Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil? Waspada Hipertensi Gestasional
hipertensi gestasional pada ibu hamil

Kehamilan merupakan fase penting dalam kehidupan yang memerlukan perhatian kesehatan secara menyeluruh. Perubahan fisiologis yang terjadi selama masa kehamilan dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk tekanan darah. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah hipertensi gestasional, yaitu tekanan darah tinggi yang muncul saat kehamilan dan sering kali tidak disadari karena minim gejala.

Apa Itu Hipertensi Gestasional?

Hipertensi gestasional adalah peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu pada perempuan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi. World Health Organization Tahun 2021 mengatakan kondisi ini sebagai salah satu gangguan hipertensi dalam kehamilan yang membutuhkan pemantauan ketat. Meskipun sering dianggap ringan, hipertensi gestasional dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat apabila tidak dikelola dengan baik. Tekanan darah yang terus meningkat dapat memengaruhi aliran darah ke plasenta, sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke janin menjadi tidak optimal. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular setelah kehamilan.

👉🏻Baca Juga: Mengenal Hipertensi Pulmonal: Kondisi Serius yang Sering Dianggap Ringan

Dampaknya Terhadap Ibu Hamil

Hipertensi Gestasional tidak hanya berdampak pada kehamilan saat ini, tetapi juga membawa konsekuensi jangka panjang. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa gangguan tekanan darah selama kehamilan berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi persalinan dan kesehatan ibu di masa depan.

Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

  • Gangguan fungsi organ pada ibu, seperti ginjal dan hati, akibat tekanan darah yang tidak terkontrol.
  • Risiko berkembangnya preeklamsia, yaitu kondisi lanjutan yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.
  • Pertumbuhan janin yang terhambat karena aliran darah ke plasenta tidak optimal.
  • Risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Dari dampak tersebut menegaskan bahwa hipertensi gestasional bukan sekadar temuan klinis, melainkan kondisi yang memerlukan perhatian serius.

Faktor Resiko Pada Ibu Hamil

Hipertensi gestasional dapat oleh berbagai faktor, baik medis maupun gaya hidup. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memgatakan bahwa risiko meningkat pada kehamilan pertama, usia kehamilan di atas 30 tahun, serta kondisi kelebihan berat badan sebelum hamil. Riwayat keluarga dengan hipertensi dan jarak kehamilan yang tidak ideal juga turut berperan. Selain itu, pola hidup modern seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, serta tingkat stres yang tinggi dapat memperbesar risiko terjadinya hipertensi gestasional.

👉🏻Baca Juga: Heartburn pada Ibu Hamil: Kenali Gejalanya dan Cara Mengatasinya

Cara Mencegah Hipertensi Gestasional pada Ibu Hamil

1. Pemeriksaan Kehamilan Secara Rutin

Pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi salah satu solusi dalam pencegahan Hipertensi Gestasional. Pemantauan tekanan darah sejak awal kehamilan memungkinkan deteksi perubahan kecil sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Pemeriksaan terjadwal juga membantu tenaga kesehatan mengevaluasi faktor risiko secara menyeluruh. Selain itu, pelayanan anental dapat mencegah penyakit serius di masa kehamilan. Konsistensi dalam kontrol kehamilan memberikan gambaran pada tekanan darah yang lebih akurat.

2. Menjaga Pola Makan Seimbang

Pola makan memiliki pengaruh langsung terhadap kestabilan tekanan darah selama kehamilan. Konsumsi makanan seimbang yang kaya serat, vitamin, dan mineral mendukung fungsi pembuluh darah yang optimal. Pembatasan asupan garam membantu mencegah retensi cairan yang dapat meningkatkan tekanan darah. Kementrian Kesehatan Indonesia menekankan pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari perawatan kehamilan. Pola makan yang terkontrol juga membantu menjaga kenaikan berat badan tetap ideal.

3. Menjaga Aktivitas Fisik Ringan Secara Teratur

Aktivitas fisik ringan berperan penting dalam menjaga sirkulasi darah tetap lancar selama kehamilan. Gerakan terukur seperti berjalan santai atau senam hamil membantu meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Aktivitas ini juga berkontribusi dalam mengontrol berat badan dan mengurangi risiko gangguan metabolik. WHO menyatakan bahwa aktivitas fisik yang aman selama kehamilan memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan. Selain manfaat fisik, aktivitas ringan juga membantu menjaga keseimbangan mental.

4. Mengelola Stres dan Menjaga Kesehatan Mental

Stress pada ibu hamil dapat memicu peningkatan hormon yang berdampak pada naiknya tekanan darah. Selama kehamilan, kondisi psikologis yang stabil menjadi bagian penting dari pencegahan Hipertensi Gestasional. Melakukan relaksasi seperti pernapasan dalam dan pengaturan waktu istirahat membantu menurunkan respons stres tubuh. CDC menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki kaitan erat dengan kesehatan kardiovaskular. Lingkungan yang suportif juga berperan dalam menjaga kestabilan emosi.

5. Memantau Berat Badan Secara Berkala

Pemantauan berat badan selama kehamilan membantu mencegah kenaikan yang berlebihan. Kenaikan berat badan yang tidak terkontrol berkaitan dengan peningkatan risiko Hipertensi Gestasional. Selain berat badan, pemantauan parameter kesehatan melalui pemeriksaan laboratorium memberikan gambaran kondisi metabolik secara lebih jelas dan akurat.

Lebih Siap Hadapi Kehamilan dengan Cek Kesehatan Rutin

Hipertensi Gestasional merupakan kondisi yang perlu diantisipasi sejak awal kehamilan melalui deteksi dini dan pemantauan rutin. Dengan pemahaman yang tepat, pemeriksaan teratur, serta dukungan layanan kesehatan yang profesional, risiko komplikasi dapat diminimalkan. Melalui layanan Laboratorium Medis CITO, pemeriksaan penunjang kehamilan dapat dilakukan dengan proses yang efisien dan terpercaya. Informasi terkait layanan pemeriksaan, promo kesehatan, serta edukasi medis terkini juga dapat diakses melalui aplikasi Beranda CITO untuk mendaptkan promo pemeriksaan. Follow WhatsApp Chanel CITO untuk memperoleh informasi terbaru seputar pelayanan pemeriksaa, promo pemeriksaan, hingga informasi kesehatan terbaru.

 

Innovation For Happiness

Selamat Tahun Baru 2026