Stroke Telinga: Pahami Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatan
WA 0813-2507-9997 (Chat Only) support@labcito.co.id

Pengertian Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL)

Stroke merupakan salah satu penyakit, ketika pasokan darah ke otak terganggu atau terputus, sehingga dapat menyebabkan adanya kerusakan pada sel-sel otak. Stroke dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi, salah satunya adalah kehilangan pendengaran. Kondisi inilah yang disebut dengan stroke telinga (ear stroke). Istilah tersebut telah digunakan di beberapa situs luar negeri, salah satunya Quality Health Care di Hong Kong yang merupakan layanan kesehatan primer terkemuka. Menurut situs tersebut, istilah ‘ear stroke’ atau ‘stroke telinga’ mengacu pada kondisi Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL), yaitu gangguan pendengaran sensorineural mendadak.

Lalu apa sih Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL) atau stroke telinga itu?

Pengertian Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL)

Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL) atau Gangguan Sensorineural Mendadak adalah kondisi medis yang terjadi ketika seseorang kehilangan kemampuan pendengaran tiba-tiba atau secara mendadak. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh kerusakan pada saraf pendengaran, organ pendengaran atau bagian-bagian dalam telinga yang lain.

SSNHL biasanya terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa jam atau hari dan dapat memengaruhi satu atau kedua telinga. Kondisi ini memengaruhi lebih dari 5.000 orang di Amerika Serikat setiap tahunnya dan dapat mempengaruhi siapa saja, terlepas dari usia atau jenis kelamin.

Baca juga: Gejala Stroke Ringan dan Bagaimana Mengatasinya

Gejala Stroke Telinga

SSNHL seringkali terjadi tanpa adanya gejala atau penyebab yang jelas, namun beberapa orang melaporkan adanya sensasi telinga terasa penuh atau berdengung sebelum kehilangan pendengaran. Beberapa gejala yang umum terjadi pada SSNHL adalah:

  1. Kehilangan pendengaran tiba-tiba atau secara mendadak, baik itu terjadi pada satu atau kedua telinga
  2. Kesulitan mendengar atau memahami percakapan
  3. Sensasi telinga penuh atau berdengung
  4. Telinga terasa sakit atau sakit kepala

Penyebab 

Penyebab SSNHL tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi risiko terjadinya kondisi ini, antara lain:

  1. Infeksi virus atau bakteri
  2. Trauma kepala atau telinga
  3. Gangguan pembuluh darah
  4. Kebisingan berlebihan
  5. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi atau aspirin dalam dosis tinggi.

Pengobatan

Pengobatan SSNHL dapat berbeda-beda tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Beberapa pengobatan yang umum dilakukan antara lain:

  1. Terapi kortikosteroid: Pengobatan kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan membantu memperbaiki fungsi saraf pendengaran
  2. Terapi suara: Terapi suara dapat membantu merangsang saraf pendengaran dan meningkatkan kemampuan pendengaran
  3. Implan koklea: Implan koklea adalah prosedur medis yang memasang perangkat kecil di telinga yang dapat membantu orang dengan kehilangan pendengaran mendapatkan kembali kemampuan pendengaran

Baca juga: Virus H5N1 Berbahayakah? Yuk Kenali Penyebaran, Gejala, dan Cara Pencegahan yang Efektif

Langkah Pencegahan Stroke Telinga

Meskipun SSNHL tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menghindari kebisingan berlebihan dan menggunakan pelindung telinga jika bekerja di tempat yang bising.
  2. Menghindari penggunaan obat-obatan tertentu dalam dosis tinggi.
  3. Memeriksakan kondisi telinga secara teratur dan segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala SSHL.

Kesimpulan

Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSNHL) atau Gangguan Sensorineural Mendadak adalah kondisi medis yang seringkali terjadi secara tiba-tiba dan dapat mempengaruhi siapa saja, terlepas dari usia atau jenis kelamin. Gejala SSNHL meliputi kehilangan pendengaran tiba-tiba atau secara mendadak, kesulitan mendengar atau memahami percakapan, sensasi telinga penuh atau berdengung, serta telinga terasa sakit atau sakit kepala. Meskipun penyebab SSNHL tidak diketahui dengan pasti, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi risiko terjadinya kondisi ini, seperti infeksi virus atau bakteri, trauma kepala atau telinga, gangguan pembuluh darah, kebisingan berlebihan, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Pengobatan SSNHL dapat berbeda-beda tergantung pada penyebab kondisi tersebut, namun terapi kortikosteroid, terapi suara, dan implan koklea merupakan beberapa pengobatan yang umum dilakukan. Adanya SSNHL dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, oleh karena itu penting untuk segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala tersebut dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang dapat mengurangi risiko terjadinya kondisi ini.

Segera periksa kesehatan serta deteksi penyakit serangan jantung, diabetes melitus dan stroke lebih dini dengan Panel Syndrome Metabolik. Panel ini akan menggambarkan adanya sejumlah kondisi tubuh secara bersamaan mulai dari tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), gula darah tinggi (hiperglikemia), dan obesitas. Pemeriksaan dapat dilakukan di Lab CITO terdekat dan jangan lupa download aplikasi Beranda CITO untuk dapatkan kemudahan dalam kesehatan

 

Sumber:

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Diakses pada 2023. Sudden Deafness

Healthline. Diakses pada 2023. Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSHL)