Obat bukanlah sekadar menyimpannya di laci, tas, atau lemari dapur. Faktor seperti suhu, kelembapan, cahaya, kemasan, dan lokasi penyimpanan dapat memengaruhi kualitas dan keamanan obat. Kebiasaan sederhana, seperti memindahkan tablet ke wadah tanpa label atau menyimpan obat di tempat yang terlalu panas, dapat membuat penggunaan obat menjadi kurang aman. Oleh sebab itu, pemahaman cara menyimpan obat yang benar merupakan bagian penting dari menjaga kualitas pengobatan di rumah.
Salah Menyimpan Obat Bisa Berbahaya
1. Khasiat Kandungan Obat Hilang
Suhu, cahaya, dan kelembapan yang tidak sesuai bisa memengaruhi kandungan obat. Akibatnya, obat bisa tidak bekerja maksimal dan obat tidak efektif untuk menyembuhkan penyakit.
2. Pengobatan Jadi Kurang Optimal
Apabila obat yang sudah rusak karena penyimpanan yang salah, efek pengobatan bisa ikut terganggu dan proses pemulihan bisa lebih lama sehingga kondisi bisa lebih memburuk.
3. Menambah Waktu dan Biaya
Pengobatan yang tidak maksimal bisa membuat kamu harus beli obat lagi. Bukannya sembuh, malah keluar biaya tambahan untuk membeli obat baru.
WHO Tahun 2024 mengatakan bahwa kondisi penyimpanan harus disesuaikan dengan karakteristik produk agar bahan aktif tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan maupun kemasan. Artinya, obat yang terlihat bagus belum tentu disimpan dengan benar. Inilah alasan mengapa cara menyimpan obat yang benar perlu menjadi kebiasaan, bukan sekadar dilakukan ketika obat akan digunakan.
ππ»Baca Juga: Tips Minum Obat Saat Puasa: Aman, Tepat, dan Tetap Efektif
Cara Menyimpan Obat yang Benar
1. Periksa Petunjuk Penyimpanan Pada Kemasan
Sebelum meletakkan obat di tempat penyimpanan, periksa label atau kemasan untuk mengetahui suhu dan kondisi penyimpanannya. Kementerian Kesehatan menyarankan agar pedoman penyimpanan pada label menjadi dasar. Secara umum, obat harus disimpan pada suhu kamar dan tidak terpapar sinar matahari langsung, tetapi instruksi khusus harus diikuti sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasan.
2. Tetap Menggunakan Kemasan Asli
Jangan buru-buru memindahkan obat. Simpan dalam kemasan aslinya dan pastikan kemasannya tetap tertutup rapat. Nama obat, aturan penggunaan, tanggal kedaluwarsa, dan informasi penyimpanan lainnya biasanya ada di kemasan asli. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2023 menyarankan agar obat tetap dalam kemasan asli dan wadah tertutup rapat. Etiket juga harus disimpan karena berisi informasi penting tentang obat.
3. Pantau Tanggal Kedaluwarsa
Biasakan cek tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat secara berkala sebelum digunakan. Kementerian Kesehatan menyarankan agar obat yang telah kedaluwarsa atau rusak tidak disimpan untuk digunakan kembali. Pemeriksaan berkala juga membantu memastikan obat yang tersedia masih sesuai dengan kebutuhan.
4. Hindari Tempat Panas dan Lembab
Pilih tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung. Supaya kualitas obat terjaga. Hindari penyimpanan di dalam mobil. Ketika mobil terparkir, suhunya dapat meningkat secara signifikan, terutama jika berada di bawah cahaya matahari. Karena itu, mobil bukan tempat yang baik untuk menyimpan obat untuk waktu yang lama. Salah satu hal yang harus diperhatikan saat menyimpan obat di rumah adalah larangan meninggalkan obat di mobil untuk waktu yang lama.
5. Perhatikan Batas Pemakaian
Setelah kemasan dibuka, masa penggunaan obat bisa berbeda dari tanggal kedaluwarsa yang tertera. Jadi, jangan lupa cek batas pemakainnya.
Kenali Tanda Obat yang Sudah Mengalami Perubahan
Jangan fokus pada tanggal kedaluwarsa. Selain itu, kondisi fisik obat harus diperhatikan sebelum digunakan. Menurut Kementerian Kesehatan, tanda-tanda kerusakan obat termasuk perubahan warna atau bau, munculnya bintik, obat menjadi lembap, tablet pecah atau retak, kapsul lembek atau terbuka, dan perubahan pada sediaan cair seperti endapan, kekeruhan, pemisahan, atau perubahan konsistensi.
ππ»Baca Juga: Tes Genomik CITO Membantu Kenali Risiko Penyakit Lebih Awal
Jenis dan Cara Menyimpan Obat
- Tablet dan kapsul: Simpan obat di tempat sejuk dan kering, jauhkan dari panas, dan sinar matahari secara langsung
- Obat sirup: Simpan pada suhu ruang yang sejuk, hindari menyimpan di kulkas
- Obat vagina/anus: Simpan di bagian kulkas supaya suhu tetap stabil
- Obat semprot: Jangan pernah simpan obat jenis ini di suhu tinggi atau terkena panas berlebihan supaya kualitas obat tetap terjaga
- Insulin: Sebelum dipakai simpan di kulkas. Setelah dipakai, cukup simpan di suhu ruang.
Yuk Mulai Simpan Obat dengan Tepat
Cara menyimpan obat yang benar tidak memerlukan peralatan yang kompleks. CITOGen Farmakogenomik. Tes farmakogenomik merupakan tes DNA yang mudah dilakukan untuk melihat respon tubuh terhadap berbagai jenis obat guna melihat risiko efek samping dan pilihan obat yang paling efektif sesuai dengan profil genetik kamu. Kunjungi laboratorium medis CITO terdekat untuk mendapatkan informasi kesehatan tambahan, melakukan pemeriksaan laboratorium, atau menemukan layanan medis yang sesuai kebutuhan Anda. Anda juga dapat mengakses situs resmi Laboratorium Medis CITO dan aplikasi Beranda CITO untuk memesan pemeriksaan, melihat hasil laboratorium secara online, melihat riwayat pemeriksaan, dan mendapatkan informasi kesehatan terkini.
ππ»Baca Juga: Farmakogenomik, Hindari Salah Obat dengan CITOGen Pharmaco-GX
Β
Innovation for Happiness
REFERENSI
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Cara Penyimpanan Obat yang Baik di Rumah. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Penyimpanan Obat di Rumah. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Bagaimana Penyimpanan Obat yang Benar. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Cara Menyimpan Obat yang Benar. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Syarat Kecakapan Khusus: Krida Obat.
- World Health Organization. 2024. Health Products Policy and Standards: Regulatory Standards.
- World Health Organization. 2024. WHO, BPOM Meningkatkan Akses pada Obat-obatan yang Aman dan Efektif.
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. About the PROTECT Initiative: Medication Safety.
