Kentang sering jadi korban salah paham. Di satu sisi, dia dipuji sebagai sumber karbohidrat kompleks. Di sisi lain, dituduh sebagai biang keladi berat badan naik diam-diam. Pertanyaannya sederhana tapi sering muncul di mesin pencari: apa benar makan kentang bisa bikin gemuk?
Jawabannya nggak sesederhana iya atau tidak. Efek makan kentang ke berat badan sangat dipengaruhi porsi, cara pengolahan, dan kondisi metabolisme tubuh masing-masing.
Kandungan Gizi Kentang dan Apakah Makan Kentang Bisa Bikin Gemuk?
Kentang bukan sekadar karbohidrat. Dalam satu porsi kentang rebus, terkandung:
-
Karbohidrat kompleks
-
Serat pangan
-
Vitamin C
-
Vitamin B6
-
Kalium
-
Antioksidan alami
Secara medis, kentang bukan makanan tinggi lemak. Lemak alami kentang sangat rendah. Yang sering membuat persepsi makan kentang bikin gemuk muncul adalah cara pengolahan seperti digoreng atau ditambah saus tinggi lemak dan garam.
Baca Juga: 10 Makanan Beku Sehat, Pilihan Cerdas di Tengah Aktivitas Padat
Makan Kentang Bisa Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Medisnya
Secara klinis, makan kentang bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi aktivitas fisik.
Kentang dapat meningkatkan asupan kalori harian jika:
-
Dikonsumsi dalam porsi besar
-
Diolah dengan cara digoreng
-
Dikonsumsi malam hari tanpa kontrol porsi
-
Disertai gaya hidup kurang gerak
Sebaliknya, kentang tidak otomatis bikin gemuk jika dikonsumsi dengan porsi terkontrol, diolah dengan cara direbus atau dikukus, dan dikombinasikan dengan protein serta sayuran.
Indeks Glikemik Kentang dan Risiko Metabolik
Kentang memiliki indeks glikemik sedang hingga tinggi. Artinya, kentang dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibanding beberapa sumber karbohidrat lain.
Jika sering terjadi, lonjakan gula darah dapat memicu produksi insulin berlebih. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan penumpukan lemak, resistensi insulin, hingga diabetes tipe 2.
WHO menekankan pentingnya pengaturan porsi dan kombinasi makanan untuk menjaga kestabilan gula darah dan berat badan.
Gejala Tubuh Saat Asupan Karbohidrat Tidak Terkontrol
Beberapa tanda tubuh mulai kelebihan asupan karbohidrat antara lain:
-
Berat badan naik perlahan tanpa disadari
-
Mudah lapar setelah makan
-
Mengantuk atau lemas setelah konsumsi karbohidrat
-
Lingkar perut bertambah
Gejala ini sering kali berkaitan dengan metabolisme tubuh yang mulai tidak seimbang.
Baca Juga: Peningkatan Ancaman Diabetes sebagai Tantangan Kesehatan Global
Kapan Perlu Waspada dan Melakukan Pemeriksaan?
Pemeriksaan kesehatan dianjurkan jika kamu mengalami:
-
Berat badan naik meski pola makan terasa normal
-
Riwayat diabetes atau obesitas dalam keluarga
-
Mudah lelah dan sering haus
-
Hasil diet tidak sesuai harapan
Pemeriksaan seperti gula darah puasa, HbA1c, dan profil lipid dapat membantu menilai kondisi metabolisme secara objektif.
Perspektif WHO dan Kemenkes tentang Konsumsi Karbohidrat
WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama. Kentang termasuk sumber karbohidrat yang dapat dikonsumsi selama jumlah dan pengolahannya sesuai prinsip gizi seimbang.
Masalah utama bukan pada satu jenis makanan, tetapi pola makan jangka panjang dan gaya hidup.
Tips Aman Konsumsi Kentang agar Tidak Bikin Gemuk
-
Pilih kentang rebus, kukus, atau panggang
-
Batasi kentang goreng sebagai konsumsi rutin
-
Kombinasikan dengan protein dan sayuran
-
Perhatikan porsi dan waktu makan
-
Imbangi dengan aktivitas fisik
Kenali Metabolisme Tubuhmu Lebih Akurat
Jika kamu masih ragu apakah pola makan saat ini aman untuk berat badan dan kesehatan metabolik, pemeriksaan laboratorium dapat menjadi langkah awal yang tepat.
Laboratorium Medis CITO menyediakan pemeriksaan gula darah, profil lipid, dan medical check-up untuk membantu kamu memahami kondisi tubuh secara menyeluruh.
Menjaga berat badan bukan soal menghindari satu makanan, tapi soal memahami tubuh sendiri.
Innovation For Happiness
Referensi
-
World Health Organization. (2020). Healthy Diet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
-
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Gizi Seimbang. https://www.kemkes.go.id
-
World Health Organization. (2022). Diet, Nutrition and the Prevention of Chronic Diseases. https://www.who.int

