Penyakit Autoimun (Arti, Gejala, dan Pemeriksaannya)

Penyakit Autoimun, Arti, Gejala, dan Pemeriksaannya

Arti dan Penyebab Penyakit Autoimun

Mendengar atau membaca kata-kata “autoimun” pasti sudah tidak asing, walau tidak mengetahui pengertian secara ilmiahnya dengan tepat. Secara etimologi, autoimun berasal dari kata auto yang memiliki arti diri sendiri dan immune yang berarti sistem pertahanan tubuh. Dari dua kata ini, maka penyakit autoimun dapat diartikan sebagai masalah penyakit yang menyebabkan sistem pertahanan tubuh yang menyerang tubuh sendiri.

Hal ini jelas merupakan malfungsi dari apa yang harusnya menjadi fungsi dari imun tubuh. Karena imun harusnya menjadi benteng dan tembok pertahanan ketika bakteri, virus, dan benda asing mencoba untuk merusak jaringan dan sel tubuh. Untuk penyebab dari penyakit autoimun juga beragam, yaitu:

  1. Genetik
  2. Hormon
  3. Obat-obatan dan Zat Kimia
  4. Faktor Lingkungan atau Radiasi

Secara ilmiah, penyakit autoimun dikarenakan oleh kegagalan kerja dari Limfosit T-reg yang disebabkan oleh beberapa faktor di atas tadi, yaitu genetik; hormon; obat-obatan; zat kimia; lingkungan (radiasi). Fungsi dari Limfosit T-reg seharusnya dapat menyeleksi sel imun mana yang berfungsi baik dan mana yang tidak. Ketika Limfosit T-reg ini tidak dapat berfungsi, maka masalah autoimun bakal muncul pada tubuh.

Baca juga: Penyakit Lupus, Masalah Autoimun yang Buat Radang Kulit & Organ

Gejala Penyakit

Gejala penyakit autoimun sebenarnya beragam karena masih bergantung pada organ yang diserang. Oleh karena hal ini penyakit autoimun biasa disebut juga dengan “the great imitator“. Untuk gejala yang timbul pada masalah autoimun ini juga beragam. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Demam ringan
  • Nyeri sendi atau nyeri lainnya yang tidak spesifik
  • Ruam kulit
  • Letih, lemas, lesu
  • Gangguan konsentrasi
  • Gangguan pendarahan
  • Mudah terkena infeksi
  • Hingga, gangguan jantung

Pemeriksaan Penyakit Autoimun

Untuk mengetahui masalah autoimun dapat dilakukan dengan tes saring yaitu, pemeriksaan terhadap antibodi tertentu, misalnya antibodi antinuklear. Pemeriksaan autoimun yang dapat dilakukan adalah ANA Profile, ANA Test, Anti ds-DNA, dan Pemeriksaan Sel L.E.

Baca juga: ANA Test (Anti Nuclear Antibody), Deteksi Masalah Autoimun Tubuh

Terkhusus untuk Pemeriksaan Sel L.E, diindikasikan pada pasien yang didiagnosa menderita Lupus Eritematosus Sistemik. Sekitar 50% hingga 75% dari pasien dengan lupus mempunyai hasil positif terdapat Sel L.E. Bahkan pada beberapa pasien autoimun Rheumatoid Arthritis, Skleroderma, dan Drug-induced Lupus Erythematosus juga dapat ditemukan hasil yang positif. Pemeriksaan Sel L.E juga cukup mudah, tidak perlu melakukan puasa atau persiapan khusus apapun. Secara biaya juga dapat dibilang yang paling terjangkau dibanding jenis tes autoimun yang lain.