Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Merebak di Indonesia, Kenali Gejalanya

Omicron BA.4 dan BA.5 Sudah Merabak, Kenali Gejalanya

Lonjakan Kasus yang Disebabkan Omicron BA.4 dan BA.5

Kasus COVID-19 dideteksi kembali mencatatkan lonjakan kasus di Indonesia. Jenis Omicron BA.4 dan BA.5 menjadi subvarian anyar dari Omicron yang terdeteksi menjadi penyebab kasus positif melonjak. Meskipun PPKM juga sudah lebih longgar, bukan berarti Sahabat bebas untuk tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan. Dikutip dari Express UK, jenis subvarian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Januari dan Febuari 2022. Selanjutnya pada 22 Mei, kasus positif aktif COVID-19 di Indonesia mencatatkan sebanyak 31%. Yaitu dari 1.814 kasus menjadi 2.385 kasus. Pada 2 Juni kasus positif aktif kembali meningkat sebesar 10% yaitu 2.105 kasus menjadi 3.433 kasus. 

Baca juga: Hepatitis Akut Misterius, Apakah Benar Disebabkan Vaksin COVID-19?

Gejala yang Ditimbulkan

Omicron BA.4 dan BA.5 belum diketahui pasti apakah memiliki dampak yang lebih buruk daripada varian yang lain. Peneliti dan WHO masih terus melakukan pengawasan penuh pada subvarian ini. Subvarian ini juga memiliki gejala yang mirip dengan subvarian Omicron BA.1. Meskipun bergejala yang mirip serta belum diketahui apakah dapat membahayakan lebih dari varian mutasi yang lain, Omicron BA.4 dan BA.5 tetap wajib untuk diwapadai penularannya. Karena sub varian ini masih berpotensi untuk memiliki gejala yang lebih buruk dan membahayakan. Dan, berikut ini adalah beberapa gejala subvarian ini yang dikutip dari Kemenkes: 

  • Batuk
  • Lelah dan lemas
  • Hidung tersumbat
  • Demam
  • Mual-mual 
  • Sesak napas
  • Diare
  • Anosmia atau tidak bisa mencium bau

Baca juga: Cacar Monyet (Monkeypox), Sebab dan Pencegahannya

Menjaga Protokol Kesehatan

Jika Sahabat merasakan gejala-gejala tersebut, diharapkan segera untuk melakukan konsultasi kepada Dokter dan melakukan SWAB Tes untuk mengetahui kondisi tubuh dengan akurat. Sementara itu, Pemerintah juga terus mempercepat angka vaksinasi yang pertama, kedua, hingga ketiga (booster). Meskipun angka penularan meningkat drastis, Sahabat dihimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada terhadap situasi yang merebak. Tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga pola hidup yang baik agar sistem imun tetap terjaga dengan baik. Melengkapi vaksinasi dua dosis hingga booster untuk mendapatkan perlindungan lebih untuk imun dalam menghadapi COVID-19. Selain itu, diharapkan untuk mengetatkan protokol kesehatan ketika bepergian ke luar negeri.

Ready Dokter: Konsultasi Dokter Online