Valproic Acid yaitu salah satu jenis obat yang digunakan untuk mengobati epilepsi dan bipolar. Obat ini mendukung pengendalian kejang dan menstabilkan suasana hati dalam situasi tertentu. Akan tetapi, penggunaannya memerlukan perhatian khusus karena dosis, keadaan kesehatan, dan kemungkinan efek samping harus diperhatikan secara medis.
World Health Organization Tahun 2023 menambahkan valproat dalam panduan terapi untuk kondisi neurologis dan beberapa gangguan bipolar. Di balik keuntungannya, ada risiko yang perlu dipahami, terutama bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau berpotensi hamil.
Penjelasan Tentang Valproic Acid
Valproic Acid berfungsi sebagai peningkat aktivitas GABA, neurotransmitter penghambat utama di otak, yang mengurangi aktivitas listrik berlebih yang memicu kejang atau gangguan suasana hati. Karena asam valproat memiliki rentang terapeutik yang terbatas, pengawasan kadar obat dalam darah sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas terapi dan menghindari toksisitas. Dosis yang terlalu sedikit mungkin tidak cukup untuk mengendalikan kejang, sementara dosis yang terlalu banyak bisa menimbulkan efek samping yang cukup serius.
ππ»Baca Juga: Valproic Acid (TDM)
Cara Kerja Valproic Acid
Otak beroperasi melalui interaksi antara sel-sel saraf yang melibatkan sinyal listrik dan zat kimia pengirim informasi. Pada epilepsi, aktivitas listrik yang abnormal bisa menyebabkan kejang. Sementara itu, bipolar disorder ditandai oleh fluktuasi suasana hati, energi, dan aktivitas yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Valproic Acid berfungsi dengan memengaruhi proses pengiriman sinyal dalam sistem saraf untuk membantu mengatur aktivitas saraf yang berlebihan. Pada epilepsi, dampak ini berkontribusi menurunkan kemungkinan terjadinya kejang.
Dalam gangguan bipolar, obat ini berperan dalam menstabilkan suasana hati, terutama saat terjadi episode manik. Respon terhadap terapi dapat bervariasi pada tiap individu. Oleh karena itu, evaluasi manfaat terapi harus dilakukan secara berkala oleh dokter, tidak hanya berdasarkan perubahan gejala yang dialami.
Manfaat Valproic Acid
1. Mengendalikan Kejang
Mengontrol kejang dengan onset umum, yang merupakan kejang yang melibatkan kedua sisi otak sejak awalnya. Tujuannya adalah untuk menurunkan frekuensi kejang dan membantu kegiatan sehari-hari. Pemilihan obat perlu disesuaikan dengan tipe epilepsi, keadaan pasien, dan pertimbangan dokter.
ππ»Baca Juga: Anak Kejang dan Demam Tiba-Tiba? Jangan Panik, Lakukan 6 Langkah Ini
2. Menangani Episode Mania pada Gangguan Bipolar
Dalam gangguan bipolar, Asam Valproat berfungsi sebagai penstabil mood yang dapat membantu mengatasi episode mania. Keadaan ini bisa dikenali melalui peningkatan energi yang tidak normal, penurunan kebutuhan tidur, serta perilaku yang impulsif. WHO (2023) merekomendasikan valproat sebagai salah satu opsi pengobatan bagi orang dewasa yang mengalami episode mania, dengan mempertimbangkan keuntungan, efek samping, serta kondisi individu pasien.
ππ»Baca Juga: Siklotimia, Gangguan Mood Ringan yang Mirip Bipolar
3. Meningkatkan Kesejahteraan Mental
Dalam situasi tertentu, Asam Valproat dapat dipertimbangkan sebagai terapi pemeliharaan pada orang dewasa yang memiliki gangguan bipolar dan telah mencapai remisi atau mengalami perbaikan gejala. Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan keadaan dan meminimalkan kemungkinan terjadinya kekambuhan. Keputusan pemakaian jangka panjang harus didasarkan pada penilaian dokter mengenai respons terhadap terapi dan kemungkinan efek samping.
Efek Samping Valproic Acid
Sama seperti obat lainnya, Asam Valproat bisa menyebabkan efek samping. Tingkat serius dan tipe keluhan bisa bervariasi pada masing-masing individu, sehingga perubahan kondisi selama terapi perlu diperhatikan. Berbagai efek samping yang mungkin muncul antara lain:
- Masalah pencernaan seperti muntah dan ketidaknyamanan di bagian perut
- Kenaikan berat badan pada beberapa pasien
- Beberapa pasien yang mengalami kerontokan rambut
- Disfungsi hati yang membutuhkan perawatan medis
Apakah Pengguna Valproic Acid Memerlukan Pemeriksaan Laboratorium?
Pengawasan selama penggunaan Asam Valproat adalah aspek krusial dalam terapi. Pemeriksaan yang diperlukan tidak selalu konsisten di antara pasien, tetapi dokter dapat memilih pemeriksaan laboratorium dengan mempertimbangkan keadaan kesehatan, gejala, riwayat pengobatan, dan potensi efek samping.
Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa asam valproat dapat berhubungan dengan perubahan enzim hati dan tingkat amonia dalam darah.
Dokter dapat menilai beberapa faktor berikut:
- Fungsi hati, untuk menilai fungsi hati apabila ada gejala klinis yang muncul
- Analisis darah, apabila ada gejala atau tanda yang menunjukan efek samping tertentu
- Penilaian efektivitas terapi, untuk mengukur pengendalian serangan atau stabilitas emosi.
- Tinjauan temuan obat, untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya interaksi obat.
Pemeriksaan laboratorium bukan pengganti konsultasi medis, tetapi merupakan salah satu metode untuk mendukung evaluasi pengobatan saat diperlukan. Tipe dan frekuensi pemeriksaan harus ditentukan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan tiap pasien.
Jangan Abaikan Risiko, Kenali Manfaat Valproic Acid Sejak Dini
Valproic Acid berfungsi dalam terapi epilepsi dan gangguan bipolar, namun keuntungan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman tentang efek samping, risiko saat hamil, dan pentingnya pemantauan medis. Penggunaan yang tepat diawali dengan diagnosis yang benar, resep dari dokter, dan penilaian terapi secara rutin. Memahami informasi obat secara komprehensif dapat mendukung keputusan kesehatan yang lebih tepat. Segera lakukan konsultasi jika ada keluhan selama pengobatan atau terdapat niat untuk mengubah terapi. Untuk mendukung kesehatan Anda, silakan kunjungi laboratorium medis CITO untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang ditawarkan. Gunakan aplikasi Beranda CITO untuk memperoleh informasi mengenai layanan, reservasi, dan penawaran kesehatan. Gabunglah dengan WhatsApp Channel CITO agar tetap mendapatkan informasi kesehatan dan penawaran terbaru.
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Mengenal Obat-obatan pada Gangguan Bipolar. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Pedoman Tata Laksana Epilepsi, bagian efek samping obat antiepilepsi dan epilepsi dengan kehamilan. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- World Health Organization. (2023). Antiseizure Medicines for Management of Epilepsy in Adults and Children.
- World Health Organization. (2023). Antipsychotics and Mood Stabilizers in Individuals with Bipolar Mania.
- World Health Organization. (2023). WHO Issues New and Updated Recommendations on Treatment of Mental, Neurological and Substance Use Conditions.
- World Health Organization. (2024). Epilepsy.
- World Health Organization. (2026). Bipolar Disorder.
Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang JugaππΌ


