Rasa lapar yang muncul terlalu cepat disertai tubuh terasa lemas kerap dianggap sebagai hal sepele atau sekadar tanda aktivitas padat. Padahal, kondisi Tubuh Cepat Lapar dan Lemas dapat menjadi sinyal awal adanya ketidakseimbangan metabolik atau gangguan kesehatan tertentu. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, memahami penyebab medis di balik kondisi ini menjadi langkah strategis untuk menjaga performa tubuh tetap optimal dan produktif.
Mengapa Tubuh Cepat Lapar dan Lemas Tidak Boleh Diabaikan?
Secara fisiologis, tubuh memiliki mekanisme pengaturan energi melalui hormon, kadar gula darah, dan fungsi organ vital. Ketika Tubuh Cepat Lapar dan Lemas muncul berulang, kondisi ini dapat mengindikasikan ketidakseimbangan pada sistem tersebut. World Health Organization tahun 2021 menekankan bahwa kelelahan berulang dan rasa lapar berlebihan dapat berhubungan dengan gangguan metabolisme, defisiensi mikronutrien, hingga penyakit kronis tahap awal yang sering kali tidak disadari.
👉🏻Baca Juga: Manfaat Makan Bergizi Seimbang untuk Kesehatan Jangka Panjang
Penyebab yang Perlu Diwaspadai
1. Ketidakseimbangan Kadar Gula Darah
Kadar gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan tubuh lebih cepat mengirimkan sinyal lapar meskipun asupan makanan sebelumnya sudah mencukupi. Penurunan glukosa yang terjadi secara tiba-tiba membuat sel kekurangan energi, sehingga tubuh merespons dengan rasa lemas dan keinginan untuk segera makan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini dapat muncul akibat pola makan tinggi karbohidrat sederhana, jarak makan yang terlalu panjang, atau sensitivitas insulin yang menurun. Pada fase awal, akan sering muncul tanpa gejala khas lainnya. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik.
2. Gangguan Pada Hormon Lapar dan Kenyang
Hormon ghrelin berfungsi meningkatkan rasa lapar, sementara leptin berperan memberi sinyal kenyang. Ketidakseimbangan kedua hormon ini dapat menyebabkan tubuh terasa cepat lapar dan lemas, meskipun kebutuhan energi sebenarnya telah terpenuhi. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa kurang tidur, stres berkepanjangan, serta paparan layar digital yang berlebihan dapat mengganggu regulasi hormon tersebut. Akibatnya, tubuh cenderung merasa lapar lebih sering dan mengalami penurunan energi di siang hari. Kondisi ini akibat faktor hormonal sering terjadi pada individu dengan pola hidup modern yang minim waktu pemulihan.
3. Kekurangan Nutrisi Esensial
Zat besi, vitamin B12, dan magnesium memiliki peran penting dalam pembentukan energi di tingkat sel. Kekurangan salah satu dari mikronutrien tersebut dapat memicu kelelahan, rasa lapar berlebihan, dan penurunan daya tahan tubuh. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa defisiensi zat besi dan vitamin B12 masih banyak ditemukan pada usia produktif. Gejala awal sering kali ringan dan tidak disadari, sehingga pemeriksaan laboratorium menjadi kunci untuk deteksi dini. Tanpa penanganan, kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
👉🏻Baca Juga:Vitamin B12: Nutrisi Penting untuk Tubuh yang Optimal
4. Stress Akibat Pola Hidup
Stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang mempercepat penggunaan energi tubuh. American Psychological Association menjelaskan bahwa kondisi ini membuat tubuh lebih cepat merasa lapar dan mengalami penurunan stamina. Dalam jangka panjang, stres metabolik dapat memperparah keluhan seperti ini. Tekanan pekerjaan, kurang istirahat, dan paparan digital berlebihan menjadi faktor yang sering memicu kondisi ini. Tanpa pengelolaan yang tepat, stres berkontribusi pada gangguan metabolisme jangka panjang.
👉🏻Baca Juga: Kenali Hormon Penyebab Stres dan Dampaknya pada Tubuh
5. Perubahan pada Metabolisme Tubuh
Kelenjar tiroid berperan mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Pada gangguan tertentu, seperti hipertiroid ringan, metabolisme meningkat sehingga energi tubuh lebih cepat terbakar. Kondisi ini menyebabkan tubuh cepat lapar dan lemas meskipun pola makan tidak berubah. Gangguan tiroid tahap awal sering tidak menunjukkan gejala spesifik selain perubahan energi dan nafsu makan. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi tiroid menjadi langkah penting dalam menelusuri penyebab tubuh cepat lapar dan lemas.
Cara Mengatasi Tubuh Cepat Lapar dan Lemas
Mengatasi tubuh cepat lapar dan lemas memerlukan pendekatan berbasis penyebab, bukan sekadar menambah porsi makan. Identifikasi kondisi metabolik dan status kesehatan menjadi langkah awal yang krusial. Pemeriksaan laboratorium membantu memberikan gambaran objektif terkait gula darah, fungsi hormon, status nutrisi, serta metabolisme tubuh. Dengan data yang akurat, strategi perbaikan kesehatan dapat disusun secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Berikut cara mengatasi tubuh cepat lapar dan lemas:
- Pemeriksaan gula darah dan metabolisme energi
- Evaluasi status zat besi dan vitamin
- Skrining fungsi tiroid secara berkala
- Pengelolaan stres dan perbaikan kualitas tidur
- Penyesuaian pola makan sesuai kebutuhan tubuh
Tubuh Cepat Lapar dan Lemas Bisa Jadi Alarm Kesehatan, Jangan Diabaikan
Tubuh cepat lapar dan lemas bukan kondisi yang seharusnya diabaikan. Dengan pemahaman yang tepat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensi gangguan metabolik dapat dikenali lebih dini. Laboratorium Medis CITO menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif dan akurat, didukung inovasi digital melalui aplikasi Beranda CITO serta akses informasi layanan dan promo melalui WhatsApp Channel CITO. Respon yang tepat terhadap tubuh cepat lapar dan lemas hari ini menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup di masa depan.
Innovation For Happiness
REFERENSI
- World Health Organization. (2022). Hormonal regulation and metabolic health.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Blood glucose control and metabolic disorders.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan dan status gizi usia produktif.
- American Psychological Association. (2022). Stress, cortisol, and energy metabolism.
- American Thyroid Association. (2021). Thyroid function and metabolic regulation.
Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏼



