Jangan Anggap Remeh Nyeri Perut! Bisa Jadi Tanda Kanker Lambung
kanker lambung

Sakit maag yang tak kunjung reda, perut kembung, atau mual berkepanjangan sering kali dianggap keluhan biasa. Namun, tahukah Anda bahwa gejala-gejala ini bisa menjadi pertanda awal dari kondisi yang lebih serius, seperti kanker lambung?

Kanker lambung merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas di tahap awal. Banyak orang mengira keluhan yang mereka alami hanyalah gangguan lambung ringan, sehingga penanganan medis sering terlambat dilakukan. Padahal, ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut, pengobatannya menjadi jauh lebih sulit dan peluang sembuh pun menurun.

Di Indonesia sendiri, kasus kanker ini cukup banyak ditemukan, namun kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini masih rendah. Padahal, dengan deteksi dini, kondisi ini bisa ditangani lebih optimal.

Lalu, bagaimana sebenarnya kanker lambung terjadi? Apa saja penyebab dan gejalanya? Mari simak penjelasan lengkap berikut ini.

Apa Itu Kanker Lambung?

Kanker lambung adalah jenis kanker yang terbentuk akibat pertumbuhan sel abnormal di dalam lambung secara tidak terkendali. Umumnya, kanker ini dimulai di lapisan terdalam lambung (mukosa), lalu menyebar ke lapisan submukosa, muskularis, hingga serosa.

Kanker ini  tergolong sebagai salah satu kanker mematikan dan menjadi penyebab kematian akibat kanker yang tinggi di dunia. Berdasarkan data WHO, pada tahun 2020 tercatat sekitar 769.000 kematian global disebabkan oleh kanker lambung.

Jenis-Jenis Kanker Lambung:

  • Adenokarsinoma: Paling umum, berasal dari lapisan mukosa lambung.
  • Limfoma: Berasal dari sel-sel sistem imun di dinding lambung.
  • GIST (Gastrointestinal Stromal Tumor): Berasal dari sel khusus di sistem pencernaan.
  • Carcinoid Tumor: Berasal dari sel penghasil hormon di lambung.
  • Kanker langka lainnya: Squamous cell carcinoma, small cell carcinoma, leiomyosarcoma.

Penyebab Kanker Lambung

Penyebab utama kanker lambung belum diketahui secara pasti, namun diduga kuat dipicu oleh mutasi genetik yang menyebabkan sel-sel lambung tumbuh tidak normal.

Faktor Risiko:

  • Merokok
  • Usia > 55 tahun
  • Pria lebih berisiko dibanding wanita
  • Riwayat operasi lambung
  • Riwayat keluarga dengan kanker terutama lambung

Penyakit yang Berisiko:

  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV)
  • GERD (refluks asam lambung kronis)
  • Radang lambung kronis
  • Polip lambung
  • Anemia karena defisiensi vitamin B12
  • Imunodefisiensi (HIV/AIDS, penggunaan imunosupresan jangka panjang)
  • Penyebaran dari kanker lain (usus, prostat, esofagus, serviks)

Gaya Hidup yang Berkontribusi:

  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Sering makan makanan olahan, tinggi garam, atau daging yang dibakar
  • Jarang makan buah dan sayuran
  • Kurang olahraga
  • Obesitas
  • Tidak memasak makanan secara higienis

Gejala Kanker Lambung

Pada tahap awal, kanker ini sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda awal yang bisa muncul:

Gejala Awal:

  • Perut kembung, sering bersendawa
  • Nyeri ulu hati atau mulas
  • Cepat kenyang meski makan sedikit
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Berat badan turun tanpa sebab

Gejala Stadium Lanjut:

  • Muntah darah
  • Feses hitam atau berdarah
  • Anemia (lemas, pucat)
  • Pembengkakan perut (asites)
  • Sakit kuning (kulit dan mata menguning)

Diagnosis Kanker Lambung

Diagnosis dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang.

A. Tes Pencitraan:

  • CT Scan dan Rontgen: Mendeteksi tumor atau kelainan pada lambung.
  • USG Perut: Melihat penyebaran ke organ lain, terutama hati.

B. Endoskopi:

  • Menggunakan tabung kamera (gastroskopi) untuk melihat bagian dalam lambung dan mengambil sampel jaringan.

C. Biopsi:

  • Analisis jaringan di laboratorium untuk memastikan adanya sel kanker.
  • Bisa disertai PET Scan dan bedah laparoskopi untuk mengevaluasi penyebaran kanker lebih lanjut.

Tes Tambahan:

  • Tes darah (fungsi organ, infeksi H. pylori)
  • Tes tinja (darah tersembunyi)

Stadium Kanker Lambung

  • Stadium 1: Kanker terbatas di mukosa lambung, mulai menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: Menyebar ke lapisan otot lambung dan kelenjar getah bening lebih banyak.
  • Stadium 3: Menyerang seluruh lapisan lambung atau menyebar ke jaringan sekitar.
  • Stadium 4: Menyebar ke organ tubuh lain (metastasis).

Baca Juga: Ablasi Retina: Kondisi Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Cara Mengobati Kanker Lambung

Jenis pengobatan tergantung pada stadium kanker dan kondisi pasien.

1. Operasi

  • Gastroskopi dengan tindakan pengangkatan (stadium awal)
  • Gastrektomi parsial atau total: Pengangkatan sebagian atau seluruh lambung dan kelenjar getah bening di sekitarnya.

2. Kemoterapi

  • Obat yang digunakan: Epirubicin, Capecitabine, Cisplatin, Fluorouracil, Oxaliplatin, Irinotecan.
  • Bisa diberikan sebelum (neoadjuvant), sesudah (adjuvant), atau tanpa operasi.

3. Radioterapi

  • Menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker.
  • Bisa dikombinasikan dengan kemoterapi.

4. Terapi Target

  • Obat-obatan seperti Trastuzumab, Imatinib, Ramucirumab, Sunitinib.
  • Menyerang sel kanker dengan karakter genetik tertentu atau memperkuat sistem imun.

Perawatan Tambahan di Rumah:

  • Diet kanker
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Rutin berobat sesuai jadwal
  • Olahraga ringan sesuai kondisi
  • Menjaga pola makan sehat

Pencegahan Kanker Lambung

Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Berhenti merokok
  • Pola makan sehat (banyak serat, sedikit makanan olahan dan garam)
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga minimal 30 menit per hari, 3–5 kali seminggu
  • Menghindari alkohol dan makanan yang dibakar atau diasap

Kesimpulan

Kanker lambung sering tidak disadari hingga memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk waspada terhadap gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau muntah yang tak kunjung membaik. Deteksi dini melalui pemeriksaan endoskopi dan konsultasi medis sangat dianjurkan, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko.

Jika Anda mengalami gejala mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter spesialis onkologi atau pencernaan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

Untuk kemudahan akses layanan kesehatan, Anda juga dapat memanfaatkan layanan Ready Dokter dari CITO untuk konsultasi medis online kapan saja, serta CITO Home Service yang memungkinkan Anda menjalani pemeriksaan kesehatan langsung di rumah.

Referensi
Ready Dokter