ilustrasi Influenza Melonjak Dua Kali Lipat dalam Seminggu: Begini Cara Menanganinya

Kementrian Kesehatan Tahun 2026 mengatakan bahwa kasus influenza melonjak dua kali lipat dalam seminggu. Kasus tersebut masih dipantau oleh Kemenkes. Saat kasus influenza meningkat di suatu wilayah, virus ini dapat menyebar dengan cepat karena penularannya terjadi melalui partikel udara yang berkontak langsung dengan tangan maupun permukaan yang terinfeksi.

Berdarakan pemantauan WHO pada 23 Agustus 2026, aktivitas influenza di seluruh dunia tetap pada level yang rendah dan cukup stabil. Namun, sejumlah daerah di Asia Tenggara dan region lainnya masih menunjukkan tingkat positivitas yang lebih tinggi, sehingga pengawasan tetap diperlukan.

Influenza Mudah Menyebar

Influenza adalah infeksi saluran pernapan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza tipe A dan B merupakan penyebab utama dari influenza musiman pada manusia. Kondisi ini dapat berlangsung sepanjang tahun, termasuk di daerah tropis seperti Indonesia, meskipun pola pertumbuhannya bisa bervariasi antar wilayah. WHO memperkirakan terdapat sekitar satu miliar kasus flu musiman setiap tahun di seluruh dunia, dengan sekitar 3–5 juta kasus mengalami penyakit serius.

Influenza tersebar ketika individu yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau melepaskan partikel pernapasan. Penyebaran juga bisa berlangsung melalui tangan yang terinfeksi virus yang kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata. Kondisi ruangan yang tertutup, sesak, dan memiliki ventilasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko penularan.

πŸ‘‰πŸ» Baca Juga: Super Flu Mulai Masuk di Indonesia: Kenali Penyebabnya

Perbedaan Influenza A, B, dan Flu Biasa

Berikut cara membedakan antara Influenza A, Influenza B, dan Flu Biasa:

  • Influenza A: Virus ini dapat menginfeksi manusia dan hewan. Virus ini sangat mudah berevolusi, yang berpotensi memicu pandemi, dan bertanggung jawab atas sekitar 75 persen kasus pandemi influenza secara global.
  • Influenza B: Umumnya menular antarmanusia terutama menular pada anak-anak. Meski cenderung lebih stabil dibanding tipe A, virus ini tetap berisiko tinggi bagi balita, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah.
  • Flu Biasa: Flu biasa atau disebut dengan Common Bold biasanya disebabkan oleh Rhinovirus atau Adenovirus dengan gejala yang jauh lebih ringan dan jarang menimbulkan komplikasi serius.

Gejala Influenza

Gejala influenza umumnya muncul secara tiba-tiba:

Suhu Tubuh Tinggi

Demam bisa muncul sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi virus influenza. Namun, tidak semua orang yang terinfeksi influenza mengalami demam, sehingga keadaan tanpa demam tidak selalu berarti tidak terjangkit influenza.

πŸ‘‰πŸ» Baca Juga: Cuaca Tidak Menentu Picu Peningkatan Influenza dan Penularannya

1. Mulai Muncul Batuk

Batuk adalah salah satu tanda yang sering dijumpai pada influenza. Batuk bisa bertahan cukup lama meskipun gejala lainnya mulai membaik.

2. Rasa Sakit di Tenggorokan

Infeksi influenza dapat mengakibatkan tenggorokan terasa sakit, kering, atau tidak nyaman, khususnya saat menelan. Keluhan ini bisa muncul bersamaan dengan batuk dan hidung yang tersumbat

3. Hidung Mulai Tersumbat

Inflamasi pada saluran pernapasan dapat mengakibatkan peningkatan produksi lendir yang membuat hidung terasa tersumbat atau berair. Gejala ini juga bisa membuat pernapasan menjadi tidak nyaman.

4. Timbul Rasa Nyeri pada Otot dan Tubuh

Influenza dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri pada otot dan tubuh. Keluhan ini biasanya terasa lebih mencolok dibandingkan dengan pilek biasa.

5. Sakit Kepala

Sakit kepala bisa muncul bersamaan dengan demam, menggigil, dan nyeri tubuh sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi.

6. Tubuh Terasa Lemas

Kelelahan akibat influenza bisa sangat kuat dan tetap ada meskipun gejala utama mulai berkurang. Pada beberapa individu, proses pemulihan energi mungkin memerlukan waktu yang lebih lama.

7. Mual, Muntah, dan Diare

Keluhan sistem pencernaan seperti mual, muntah, dan diare lebih umum dijumpai pada anak-anak yang terinfeksi influenza dibandingkan dengan orang dewasa.

Cara Tepat Menangani Influenza

1. Mengonsumsi Antibiotik

Influenza disebabkan oleh virus, sementara antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan tidak efektif terhadap virus influenza.

2. Istirahat dan Penuhi Kebutuhan Cairan

Dalam situasi dengan gejala ringan, beristirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengurangi aktivitas yang dapat menularkan penyakit adalah faktor penting dalam proses pemulihan. WHO juga menyarankan agar penderita influenza dengan gejala ringan tetap di rumah dan menghindari interaksi dekat dengan orang lain selama masa sakit.

3. Konsumsi Obat Antivirus

Obat antivirus bisa diresepkan dalam situasi tertentu sesuai dengan evaluasi dari tenaga kesehatan. CDC menjelaskan bahwa obat antivirus untuk influenza paling efektif jika diberikan segera, sebaiknya dalam 1–2 hari setelah gejala mulai muncul. Terapi itu bisa membantu mengurangi tingkat keparahan gejala, mempersingkat lama sakit, dan menurunkan risiko beberapa komplikasi.

4. Vaksinasi Influenza

Dengan melakukan vaksinasi, dapat mencegah keparahan gejala influenza dengan tingkat perlindungan sekitar 70% pada anak dan 40% pada orang dewasa.

πŸ‘‰πŸ» Baca Juga: Super Flu di Indonesia, Kenali H3N2 dan Deteksi Dini di Laboratorium

5. Gunakan Masker Apabila di Luar Ruangan

Tetap menggunakan masker setiap keluar rumah atau ruangan, rajin mencuci tangan, dan ikuti protokol batuk.

Jangan Tunggu Influenza Melonjak

Influenza adalah infeksi pada saluran pernapasan yang bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu. Saat influenza meningkat di suatu waktu atau tempat, reaksi yang benar bukanlah ketakutan, melainkan meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan tangan, memperbaiki ventilasi, menghindari kontak dekat saat sakit, mempertimbangkan vaksinasi, dan segera mencari bantuan medis ketika ada tanda-tanda bahaya. Kenali tanda-tanda, perhatikan keadaan tubuh, dan lakukan pemeriksaan jika perlu. Untuk memperoleh informasi mengenai layanan pemeriksaan, promo, dan edukasi kesehatan terkini, kunjungi Laboratorium Medis CITO, akses aplikasi Beranda CITO, dan gabung dengan WhatsApp Channel CITO.

Β 

Innovation for Happiness

REFERENSI
  • World Health Organization. (2025). Influenza (seasonal). World Health Organization.
  • World Health Organization. (2026). How can I avoid getting the flu? World Health Organization.
  • World Health Organization. (2026). Global Respiratory Virus Activity: Weekly Update NΒ° 593. World Health Organization.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 06 Desember 2025 (Minggu ke-49). Kementerian Kesehatan RI.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 27 Desember 2025 (Minggu ke-52). Kementerian Kesehatan RI.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Signs and Symptoms of Flu. CDC.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Treatment of Flu. CDC.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Preventing Seasonal Flu. CDC.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Treating Flu with Antiviral Drugs. CDC

Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang JugaπŸ‘‡πŸΌ