Tidak terasa kasus pertama COVID-19 tercatat di Indonesia sudah genap 2 tahun yang lalu. Dimulai dari 2020 dengan jenis yang petamanya yaitu COVID-19 Alpha dan Beta. Kemudian, tahun 2021 dengan mutasinya berjenis Delta yang berimbas dengan banyaknya orang yang meninggal dikarenakan virus ini. Hingga kini, mutasinya telah berganti menjadi Omicron. Akan tetapi dengan vaksinasi yang masif dijalankan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia membuat penyebaran COVID-19 menjadi lebih terkendali. Terakhir, pada bulan Maret 2022 ini Pemerintah telah memberikan informasi awal terkait persiapan pandemi COVID-19 yang bakal berganti menjadi endemi.
Sebab Pergantian Pandemi Menjadi Endemi
Pergantian ini tentu memiliki sebab yang cukup kuat. Sebab dari pergantian endemi yang paling kuat adalah dikarenakan angka kasus dari COVID-19 yang telah menurun secara signifikan dan rantai penularan yang sudah cukup terkendali. Dimulai dari vaksinasi, pemberian kewajiban untuk melakukan PCR Test/Antigen Test ketika bakal bepergian, hingga pengetatan aturan untuk pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Semua hal ini memiliki keterkaitan dengan pemberlakuan endemi yang bakal segera diterapkan di Indonesia.
Persiapan dalam memasuki endemi tentu harus disiapkan dengan hati-hati dan matang. Dalam persiapannya, Sahabat juga pasti dan harus ikut serta dalam pelaksanaannya supaya perpindahan pandemi ke endemi dapat terealisasi dengan baik dan segera. Senada dengan persiapannya, pelaksanaan endemi juga memerlukan kontrol dan peraturan yang ketat.
Dikutip dari Direktur Eksekutif WHO Mike Ryan, secara sederhana perbedaan endemi dengan pandemi adalah: virus itu ada, namun menular pada tingkat yang lebih rendah. Sifatnya cenderung musiman dan tak bisa dilupakan.
Tambahnya lagi, “HIV, tuberkulosis, dan malaria endemi, (tetapi) membunuh jutaan orang di planet ini setiap tahun,” kata Ryan dalam video yang diunggah di Twitter resmi WHO.
Aturan Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan
Oleh sebab itu, protokol kesehatan masih akan terus dilanjutkan untuk mengontrol dan mengendalikan endemi dengan baik. Selain protokol kesehatan, vaksinasi akan terus dijalankan hingga mencapai angka herd immunity. Vaksin booster yang juga telah dijalankan sejak Januari akhir 2022 akan terus dijalankan. Meskipun kini Pemerintah telah melonggarkan aturan terkait tidak mewajiban melakukan PCR Test/Antigen Test sebelum bepergian kepada orang yang sudah divaksin dua kali, bukan berarti pula untuk tidak menjaga protokol kesehatan.
Laboratorium Klinik CITO akan selalu men-support segala hal terkait kesehatan masyarakat. Berbagai layanan kesehatan terbaik mulai dari berbagai jenis PCR Test, Antigen Test, SWAB Test, PCR SGTF untuk mendeteksi probable Omicron dan pemeriksaan lain yang terkait dalam penanganan COVID-19, CITO siap berikan dengan baik dan maksimal. Mari bantu wujudkan endemi yang terkontrol, supaya rantai COVID-19 dapat terus menurun dan tidak membuat kekhawatiran seluruh masyarakat.

