Waspadai Gatal karena Penyakit Ginjal, Kenali Gejala Awalnya
Ilustrasi seseorang mengalami gatal karena penyakit ginjal kronis pada kulit kering

Gatal di kulit biasanya dianggap sebagai masalah kecil yang disebabkan oleh alergi, gigitan hewan atau serangga, atau kulit yang kurang lembab. Padahal, di beberapa situasi, gatal yang terus-menerus tanpa penyebab jelas bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit ginjal. Gatal karena penyakit ginjal berbeda dengan gatal yang biasa. Rasa gatalnya bisa sangat hebat, bahkan terkena sentuhan ringan saja bisa jadi pemicunya. Jika digaruk, justru semakin gatal. Kulit biasanya juga sangat kering . gatal ini semakin buruk. Kulit cenderung sangat kasar bahkan bersisik karena fungsi ginjal yang menurun membuat perlindungan alami kulit ikut terganggu. Jika terus digaruk, kulit bisa lecet, pecah-pecah hingga meningkatkan infeksi.
Mengenali tanda-tanda gatal yang mungkin terkait dengan masalah ginjal adalah langkah penting agar pemeriksaan bisa dilakukan lebih awal dan penanganan tidak terlambat.

👉🏻Baca Juga: Penyakit Ginjal Akut vs. Kronis: Kenali Perbedaan dan Cara Pengobatan

Mengapa Penyakit Ginjal Bisa Menyebabkan Gatal?

Ginjal bertugas menyaring produk limbah metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit, dan mineral dalam tubuh. Saat fungsi ginjal berkurang, berbagai limbah yang seharusnya dibuang melalui urine bisa terakumulasi dalam darah. Suatu keadaan di mana ginjal mengalami kerusakan atau penurunan fungsi yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Dengan memburuknya fungsi ginjal, berbagai komplikasi dapat timbul, termasuk masalah kulit.

Sementara itu, World Health Organization tahun 2024 mengungkapkan bahwa penyakit tidak menular, termasuk gagal ginjal kronis, telah menjadi salah satu faktor peningkatan beban kesehatan global akibat sering kali terdeteksi terlambat.

Salah satu penyebab gatal yang muncul akibat penyakit ginjal adalah akumulasi racun uremik dalam darah (uremic pruritus). Selain itu, ketidakseimbangan kalsium, fosfor, hormon paratiroid, peradangan kronis, dan kulit yang menjadi lebih kering juga berperan dalam munculnya rasa gatal.

Ciri-ciri Gatal Karena Penyakit Ginjal

Tidak semua rasa gatal berkaitan dengan gangguan ginjal. Namun, beberapa karakteristik berikut patut menjadi perhatian.

1. Gatal yang Berlangsung Lama dan Sulit Diatasi

Berbeda dengan alergi yang biasanya mereda setelah penyebab diatasi, gatal karena penyakit ginjal dapat berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan meskipun sudah menggunakan salep atau obat gatal.

2. Tidak Disertai Ruam yang Jelas

Banyak penderita hanya merasakan gatal hebat tanpa muncul bentol, kemerahan, maupun ruam. Luka pada kulit umumnya baru muncul akibat garukan yang dilakukan terus-menerus.

3. Terjadi Pada Malam Hari

Uremic pruritus sering memburuk pada malam hari sehingga mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan tubuh terasa Lelah pada keesokan harinya.

4. Lokasi Gatal Tidak Selalu Sama

Kulit penderita penyakit ginjal sering kehilangan kelembapan alami sehingga tampak kasar, pecah-pecah, dan mudah terasa gatal.

Gatal Bisa Muncul Sebelum Gejala Ginjal Lain Terasa

Banyak orang mengira penyakit ginjal selalu ditandai dengan nyeri pinggang atau sulit buang air kecil. Faktanya, kedua keluhan tersebut justru tidak selalu muncul pada penyakit ginjal kronis tahap awal. Dalam beberapa kasus, gatal karena penyakit ginjal menjadi salah satu keluhan pertama yang dirasakan sebelum muncul gejala lain seperti:

  • Tubuh mudah lelah
  • Pembengkakan pada kaki
  • Tekanan darah tinggi
  • Penurunan nafsu makan
  • Muncul rasa mual
  • Perubahan frekuensi buang air kecil

Karena itu, rasa gatal yang berlangsung lama tanpa penyebab jelas tidak sebaiknya dianggap sebagai gangguan kulit biasa.

Siapa yang Beresiko Mengalami Gatal Karena Penyakit Ginjal?

Risiko lebih tinggi ditemukan oleh individu yang punya riwayat penyakit diabetes melitus, hipertensi, obesitas, jantung, hingga seseorang yang kebiasaan merokok. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) menekankan bahwa diabetes dan hipertensi tetap menjadi penyebab utama dari penyakit ginjal kronis di Indonesia. Karena itu, kelompok yang memiliki faktor risiko tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin.

Cara Mengurangi Gatal Karena Penyakit Ginjal

Penanganan utama tetap berfokus pada penyebabnya, yaitu gangguan fungsi ginjal. Selain mengikuti terapi dari dokter, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan:

  • Menjaga kelembapan kulit menggunakan pelembap tanpa pewangi
  • Menghindari mandi menggunakan air yang terlalu panas
  • Menggunakan pakaian berbahan lembut
  • Mengurangi kebiasaan menggaruk kulit
  • Mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah
  • Menjalani pola makan sesuai anjuran tenaga kesehatan
  • Melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala

Apabila gatal berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis tidak sebaiknya ditunda.

👉🏻Baca Juga: Cegah Penyakit Ginjal Dengan CERDIK

Jangan Tunggu Ginjal Memberikan Alarm yang Lebih Berat

Rasa gatal yang berulang tanpa alasan yang jelas tidak selalu disebabkan oleh masalah kulit. Dalam situasi tertentu, rasa gatal akibat penyakit ginjal bisa menjadi indikasi awal bahwa fungsi ginjal mulai menurun. Semakin cepat gangguan teridentifikasi, semakin tinggi kemungkinan untuk memperlambat kemajuan penyakit dan menghindari komplikasi. Memelihara kesehatan ginjal tidak hanya dilakukan saat ada gejala, tetapi juga melalui tes laboratorium secara berkala, terutama pada kelompok dengan faktor risiko.

Untuk mendapatkan informasi kesehatan terkini, penawaran pemeriksaan laboratorium, serta edukasi kesehatan yang dapat diandalkan, bergabunglah dengan WhatsApp Channel CITO dan gunakan aplikasi Beranda CITO sebagai solusi layanan kesehatan yang cepat, sederhana, dan terintegrasi.

 

Innovation For Happiness

REFERENSI
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Chronic Kidney Disease (CKD).
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Kidney Disease Basics.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kenali Penyakit Ginjal Kronis dan Upaya Pencegahannya.
  • World Health Organization. (2024). Noncommunicable Diseases.
  • World Health Organization. (2024). Chronic Kidney Disease.