Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia dengan dampak yang terus meningkat dari tahun ke tahun. World Health Organization Tahun 2022 menunjukkan bahwa pada tahun 2022 terdapat sekitar 20 juta kasus kanker baru secara global dengan sekitar 9,7 juta kematian akibat penyakit ini. Secara statistik, sekitar satu dari lima individu akan mengalami kanker sepanjang hidupnya. Di Indonesia sendiri, beban kanker juga signifikan, dengan lebih dari 400 ribu kasus baru yang dilaporkan setiap tahun. Angka ini memperlihatkan bahwa kanker bukan lagi isu kesehatan minor, melainkan fenomena global yang membutuhkan pemahaman mendalam, termasuk mengenai apakah kanker penyakit keturunan atau lebih dipengaruhi faktor lain.
Apa itu Kanker?
Kanker merupakan kondisi ketika sel-sel tubuh mengalami pertumbuhan abnormal akibat perubahan atau mutasi pada DNA. Mutasi tersebut dapat terjadi secara spontan, dipicu faktor lingkungan, gaya hidup, maupun faktor genetik yang diwariskan. Menurut World Health Organization (WHO), kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia dengan jutaan kasus baru setiap tahunnya. Sebagian besar kasus kanker terjadi akibat kombinasi berbagai faktor risiko, bukan hanya satu penyebab tunggal. Perubahan genetik yang memicu kanker dapat terjadi sepanjang hidup karena paparan zat karsinogenik, pola makan, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga proses penuaan alami. Namun, sebagian kecil kasus berkaitan dengan mutasi gen yang diturunkan dari orang tua.
👉🏻Baca Juga: Setiap Hari 1000 Anak Melawan Kanker: Fakta, Harapan, dan Peran Kita Semua
Apakah Kanker Penyakit Keturunan?
Kanker penyakit keturunan adalah kondisi dimana seseorang mewarisi mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker. World Health Organization Tahun 2025 mengatakan bawah kanker bukanlah penyakit yang diturunkan secara langsung, melainkan sebagian besar disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Hanya sekitar 5-10% kasus kanker yang bersifat herediter akibat karena mutasi genetik yang bawaan dari orang tua. Artinya, sebagian besar kanker bukan murni penyakit keturunan. Faktor gaya hidup, lingkungan, serta faktor biologis lainnya. Meski demikian, riwayat keluarga tetap menjadi indikator penting dalam penilaian risiko individu.
Berikut jenis kanker yang terdapat kaitannya dengan genetika:
- Kanker payudara dan ovarium yang berkaitan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2.
- Kanker kolorektal herediter seperti Lynch syndrome.
- Kanker prostat tertentu dengan predisposisi genetik.
- Beberapa jenis kanker pankreas dan melanoma.
Perbedaan Kanker Genetik dan Kanker Non-Genetik
Kanker genetik merupakan jenis kanker yang terjadi akibat mutasi gen yang diwariskan dari orang tua, sehingga risiko sudah ada sejak lahir. Mutasi ini meningkatkan kemungkinan berkembangnya kanker, tetapi tidak selalu menyebabkan penyakit secara langsung karena faktor lingkungan dan gaya hidup tetap berperan. Sementara itu, kanker non genetik atau sporadis muncul akibat perubahan gen yang terjadi sepanjang kehidupan, biasanya dipengaruhi oleh penuaan, paparan lingkungan, serta kebiasaan hidup. Sebagian besar kasus kanker termasuk kategori non genetik.
Berikut perbedaan kanker genetik dan non genetik
Kanker genetik:
- Disebabkan mutasi gen yang diwariskan
- Risiko sudah ada sejak lahir
- Cenderung muncul pada usia lebih muda
- Sering terdapat riwayat keluarga
Kanker non genetik (sporadis):
- Mutasi terjadi selama kehidupan
- Dipengaruhi gaya hidup dan lingkungan
- Lebih sering muncul pada usia lanjut
- Tidak selalu memiliki riwayat keluarga
Apakah Kanker Keturunan Bisa Dicegah?
Kanker penyakit keturunan sering dianggap sebagai kondisi yang tidak dapat dihindari karena berkaitan dengan faktor genetik. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberadaan mutasi gen hanya meningkatkan risiko, bukan menentukan kepastian diagnosis. Cara pencegahan dan deteksi dini tetap memiliki peran besar dalam menurunkan dampak kanker, termasuk pada individu dengan risiko genetik. Berikut beberapa langkah penting dalam mencegah kanker:
1. Pola Makan Bergizi Seimbang
Konsumsi makanan kaya serat, sayur, buah, serta sumber protein berkualitas membantu menjaga fungsi metabolisme dan sistem imun. Pola makan sehat dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker dengan mengurangi paparan zat karsinogenik dan menjaga berat badan ideal, termasuk pada individu dengan risiko kanker penyakit keturunan.
2. Olaharaga Secara Rutin
Aktivitas fisik berperan dalam menjaga keseimbangan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengatur hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan sel. WHO merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Olahraga membantu menurunkan peradangan sistemik dan meningkatkan fungsi sistem imun sehingga tubuh lebih efektif melawan perubahan sel abnormal. Selain itu, aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik, yang secara tidak langsung mendukung keseimbangan fisiologis tubuh. Bagi individu dengan risiko kanker penyakit keturunan, olahraga rutin menjadi strategi non-medis yang sederhana tetapi berdampak besar. Aktivitas tidak harus selalu berat; berjalan cepat, bersepeda, atau latihan ringan secara konsisten sudah memberikan manfaat signifikan.
3. Berhenti Merokok
Paparan tembakau merupakan salah satu faktor risiko terbesar yang berkontribusi terhadap berbagai jenis kanker. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa berhenti merokok dapat secara signifikan menurunkan risiko kanker paru, mulut, tenggorokan, serta beberapa jenis kanker lainnya. Zat karsinogen dalam asap rokok dapat merusak DNA dan mempercepat mutasi gen yang berpotensi memicu kanker. Pada kondisi kanker penyakit keturunan, paparan lingkungan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Oleh karena itu, menghindari faktor eksternal yang bersifat karsinogenik menjadi langkah penting dalam pengelolaan risiko.
4. Menjaga Kualitas Tidur
Kualitas tidur yang baik membantu tubuh melakukan proses regenerasi sel dan menjaga keseimbangan hormon. Kurang tidur dapat memicu peningkatan hormon stres seperti kortisol yang berkaitan dengan inflamasi kronis dan penurunan sistem imun. WHO dan berbagai penelitian kesehatan menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memengaruhi fungsi biologis tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit kronis. Tidur cukup selama 7–9 jam per malam serta rutinitas harian yang seimbang mendukung fungsi tubuh secara optimal.
5. Konsultasi Genetik
Konsultasi genetik bagi individu yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga. Proses ini membantu memahami pola pewarisan, menentukan kebutuhan pemeriksaan tambahan, serta menyusun strategi pencegahan yang lebih personal dan berbasis data medis.
6. Periksa Kesehatan Secara Rutin
Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi perubahan sel atau biomarker yang berpotensi berkembang menjadi kanker sebelum muncul gejala. WHO menyebutkan bahwa deteksi dini merupakan strategi paling efektif untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan menurunkan angka kematian akibat kanker. Individu dengan riwayat kanker penyakit keturunan sering disarankan menjalani skrining lebih awal atau lebih sering dibandingkan populasi umum.
👉🏻Baca Juga: Kanker Hingga Penyakit Langka Dapat Dideteksi dengan CITOGen Health Risk
Mulai Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Keturunan
Pemahaman mengenai kanker penyakit keturunan memberikan perspektif baru bahwa faktor genetik bukanlah akhir dari segalanya. Risiko yang berasal dari gen dapat dikelola melalui pendekatan preventif yang tepat, termasuk penerapan gaya hidup sehat, pemantauan kesehatan secara berkala, serta deteksi dini yang terencana. Kanker penyakit keturunan memang meningkatkan kerentanan, tetapi bukan berarti tidak dapat dikendalikan. Kesadaran terhadap riwayat keluarga, pemahaman terhadap faktor risiko pribadi, serta konsistensi melakukan skrining kesehatan menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas hidup jangka panjang. Melakukan pemeriksaan di laboratorium medis terpercaya dapat menjadi langkah awal yang tepat untuk memahami kondisi kesehatan secara menyeluruh. Akses layanan melalui aplikasi Beranda CITO memberikan kemudahan dalam melihat hasil pemeriksaan, mendapatkan informasi kesehatan terbaru, serta mengikuti update promo layanan yang tersedia. Follow WhatsApp Channel CITO untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan, promo, hingga informasi kesehatan terkini.
Innovation For Happiness



