Hamil Aterm: Kenali Pengertian, Gejala dan Manfaat
WA 0813-2507-9997 (Chat Only) support@labcito.co.id

hamil aterm

Pernahkan anda mendengar mengenai Hamil aterm? Hamil aterm adalah kehamilan yang dianggap normal, matang, dan penuh berdasarkan durasi waktu kehamilan. Hamil aterm berlangsung pada usia kehamilan 37 hingga 40 minggu. Jadi, ketika seorang ibu melahirkan antara minggu ke-37 hingga minggu ke-40 kehamilannya, itu disebut hamil aterm atau cukup bulan. Berdasarkan the The American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dan the Society for Maternal-Fetal Medicine (SMFM) hamil aterm dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Early aterm: 37 minggu 0 hari hingga 38 minggu 7 hari
  • Full aterm: 39 minggu 0 hari hingga 40 minggu 7 hari.
  • Late aterm: 41 minggu 0 hari hingga 41 minggu 7 hari.

Dari ketiga kategori hamil aterm tersebut, full aterm dianggap sebagai kehamilan yang paling ideal. Pada usia 39-40 minggu, bayi sudah mencapai tingkat kematangan yang memadai dan siap untuk dilahirkan. Otak bayi telah berkembang dengan baik dan ia juga memiliki kemampuan yang baik untuk menyusui.

Sebaliknya, bayi yang lahir sebelum usia 37 minggu dianggap sebagai bayi prematur. Bayi prematur memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi karena mereka belum sepenuhnya siap untuk dilahirkan. Biasanya, bayi prematur akan dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU) atau inkubator sebelum mereka bisa bersama ibu.

Di sisi lain, bayi yang lahir setelah 42 minggu disebut sebagai bayi postterm. Bayi yang lahir setelah melewati usia 42 minggu memiliki risiko terkait, seperti ketuban keruh atau keracunan ketuban, yang dapat berbahaya. Oleh karena itu, jika bayi belum lahir setelah 42 minggu, dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan.

Gejala Hamil Aterm

Gejala hamil aterm dapat bervariasi untuk setiap individu. Beberapa gejala yang umum terkait dengan hamil aterm meliputi:

  • Kontraksi reguler dan nyeri di perut atau punggung.
  • Penurunan gerakan janin yang dirasakan oleh ibu hamil.
  • Pecahnya air ketuban.
  • Penurunan perut yang menandakan bahwa bayi sudah masuk posisi untuk kelahiran.
  • Perubahan lendir lendir serviks menjadi lebih tipis dan lebih jernih (lendir serviks yang tampak seperti lendir telur).
  • Peningkatan tekanan panggul.

Perawatan Hamil Aterm

Setelah mencapai hamil aterm, perawatan yang diberikan biasanya berfokus pada pemantauan ketat terhadap kondisi ibu dan bayi. Beberapa aspek perawatan yang mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan rutin untuk memantau tanda-tanda kehamilan, seperti tekanan darah, denyut jantung janin, dan ukuran perut.
  • Tes non-stress untuk memeriksa aktivitas jantung janin.
  • Pemeriksaan ultrasonografi untuk memeriksa pertumbuhan dan posisi bayi.
  • Pemantauan ketuban untuk memeriksa jumlah dan kualitas cairan ketuban.
  • Diskusi dengan tenaga medis tentang persalinan dan pilihan metode persalinan yang tepat.

Baca juga: Kenali Penyakit Stroke Telinga: Ketika Sudden Sensorineural Hearing Loss Terjadi 

Manfaat Hamil Aterm

Hamil aterm sangat dinantikan oleh ibu yang sedang mengandung, Ada beberapa manfaat dari adanya kehamilan aterm yaitu sebagai berikut:

1. Kematangan Bayi

Bayi yang lahir pada usia kehamilan aterm cenderung memiliki perkembangan fisik dan neurologis yang lebih matang. Organ-organ utama, seperti paru-paru, hati, ginjal, dan sistem pencernaan, telah berkembang dengan baik, sehingga bayi memiliki lebih banyak kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.

2. Kemampuan Menyusui yang Lebih Baik

Bayi yang lahir pada usia kehamilan aterm memiliki refleks menyusui yang lebih matang. Mereka cenderung memiliki koordinasi yang lebih baik dalam menghisap dan menelan, sehingga lebih mudah untuk memulai dan mempertahankan menyusui eksklusif

3. Rendahnya Risiko Kesehatan

Risiko komplikasi kesehatan pada bayi, seperti gangguan pernapasan, infeksi, dan masalah nutrisi, cenderung lebih rendah pada kehamilan aterm dibandingkan dengan bayi prematur atau postterm.

4. Kemungkinan Persalinan Normal yang Lebih Besar

Kehamilan aterm meningkatkan peluang untuk persalinan normal tanpa intervensi medis. Kondisi rahim dan leher serviks biasanya lebih siap untuk memulai proses persalinan pada kehamilan aterm, memungkinkan ibu untuk melahirkan secara alami.

5. Stabilitas Emosional

Kehamilan aterm memberikan kepastian dan rasa tenang bagi calon orangtua. Ketika mencapai usia kehamilan aterm, mereka merasa lebih siap secara emosional dan praktis untuk menyambut kedatangan bayi. Hal ini dapat memberikan stabilitas emosional dan persiapan yang lebih baik dalam menghadapi proses kelahiran dan perawatan bayi.

Meskipun hamil aterm memiliki manfaat yang signifikan, setiap kehamilan tetap harus dipantau dengan cermat oleh tenaga medis. Mereka akan memastikan kesehatan ibu dan bayi serta memantau perkembangan kehamilan secara teratur.

Penting juga untuk diingat bahwa setiap kehamilan adalah unik, dan waktu persalinan dapat bervariasi untuk setiap individu. Meskipun hamil aterm dianggap sebagai waktu yang memadai untuk kelahiran, ada kemungkinan untuk memasuki periode “postterm” jika kehamilan melebihi 42 minggu gestasi. Dalam kasus tersebut, tenaga medis akan melakukan pemantauan dan intervensi yang sesuai untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Baca juga: 7 Cara Turunkan Kolesterol Secara Alami

Jika Anda mengalami gejala atau kekhawatiran terkait dengan kehamilan aterm, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis Anda untuk mendapatkan perawatan dan nasihat yang tepat. Sekarang anda juga bisa berkonsultasi secara online menggunakan layanan Ready Dokter CITO, yuk konsultasikan kesehatanmu segera untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat. #CITOInnovationForHappiness

Sumber:

Promo Spesial