Menjelang Hari Raya Iduladha, berbagai persiapan mulai dilakukan masyarakat, mulai dari menentukan hewan kurban hingga memastikan proses penyembelihan berjalan aman dan sesuai syariat. Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan ternak menjelang momen kurban, pemilihan hewan kurban yang sehat menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang memilih hewan hanya berdasarkan ukuran tubuh atau harga tanpa memahami kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Padahal, kualitas hewan kurban tidak hanya memengaruhi kelayakan ibadah, tetapi juga berdampak langsung pada keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa lebih dari 60% penyakit infeksi pada manusia berasal dari hewan atau zoonosis (WHO, 2023). Karena itu, pemahaman mengenai ciri-ciri hewan kurban sehat menjadi semakin penting agar daging yang dikonsumsi tetap aman, berkualitas, dan layak dibagikan kepada masyarakat luas.
Pentingnya Memilih Hewan Kurban yang Sehat
Selain memenuhi syarat agama, hewan kurban sehat memiliki kualitas daging yang lebih baik, rendah risiko kontaminasi bakteri, serta lebih aman untuk dikonsumsi. Hewan yang sakit berpotensi membawa infeksi seperti antraks, brucellosis, hingga penyakit mulut dan kuku (PMK). Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (2024) menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis di masyarakat. Hal yang jarang diketahui, stres pada hewan sebelum disembelih juga dapat memengaruhi kualitas daging. Hewan yang mengalami stres berat cenderung menghasilkan daging dengan tekstur lebih keras dan cepat rusak akibat perubahan pH otot. Fakta ini sering luput dari perhatian masyarakat saat memilih hewan kurban yang sehat.
👉🏻Baca Juga: Tangan Tiba-Tiba Bengkak? Waspada Asam Urat Tinggi Usai Idul Adha
Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Sehat dan Layak
1. Mata Terlihat Cerah dan Tidak Berair
Hewan sehat umumnya memiliki mata yang jernih, bersih, dan responsif. Mata yang tampak sayu, berair berlebihan, atau mengeluarkan kotoran dapat menjadi tanda infeksi atau kondisi tubuh yang menurun. Tidak banyak yang menyadari bahwa perubahan kecil pada area mata sering muncul lebih dulu sebelum gejala penyakit lain terlihat jelas.
2. Hidung Tidak Berlendir dan Pernapasan Normal
Hidung hewan sehat biasanya tampak bersih dengan kelembapan alami tanpa cairan berlebih. Jika ditemukan lendir pekat, napas berbunyi, atau hewan tampak terengah-engah meski tidak banyak bergerak, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal gangguan pernapasan. Menjelang Iduladha, perubahan cuaca dan kepadatan kandang dapat meningkatkan risiko infeksi pada ternak. Hewan kurban sehat umumnya bernapas stabil, tenang, dan tidak menunjukkan tanda stres berlebihan.
3. Bulu Bersih dan Tidak Kusam
Bulu hewan sehat terlihat bersih, tidak rontok berlebihan, serta tidak terdapat luka maupun bercak aneh pada kulit. Kondisi kulit sering menjadi petunjuk awal adanya infeksi jamur atau parasit. Karena itu, memilih hewan kurban sehat sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan detail fisik secara menyeluruh, bukan hanya bobot tubuhnya saja.
👉🏻Baca Juga: Hewan di Sekitar Rumah Bisa Menjadi Sumber Penyakit? Kenali Faktanya
4. Gerakan Aktif dan Nafsu Makan Baik
Hewan sehat cenderung aktif bergerak, berdiri tegak, serta memiliki respons yang baik terhadap lingkungan sekitar. Nafsu makan yang normal menunjukkan metabolisme tubuh bekerja dengan baik dan kondisi organ masih optimal. Sebaliknya, hewan yang tampak lemas, terlalu sering berbaring, atau menyendiri dari kelompoknya patut dicurigai mengalami gangguan kesehatan. Dalam beberapa kasus, penurunan aktivitas menjadi tanda awal infeksi sebelum muncul gejala fisik lainnya.
5. Tidak Memiliki Cacat Fisik
Dalam syariat Islam, hewan kurban harus berada dalam kondisi fisik yang baik dan tidak mengalami cacat berat. Hewan yang pincang, terlalu kurus, buta, atau memiliki bagian tubuh yang rusak termasuk kategori yang tidak layak dijadikan kurban. Selain berkaitan dengan ketentuan ibadah, kondisi fisik juga mencerminkan kualitas kesehatan hewan secara umum.
6. Suhu Tubuh dan Kondisi Tubuh Stabil
Suhu tubuh menjadi salah satu indikator penting dalam pemeriksaan kesehatan hewan. Hewan yang mengalami demam biasanya memiliki telinga dan tubuh yang terasa lebih panas dibanding kondisi normal. Pada sapi dan kambing sehat, suhu tubuh umumnya berkisar antara 38–39°C. Selain suhu, kondisi tubuh juga perlu diperhatikan, termasuk postur berdiri dan keseimbangan saat berjalan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membeli Hewan Kurban
1. Terlalu Fokus pada Ukuran Tubuh
Ukuran besar sering dianggap sebagai tanda hewan sehat. Padahal, beberapa hewan tampak besar karena penumpukan cairan tubuh akibat penyakit tertentu.
2. Membeli di Tempat yang Tidak Memiliki Pengawasan Kesehatan
Hewan kurban sebaiknya dibeli dari peternak atau penjual yang memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dokter hewan resmi.
3. Mengabaikan Kondisi Lingkungan Kandang
Kandang yang kotor, lembap, dan penuh kotoran meningkatkan risiko penyebaran bakteri serta penyakit infeksi pada ternak.
4. Tidak Memastikan Usia Hewan
Dalam syariat Islam, usia hewan kurban memiliki ketentuan tertentu. Pemeriksaan usia biasanya dilakukan melalui kondisi gigi hewan. Hewan yang cukup umur umumnya memiliki pergantian gigi tetap.
Tips Memilih Hewan Kurban
Memilih hewan kurban sehat sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Selain mempertimbangkan ukuran dan harga, kondisi fisik, perilaku, hingga lingkungan kandang perlu diperhatikan secara detail. Langkah sederhana saat memilih hewan dapat membantu mengurangi risiko mendapatkan ternak yang sakit atau tidak layak kurban.
Beberapa tips Berikut bisa menjadi panduansebelum membeli hewan kurban:
- Pilih hewan yang aktif bergerak dan tidak terlihat lemas
- Pastikan mata terlihat jernih, bersih, dan tidak berair berlebihan
- Hindari hewan yang pincang atau memiliki cacat fisik
- Periksa kebersihan kandang dan lingkungan sekitar penjualan hewan
- Pastikan terdapat surat keterangan kesehatan hewan dari dokter hewan resmi
- Datang pada pagi atau siang hari agar kondisi hewan lebih mudah diamati
- Pilih penjual terpercaya yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ternak
Penyakit Hewan yang Perlu Diwaspadai Menjelang Idul Adha
Menjelang musim kurban, beberapa penyakit pada hewan ternak perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan hewan maupun keamanan konsumsi daging. Salah satu penyakit yang paling sering ditemukan adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi, kambing, dan domba. Gejalanya meliputi lepuh pada mulut, air liur berlebihan, hingga pincang saat berjalan. Selain PMK, terdapat juga Lumpy Skin Disease (LSD) yang ditandai munculnya benjolan pada kulit sapi dan dapat menyebabkan penurunan kondisi tubuh secara drastis. Penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah antraks, penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular ke manusia. WHO dan FAO pada tahun 2023 menyebutkan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi langkah penting dalam mencegah potensi penyebaran penyakit di masyarakat.
👉🏻Baca Juga: Waspada Infeksi Virus Nipas Kembali Muncul: Kenali Gejala dan Dampaknya
Pemeriksaan Kesehatan Tidak Hanya untuk Hewan, tetapi Juga Keluarga
Momen Iduladha identik dengan konsumsi makanan tinggi lemak dan aktivitas yang padat. Karena itu, menjaga kondisi tubuh tetap optimal juga menjadi bagian penting selama perayaan berlangsung. Pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek kolesterol, gula darah, fungsi hati, dan asam urat dapat membantu memantau kondisi tubuh setelah perayaan Iduladha. Layanan pemeriksaan kini semakin praktis melalui aplikasi Beranda CITO yang memudahkan reservasi pemeriksaan laboratorium tanpa antre, akses hasil pemeriksaan digital, hingga informasi kesehatan terkini dalam satu aplikasi. Informasi promo layanan kesehatan, edukasi medis, dan update layanan terbaru juga dapat diperoleh melalui WhatsApp Channel CITO.
Innovation for Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Healthy Pets Healthy People. Atlanta: CDC.
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. 2024. Pedoman Pemeriksaan Hewan Kurban. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Food and Agriculture Organization. 2023. Animal Health and Food Safety Guidelines. Rome: FAO.
- World Health Organization. 2023. Zoonoses Fact Sheet. Geneva: WHO.
- World Organisation for Animal Health. 2023. Foot and Mouth Disease Global Situation Report. Paris: WOAH.
Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏼


