Stres adalah reaksi alami tubuh terhadap tekanan, ancaman, atau perubahan. Meskipun sering dianggap negatif, stres sebenarnya merupakan mekanisme bertahan hidup yang penting. Namun, ketika stres terjadi terus-menerus atau dalam intensitas tinggi, hormon yang dilepaskan tubuh bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Lalu, hormon apa saja yang berperan dalam respons stres?
1. Kortisol: Hormon Stres Utama
Kortisol adalah hormon utama yang dilepaskan saat tubuh mengalami stres. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan penting dalam mengatur metabolisme, kadar gula darah, tekanan darah, dan sistem imun. Dalam situasi darurat, kortisol membantu tubuh bertahan dengan:
- Meningkatkan energi instan
- Meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan
- Mengatur respons peradangan
Namun, kadar kortisol yang tinggi secara terus-menerus bisa berdampak negatif, seperti:
- Gangguan tidur
- Penambahan berat badan, terutama di area perut
- Tekanan darah tinggi
- Penurunan daya tahan tubuh
- Gangguan suasana hati (seperti kecemasan dan depresi)
2. Adrenalin (Epinefrin)
Adrenalin adalah hormon lain yang dilepaskan tubuh saat menghadapi stres atau situasi bahaya. Hormon ini bertanggung jawab atas respons “fight or flight” (melawan atau lari). Saat dilepaskan, adrenalin menyebabkan:
- Detak jantung meningkat
- Pernapasan menjadi lebih cepat
- Otot-otot menegang
- Aliran darah dialihkan ke organ-organ vital
Efeknya cepat, namun jangka pendek. Jika stres terjadi berulang, pelepasan adrenalin yang terus-menerus bisa menyebabkan kelelahan fisik dan emosional.
3. Norepinefrin (Noradrenalin)
Norepinefrin bekerja bersama adrenalin dalam menghadapi stres. Hormon ini membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Namun, pelepasan norepinefrin yang berlebihan dapat memicu kecemasan, sulit tidur, dan bahkan gangguan jantung.
4. Hormon Lain yang Terlibat
Beberapa hormon lain juga dapat terpengaruh saat tubuh mengalami stres berkepanjangan, seperti:
- Vasopresin: Meningkat saat stres emosional, dapat memengaruhi tekanan darah.
- Hormon tiroid (T3 dan T4): Stres kronis dapat mengganggu produksi hormon tiroid, menyebabkan gangguan metabolisme.
- Insulin: Stres memengaruhi kadar gula darah, yang bisa mengganggu sensitivitas insulin dalam jangka panjang.
Baca Juga : Seberapa Keras Suara Bisa Merusak Telinga? Kenali Batas Amannya
Bagaimana Mengendalikan Hormon Stres?
Mengelola stres sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan secara keseluruhan. Beberapa cara efektif antara lain:
- Meditasi dan teknik pernapasan
- Olahraga rutin
- Tidur yang cukup dan berkualitas
- Mengurangi konsumsi kafein dan gula berlebih
- Berbagi cerita dengan orang terpercaya atau konselor
Konsultasi dengan Ahli, Kapanpun dan Di Manapun
Jika Anda merasa stres mulai mengganggu aktivitas atau kesehatan, penting untuk tidak mengabaikannya. Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui layanan Ready Dokter dari CITO, layanan konsultasi online yang siap membantu kapan saja, tanpa perlu keluar rumah.
CITO juga menyediakan layanan Home Service, pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di rumah dengan nyaman dan aman. Karena menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan mental itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
