Kualitas Sperma Dapat Diperiksa
Kualitas sperma merupakan hal yang penting untuk pria dalam membangun keluarga di masa depan. Oleh sebab itu kualitas sperma perlu diketahui dan dijaga supaya tetap baik dan sehat. Mengonsumsi makanan sehat dan menjaga pola hidup sehat merupakan contoh cara primer yang harus dilakukan. Sedangkan, untuk prediksi fertilitas laki-laki dapat dilakukan dengan analisis semen/analisa sperma. Analisis semen konvensional merupakan pemeriksaan sederhana dan termasuk biaya yang tidak mahal, tetapi memiliki variabilitas yang tinggi. Sedangkan Integritas DNA spermatozoa penting untuk transmisi informasi genetik. Berikut gambaran DNA pada spermatozoa:
Fragmentasi DNA Spermatozoa terjadi sebagai akibat gangguan spermatogenesis, maturasi spermatozoa, stress oksidatif dan infeksi. Sehingga dapat menyebabkan gangguan perkembangan embrio dan abortus berulang. Oleh karena itu, saat ini Pemeriksaan Fragmentasi DNA Spermatozoa sangat dibutuhkan.
Pemeriksaan Fragmentasi DNA Spermatozoa
Fragmentasi DNA Spermatozoa adalah salah satu pemeriksaan yang menunjukkan integritas dan kerusakan materi genetik (DNA) spermatozoa, sehingga dapat mendeteksi potensi kerusakan spermatozoa. Fragmentasi DNA memiliki dampak penting pada pembuahan, perkembangan embrio dan transmisi informasi genetik ayah selama kehamilan. Sehingga pada kesimpulannya, kualitas sperma dapat diketahui melalui hasil Pemeriksaan Fragmentasi DNA Spermatozoa.
Baca juga: Kanker Serviks, Dapat Dicegah dan Dideteksi Sejak Dini
Indeks Fragmentasi DNA (IFD)
Indeks Fragmentasi DNA menunjukkan derajat fragmentasi atau kerusakan DNA pada spermatozoa. Diperkirakan sekitar 10-15 persen pria tanpa keturunan memiliki derajat kerusakan pada DNA spermatozoa yang tinggi, meski hasil analisis spermanya tampak normal, sehingga IFD digunakan sebagai indikator penting kualitas sperma. IFD spermatozoa di CITO menggunakan nilai rujukan: Kategori Baik (<25%). Hasil berbagai studi telah menunjukkan bahwa angka fragmentasi DNA yang tinggi berhubungan dengan menurunnya angka pembuahan, kualitas embrio yang buruk, meningkatnya angka kegagalan implantasi serta keguguran.
Siapa yang Memerlukan Pemeriksaan IFD?
Semua kasus fertilitas khususnya:
- Kasus infertilitas yang tidak dapat dijelaskan
- Pasien yang didiagnosis dengan infertilitas faktor pria yang penyebabnya tidak diketahui
- Pasien dengan riwayat keguguran
- Pasien dengan kualitas embrio yang buruk selama perawatan IVF
- Pria di atas 40 tahun
- Pria dengan riwayat kanker
- Pria dalam perawatan dengan obat resep
- Pria dengan kebiasaan gaya hidup yang dapat mempengaruhi kesehatan sperma, seperti merokok, peminum alkohol, penggunaan obat obat terlarang
Metode Fragmentasi DNA Sperma Laboratorium Klinik CITO
Pemeriksaan dengan Metode SCD (Sperm Cromatin Dispersion). SCD memeriksa dekondensasi diferensial kromosom. Spermatozoa dengan fragmentasi DNA akan terlihat lebih kecil dibandingkan spermatozoa DNA yang intak (utuh) sehingga akan terlihat halo di sekeliling kepala spermatozoa.
Tujuan pemeriksaan dengan Metode SCD adalah mengukur spermatozoa dengan DNA yang tidak terfragmentasi atau tidak rusak (non-fragmented) dengan DNA yang terfragmentasi atau rusak (fragmented) berdasarkan ukuran halo. Ukuran halo dalam metode ini terbagi menjadi 5, yaitu:
- Halo Besar (ukuran yang lebih dari atau sama dengan diameter terkecil dari inti spermatozoa)
- Halo Sedang (ukuran antara sepertiga hingga setengah diameter terkecil inti spermatozoa)
- Halo Kecil (ukuran kurang atau sama dengan sepertiga diameter terkecil dari inti spermatozoa)
- Tanpa Halo dan terdegradasi
Sebelum melakukan untuk mengetahui kualitas sperma ini, Sahabat juga dapat melakukan konsultasi kesehatan terhadap Dokter terkait supaya mendapatkan advice & treatment yang tepat untuk pasien.



