi apabila tidak ditangani secara cepat. Pengendalian rabies memerlukan kombinasi antara vaksinasi hewan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit dari sumber hewan peliharaan atau pertenakan.

4. Psittacosis

Burung peliharaan maupun burung liar dapat membawa bakteri Chlamydia Psittaci yang menyebabkan psittacosis. Penularan terjadi melalui debu dari kotoran atau sekresi pernapasan burung. Penyakit ini sering kali menyerupai flu atau pneumonia ringan, sehingga kerap terdiagnosis terlambat tanpa pemeriksaan penunjang yang tepat.

5. Demam Berdarah dan Chikungunya

Nyamuk tetap menjadi vektor dominan dalam penularan berbagai penyakit. Lingkungan rumah dengan genangan air menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk Aedes. CDC menyatakan bahwa sebagian besar kasus demam berdarah bermula dari area pemukiman, memperkuat bukti bahwa penyakit dari hewan di sekitar rumah sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan lingkungan.

👉🏻Baca Juga: Kenali Gejala dan Pencegahan Malaria Sebelum Terlambat

6. Infeksi Salmonella

Reptil kecil, unggas, serta hewan eksotis yang dipelihara di rumah berpotensi membawa bakteri Salmonella. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi. Infeksi ini menyebabkan gangguan saluran cerna dan dapat berdampak lebih serius pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Dampak Kesehatan yang Sering Tidak Disadari

Banyak penyakit Zoonosis tidak langsung menimbulkan keluhan berat pada tahap awal. Gejala seperti demam ringan, nyeri otot, gangguan pencernaan, atau kelelahan sering dianggap sebagai kondisi umum. Padahal, tanpa deteksi dini, penyakit dari hewan di sekitar rumah dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi dan pola hidup aktif.

Lingkungan Rumah sebagai Titik Awal Penularan

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa banyak kasus zoonosis berawal dari lingkungan rumah yang kurang higienis. Penumpukan sampah, sirkulasi udara yang buruk, serta sanitasi yang tidak optimal menciptakan ekosistem ideal bagi hewan pembawa penyakit. Peningkatan urbanisasi tanpa pengelolaan lingkungan yang baik berkorelasi dengan naiknya kasus penyakit dari hewan di sekitar rumah.

Ancaman Dekat yang Perlu Disikapi Lebih Cerdas

Pengendalian risiko penyakit ini memerlukan pendekatan yang lebih adaptif dengan gaya hidup masa kini. Menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, serta memastikan hewan peliharaan dalam kondisi sehat merupakan langkah dasar yang perlu dijalankan secara konsisten. Memanfaatkan layanan pemeriksaan di Laboratorium Medis CITO, mengakses aplikasi Beranda CITO, serta mengikuti kanal WhatsApp CITO dapat menjadi langkah strategis untuk memperoleh informasi promo layanan, jadwal pemeriksaan, dan edukasi kesehatan.

 

Innovation For Happiness

Download Sekarang Aplikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏻