Jangan Keliru! Ini Perbedaan Produk Less Sugar dan Low Sugar
membaca label less sugar dan low sugar pada produk

Saat berbelanja makanan atau minuman kemasan, Anda mungkin sering menemukan label seperti less sugar, low sugar, no added sugar, atau bahkan sugar free. Sayangnya, tidak sedikit konsumen yang menganggap semua istilah tersebut memiliki arti yang sama. Padahal, perbedaan produk less sugar dan low sugar cukup penting untuk dipahami agar Anda dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan pola makan sehari-hari. Kesalahan memahami label dapat membuat seseorang mengonsumsi gula lebih banyak dari yang diperkirakan. Bagi individu yang sedang mengontrol berat badan, membatasi konsumsi gula, memiliki risiko diabetes, atau menerapkan pola hidup sehat, memahami arti label pada kemasan merupakan langkah penting dalam membuat keputusan yang lebih tepat.

👉🏻Baca Juga: Kadar Gula Darah Normal, Kunci Mencegah Diabetes Mellitus

Apa Perbedaan Produk Less Sugar dan Low Sugar?

Less Sugar berarti suatu produk mengandung gula yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis atau versi regulernya. Umumnya, kandungan gulanya telah dikurangi setidaknya 25% dibanding produk pembanding. Low Sugar berarti produk tersebut memang memiliki kandungan gula yang rendah dalam jumlah sesuai kriteria tertentu yang ditetapkan regulator atau standar pelabelan pangan.

Dengan kata lain:

  • Less Sugar, produk yang memiliki kadar gula lebih rendah dibanding produk pembanding
  • Low Sugar, rendah secara jumlah kandungan gula

Mengapa Konsumsi Gula Perlu Diperhatikan?

WHO Tahun 2025 merekomendasikan agar konsumsi bebas gula dibatasi kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, pengurangan hingga kurang dari 5% dinilai dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan, termasuk menurunkan risiko obesitas dan karies gigi . Konsumsi gula berlebih berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan terus mendorong pengendalian konsumsi gula melalui berbagai kebijakan edukasi dan pelabelan pangan guna menekan angka penyakit tidak menular yang terus meningkat.

👉🏻Baca Juga: Bahaya Konsumsi Gula Berlebih

Apa Itu Produk Less Sugar?

Istilah less sugar mengacu pada produk yang mengalami pengurangan kandungan gula dibandingkan versi produk regulernya. Menurut ketentuan pelabelan pangan internasional yang digunakan secara luas, produk dengan klaim less sugar umumnya mengandung setidaknya 25% lebih sedikit gula dibandingkan produk sejenis versi standar. Artinya, produk tersebut masih mengandung gula, hanya jumlahnya lebih rendah dibandingkan produk pembanding.

Sebagai contoh:

  • Minuman teh kemasan reguler mengandung 20 gram gula per sajian.
  • Versi less sugar mengandung 15 gram gula per sajian.

Meski lebih rendah, kandungan gula tersebut tetap perlu diperhitungkan dalam total konsumsi harian.

Apa Itu Produk Low Sugar?

Berbeda dengan less sugar, istilah low sugar menunjukkan bahwa kandungan gula dalam produk memang rendah secara absolut, bukan sekadar lebih rendah dibandingkan produk lain. Dengan kata lain, produk low sugar memiliki jumlah gula yang relatif sedikit dalam setiap sajian sesuai batas tertentu yang ditetapkan regulasi pangan di masing-masing negara. Inilah alasan mengapa perbedaan produk less sugar dan low sugar tidak boleh disamakan. Sebuah produk less sugar belum tentu termasuk low sugar apabila kandungan gulanya masih cukup tinggi.

Cara Membedakan Produk Less Sugar dan Low Sugar

Meski terlihat mirip, perbedaan produk less sugar dan low sugar dapat dikenali dengan memperhatikan beberapa informasi penting pada kemasan. Pemahaman yang tepat akan membantu memilih produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan mencegah kesalahan dalam menafsirkan klaim yang digunakan produsen.

1. Perhatikan Dasar Perbandingan yang Digunakan

Cara paling mudah membedakan produk less sugar dan low sugar adalah dengan melihat dasar klaim yang digunakan. Produk less sugar biasanya membandingkan kandungan gulanya dengan versi reguler dari produk yang sama atau produk sejenis. Artinya, jumlah gula memang lebih sedikit dibandingkan produk pembanding, tetapi belum tentu rendah secara keseluruhan. Sementara itu, produk low sugar menunjukkan bahwa kandungan gula dalam produk tersebut memang rendah berdasarkan batas tertentu yang ditetapkan dalam regulasi pangan. Inilah alasan mengapa dua produk yang sama-sama terlihat sehat dapat memiliki jumlah gula yang sangat berbeda.

2. Cek Jumlah Gula pada Informasi Nilai Gizi

Banyak konsumen hanya melihat tulisan besar di bagian depan kemasan tanpa memeriksa tabel informasi nilai gizi. Padahal, informasi tersebut justru menjadi sumber data yang paling akurat untuk mengetahui kandungan gula sebenarnya. Produk less sugar masih mungkin mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi karena hanya mengalami pengurangan dari formula awalnya. Sebaliknya, produk low sugar umumnya memiliki angka kandungan gula yang lebih rendah saat dilihat pada label gizi. Kebiasaan membaca informasi nilai gizi dapat membantu membuat keputusan yang lebih bijak sebelum membeli suatu produk.

3. Jangan Terkecoh dengan Kesan Lebih Sehat

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua produk less sugar pasti sehat untuk dikonsumsi tanpa batas. Faktanya, klaim tersebut hanya menunjukkan adanya pengurangan gula dibandingkan produk pembanding. Sebagai ilustrasi, minuman yang awalnya mengandung 20 gram gula per sajian dapat tetap mengandung 15 gram gula setelah diberi label less sugar. Jumlah tersebut masih tergolong cukup tinggi apabila dikonsumsi berulang kali dalam sehari. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa label pemasaran tidak selalu mencerminkan kondisi gizi secara menyeluruh.

4. Perhatikan Ukuran Sajian yang Tercantum

Ukuran sajian sering kali menjadi informasi yang terabaikan saat membaca kemasan produk. Sebuah produk dapat terlihat rendah gula karena kandungan yang tercantum dihitung berdasarkan porsi yang relatif kecil. Ketika satu kemasan mengandung lebih dari satu porsi, jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh bisa menjadi jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Karena itu, selain melihat angka kandungan gula, penting juga memperhatikan berapa banyak porsi yang terdapat dalam satu kemasan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengontrol asupan gula harian secara lebih akurat.

5. Teliti Daftar Bahan yang Digunakan

Cara lain untuk memahami perbedaan produk less sugar dan low sugar adalah dengan membaca daftar bahan. Tidak semua gula ditulis dengan nama yang sama pada kemasan. Produsen dapat menggunakan istilah lain seperti sukrosa, fruktosa, glukosa, maltosa, dekstrosa, atau sirup jagung. Jika berbagai jenis gula berada pada urutan awal daftar bahan, hal tersebut menandakan bahwa kandungannya cukup dominan dalam produk tersebut. Semakin teliti membaca komposisi bahan, semakin mudah pula mengidentifikasi produk yang benar-benar lebih baik untuk kesehatan.

6. Bandingkan dengan Produk Sejenis

Membandingkan beberapa merek dalam kategori yang sama merupakan langkah yang sering diabaikan, padahal sangat efektif. Tidak semua produk yang mengklaim low sugar memiliki kandungan gula yang identik. Demikian pula, produk less sugar dari satu merek bisa saja memiliki kandungan gula lebih tinggi dibandingkan produk low sugar dari merek lain. Dengan meluangkan waktu beberapa menit untuk membandingkan informasi gizi, peluang mendapatkan pilihan yang lebih sehat menjadi lebih besar. Kebiasaan ini juga membantu meningkatkan kesadaran terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

7. Mengapa Membaca Label Gizi Sangat Penting?

Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah bahwa label pemasaran di bagian depan kemasan tidak selalu memberikan gambaran lengkap mengenai kandungan gula. Beberapa produk yang mengklaim less sugar masih dapat mengandung gula dalam jumlah yang cukup besar apabila ukuran porsinya besar atau produk awalnya memang memiliki kadar gula sangat tinggi.

Karena itu, langkah terbaik adalah memeriksa:

  • Informasi nilai gizi.
  • Kandungan gula total per sajian.
  • Kandungan gula tambahan jika tersedia.
  • Ukuran sajian produk.
  • Daftar bahan yang digunakan.

Rahasia Memilih Produk Rendah Gula yang Masih Sering Diabaikan

Perbedaan produk less sugar dan low sugar bukan sekadar istilah pemasaran, tetapi memiliki makna yang berbeda dalam informasi gizi. Produk less sugar berarti kandungan gulanya lebih rendah dibandingkan versi reguler, sedangkan low sugar menunjukkan kadar gula yang memang rendah dalam produk tersebut. Pemahaman terhadap label pangan dapat membantu membuat keputusan yang lebih cerdas dalam menjaga kesehatan dan mengontrol asupan gula harian. Langkah sederhana seperti membaca informasi nilai gizi sebelum membeli dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala, pemeriksaan laboratorium dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Berbagai layanan pemeriksaan gula darah, profil lipid, dan skrining kesehatan tersedia di Laboratorium Medis CITO. Informasi promo kesehatan, layanan pemeriksaan, serta edukasi kesehatan terbaru juga dapat diperoleh melalui aplikasi Beranda CITO dan WhatsApp Channel CITO sebagai sumber informasi kesehatan yang praktis dan terpercaya.

 

Innovation for Happiness

REFERENSI
  • World Health Organization. 2023. Reducing Free Sugars Intake in Adults to Reduce the Risk of Noncommunicable Diseases. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. 2025. Healthy Diet Fact Sheet. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. 2023. Nutrition and Food Safety Guidance on Healthy Eating. Geneva: World Health Organization.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Strategi Pengendalian Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏻