Jantung Koroner (Pengertian, Tanda Gejala, dan Pencegahannya)

Jantung Koroner, Kenali Tanda Gejala Serangannya

Fakta Perkembangan Penyakit Jantung Koroner

Data WHO 2015, menunjukkan 70% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular. 45%-nya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17,7 juta dari 39,5 juta kematian. Ditambah lagi, Sample Registrstion System (SRS) Indonesia tahun 2014, menunjukkan penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, yaitu 12,9% dari besaran keseluruhan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan atau pengerasan lapisan dinding pembuluh darah, atau biasa disebut Aterosklerosis.

Aterosklerosis Penyebab Jantung Koroner

Aterosklerosis adalah pengerasan dinding arteri yang diakibatkan oleh adanya atheroma (plak kekuningan yang mengandung lemak, kolesterol, sel-sel, kalsium, dan sebagainya) pada dinding pembuluh darah arteri. Aterosklerosis memiliki timeline, yang dapat menyebabkan aliran darah ke jantung terhenti sehingga terjadilah serangan jantung.

Pada dekade pertama atau 10 tahun pertama, plak kuning yang muncul masih dalam bentuk yang kecil atau belum berdampak signifikan. Loncat pada dekade ketiga atau saat usia menginjak 30 tahun, muncul ahteroma atau penumpukan dari plak kuning yang sudah muncul sejak 10 tahun pertama. Selanjutnya ketika mencapai 40 tahun, atheroma menjadi lebih besar atau disebut rupture yang menghambat aliran darah dan menjadi penyebab serangan jantung terjadi. Sindroma koroner akut, adalah nama lain dari serangan jantung. Gejala ini memiliki hubungan dengan cedera otot jantung akibat dari penyumbatan pembuluh darah yang mengalir menuju jantung.

Baca juga: Garam yang Berlebih Dapat Sebabkan Hipertensi, Benar atau Tidak?

Tanda dan Gejala

Penyakit jantung koroner juga memiliki tanda dan gejala yang timbul dari munculnya penyakit ini. Beberapa di antaranya dapat diketahui sebagai berikut:

  1. Nyeri atau rasa tidak nyaman hiingga rasa seperti ditusuk dan terbakar di dada, substernal, dada kiri epigastrium, menjalar ke leher, tangan kiri, dan bagian punggung
  2. Dapat disertai keringat dingin, mual muntah, lemas, pusing, hingga pingsan
  3. Timbul tiba-tiba intensitas tinggi, berat ringan bervariasi

Faktor Resiko dan Pencegahannya

Penyakit jantung koroner juga memiliki faktor resiko. 4 hal yang umum adalah, kebiasaaan merokok, memiliki kolesterol (LDL) yang tinggi, mengidap hipertensi, pasien diabetes mellitus, dan usia yang telah di atas 55 tahun. Sedangkan cara untuk mengurangi dan terhindar dari penyakit jantung koroner tentu berbanding linier dengan faktor resikonya, yaitu:

  1. Berhenti pada kebiasaan merokok
  2. Mengontrol tekanan darah <140/90 mmHg
  3. Mengontrol gula darah secara rutin berkala
  4. Menurunkan kolesterol (LDL) hingga <70 mg/dl
  5. Mengonsumsi makanan dengan bergizi seimbang
  6. Mengelola pikiran, mood, dan stress untuk tetap positif
  7. Rutin melakukan aktivitas fisik secara terstruktur, 30 menit setiap hari

Baca juga: Kolesterol Tinggi, Gejala, Penyebab, Risiko Penyakit yang Ditimbulkan 

Kontrol dan jaga pola hidup Sahabat untuk terhidar dari jantung koroner dan berbagai penyakit lainnya. Konsultasikan pada Dokter berpengalaman ketika mendapati beberapa gejala muncul. Serta, selalu waspada pada tubuh ketika mendapatkan gejala serius untuk segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk dapatkan penanganan yang tepat.