World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa penyakit kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Sebanyak 10 juta kasus di setiap tahunnya. Pemicu kanker tidak hanya faktor genetik saja, tetapi bisa pola hidup dan pola makanan yang tidak sehat. Banyak orang menyepelekan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memicu terbentuknya senyawa karsinogenik dalam tubuh. Senyawa ini berpotensi merusak sel DNA, memicu peradangan kronis, dan meningkatkan risiko pertumbuhan sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker.
Meskipun, jenis makanan yang dikonsumsi tidak lansgung memicu datangnya sel kanker, mengonsumsi secara berlebihan dengan jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya sel kanker. Oleh karena itu, penting untuk mengenali makanan pemicu tumbuhnya sel kanker agar dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.
👉🏻Baca Juga: Apakah Kanker Penyakit Keturunan? Risiko Genetik yang Perlu Diketahui
Mengapa Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker?
WHO Tahun 2024 mengatakan bahwa pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit tidak menular, salah satunya yaitu kanker. Beberapa makanan dapat menghasilkan zat karsinogenik ketika diproses, diawetkan, atau dimasak pada suhu sangat tinggi.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2024 juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula berlebih, serta makanan olahan dapat meningkatkan risiko obesitas yang merupakan faktor risiko utama berbagai jenis kanker.
Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker yang Perlu Diketahui
1. Daging Olahan
Sosis, nugget, ham, kornet, dan bacon adalah contoh daging olahan. Mereka termasuk dalam kelompok yang dikategorikan sebagai karsinogen Grup 1 oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) badan riset kanker WHO. Sehingga, terbukti dapat meningkatkan risiko kanker bila dikonsumsi secara terus menerus. Penggunaan nitrat dan nitrit dalam proses pengawetan bisa membentuk senyawa nitrosamin. Senyawa ini dapat meningkatkan risiko kanker usus besar atau kolorektal.
Konsumsi daging olahan yang sering dilakukan dapat meningkatkan paparan zat yang berpotensi memicu pertumbuhan sel abnormal. Semakin sering seseorang mengonsumsi daging olahan, maka semakin tinggi pula risiko paparan zat tersebut. Daging olahan memang mengandung zat yang bisa memicu pertumbuhan sel abnormal, sehingga konsumsi daging olahan yang sering dapat meningkatkan risiko tersebut.
👉🏻Baca Juga: Daging Jangan Dicuci Dulu? Kenali Risiko dan Cara Aman Mengolahnya
👉🏻Baca Juga: 10 Makanan Beku Sehat, Pilihan Cerdas di Tengah Aktivitas Padat
2. Daging yang terlalu Merah
Daging sapi, kambing, dan domba merupakan sumber protein hewani yang baik. Namun, apabila mengonsumsi secara berlebihan, maka daging tersebut bisa menjadi makanan pemicu tumbuhnya sel kanker. World health Organization mengtakan bahwa seseorang yang mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
Selain memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, proses pencernaan daging merah juga dapat menghasilkan beberapa senyawa yang berpotensi merusak lapisan usus. Risiko tersebut juga semakin meningkat ketika daging dimasak dengan suhu yang sangat tinggi, seperti dibakar atau dipanggang hingga hangus.
3. Makanan Gosong
Banyak orang yang suka makanan bakar karena memiliki aroma yang enak. Namun hal tersebut tidak baik untuk untuk kesehatan. Makanan yang di masak dengan suhu tinggi dan pada akhirnya menjadi gosong, akan terbentuk senyawa Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) atau biasa kita kenal zat karsinogenik. Salah satu zat makanan pemicu tumbuhnya sel kanker. Makanan gosong memang sering dianggap berisiko. Banyak peneliti yang khawatir karena zat-zat yang terkandung di dalamnya bisa mengubah DNA sel. Ini bisa jadi pemicu kanker.
4. Makanan Ultra-Proses
Mengonsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit metabolik, hingga beberapa jenis kanker karena tinggi kalori Makanan ini mengandung berbagai bahan tambahan seperti pewarna, pemanis buatan, pengawet, serta penambah rasa.
Contoh makanan ultra-proses adalah mi instan, keripik kemasan, makanan beku siap saji, dan berbagai camilan kemasan. Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker.
5. Minuman Bersoda
Minuman bersoda mengandung kadar gula yang tinggi. Meskipun, gula secara tidak langsung menimbulkan kanker, tetapi jika mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas dan peradangan kronis yang menjadi salah satu memicu tumbuhnya sel kanker. Minuman bersoda tidak secara langsung menyebabkan kanker. Namun, konsumsi berlebihan dapat menciptakan kondisi tubuh yang mendukung pertumbuhan sel abnormal. Oleh karena itu, minuman bersoda sering dikategorikan sebagai pemicu sel kanker yang perlu dibatasi.
6. Minuman yang Mengandung Alkohol
Alkohol merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan tumbuhnya sel kanker. Seperti kanker hati, kerongkongan, payudara, hingga usus besar. WHO menyatakan bahwa tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar aman untuk kesehatan kita. Tubuh kita dapat mengubah alkohol menjadi asetaldehida, yaitu zat yang dapat merusak DNA. Kerusakan ini bisa mengganggu cara tubuh memperbaiki dirinya sendiri.
👉🏻Baca Juga: Konsumsi Alkohol Dapat Berefek Pada Tingkat Kolesterol?
7. Makanan Tinggi Gula Tambahan
Makanan manis seperti kue, permen, minuman kemasan, dan dessert dapat membuat kadar gula darah melonjak. Ini bisa terjadi berulang kali jika kita sering mengonsumsi makanan tersebut.
Kondisi ini dapat membuat tubuh kita menjadi gemuk dan mengalami peradangan yang berkepanjangan. Peradangan ini dapat meningkatkan risiko kanker, karena dapat membuat tubuh kita menjadi tempat yang nyaman bagi sel kanker untuk tumbuh. Meskipun sel kanker tidak hanya memakan gula, pola konsumsi gula yang berlebihan tetap dapat meningkatkan risiko kanker.
👉🏻Baca Juga: Bahaya Konsumsi Gula Berlebih
8. Makanan Tinggi Lemak Trans
Makanan cepat saji, gorengan, margarin, dan produk bakery industri sering mengandung lemak trans. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan membuat peradangan dalam tubuh. Peradangan yang berkepanjangan dapat membuat sel tubuh kita rusak dan meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak trans secara berlebihan.
9. Kentang Goreng dan Keripik
Kentang goreng dan keripik yang dimasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa yang bernama akrilamida. Senyawa ini terbentuk dari reaksi antara gula alami dan asam amino selama proses pemanasan. Paparan akrilamida jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker.
10. Makanan Kaleng yang Megandung BPA
Beberapa kemasan kaleng masih mengandung bahan kimia yang bernama Bisphenol A atau BPA. BPA dapat menyerupai hormon dalam tubuh kita. Paparan BPA jangka panjang dapat membuat kita mengalami gangguan hormonal dan meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati saat mengonsumsi makanan kaleng.
11. Ikan Asin Berlebihan
Ikan asin adalah makanan tradisional yang banyak disukai. Namun, proses pengawetan ikan asin dengan garam tinggi dapat menghasilkan senyawa nitrosamin yang dapat menyebabkan kanker. Mengonsumi ikan asin secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, terutama jika kita tidak menjaga pola makan yang sehat.
12. Makanan Berjamur
Makanan yang disimpan dalam kondisi lembap rentan terhadap pertumbuhan jamur yang menghasilkan aflatoksin. Zat ini sering ditemukan pada kacang tanah, jagung, beras, dan biji-bijian yang tidak disimpan dengan baik. WHO menyebut aflatoksin sebagai salah satu zat karsinogen alami paling berbahaya karena memiliki hubungan kuat dengan peningkatan risiko kanker hati, terutama pada orang dengan penyakit hati kronis.
13. Minuman Sangat Panas
Tidak banyak orang yang menyadari bahwa suhu minuman juga dapat memengaruhi kesehatan. Kebiasaan minum kopi, teh, atau minuman lain dalam keadaan sangat panas dapat menyebabkan iritasi berulang pada jaringan kerongkongan. Dalam jangka panjang, iritasi kronis ini berpotensi meningkatkan risiko kanker esofagus. Risiko ini bukan berasal dari jenis minumannya, melainkan dari suhu yang terlalu tinggi saat dikonsumsi.
14. Makanan Asap
Ikan asap, daging asap, dan berbagai produk hasil pengasapan mengandung senyawa PAHs yang terbentuk selama proses pembakaran tidak sempurna. Paparan senyawa tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan sel. Oleh karena itu, makanan asap sering disebut sebagai salah satu makanan pemicu sel kanker yang perlu dibatasi konsumsinya dalam pola makan sehari-hari.
15. Fast Food Berlebihan
Burger, kentang goreng, ayam goreng cepat saji, dan berbagai menu fast food umumnya mengandung kalori tinggi, lemak jenuh, gula, serta natrium dalam jumlah besar.
Yuk, Lebih jaga Pola Makanmu
Jaga pola makanmu dengan mengenali makanan pemicu tumbuhnya sel kanker. Meski tidak semua makanan dalam daftar ini secara langsung menyebabkan kanker, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker. Pola makan sehat dan dibarengi dengan aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kombinasi terbaik untuk menjaga kualitas hidup.
Untuk memperoleh informasi kesehatan terbaru, promo pemeriksaan laboratorium, layanan pemeriksaan kesehatan, serta edukasi kesehatan terpercaya, kunjungi Laboratorium Medis CITO, akses aplikasi Beranda CITO, dan ikuti WhatsApp Channel CITO agar tidak ketinggalan informasi penting seputar kesehatan keluarga.
Innovation for Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Cancers Associated with Overweight and Obesity.
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Healthy Eating for Cancer Prevention.
- International Agency for Research on Cancer. 2023. Red Meat and Processed Meat. Lyon: IARC.
- World Health Organization. 2024. Healthy Diet Fact Sheet. Geneva: WHO.
- World Health Organization. 2023. No Level of Alcohol Consumption is Safe for Health. Geneva: WHO.
Download APlikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏻


