Monkeypox Virus: Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan
berobat monkeypox virus

Monkeypox Virus, Apa Itu Sebenarnya?

Monkeypox virus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari kelompok Orthopoxvirus, satu keluarga dengan virus penyebab cacar. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus monkeypox kembali meningkat dan menjadi perhatian global.

Meskipun terdengar baru, virus ini sebenarnya sudah lama dikenal. Namun, pola penyebarannya kini mulai meluas ke berbagai negara, termasuk wilayah dengan mobilitas tinggi.

Menurut World Health Organization (2023), monkeypox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, dan juga antar manusia melalui kontak erat.

Bagaimana Monkeypox Virus Menular?

Penularan monkeypox virus tidak terjadi secara sembarangan. Umumnya, penularan membutuhkan kontak yang cukup dekat.

Beberapa cara penularan yang perlu diketahui antara lain:

  • kontak langsung dengan lesi atau ruam kulit penderita
  • paparan cairan tubuh seperti air liur atau cairan luka
  • kontak dengan benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau tempat tidur
  • droplet dari saluran pernapasan dalam kontak jarak dekat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) juga menegaskan bahwa penularan lebih mudah terjadi pada kontak fisik yang intens dan berkepanjangan.

Baca Juga: Campak Kembali Muncul di Indonesia: Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Gejala Monkeypox Virus yang Perlu Dikenali

Gejala monkeypox sering kali menyerupai penyakit lain pada tahap awal, sehingga perlu diperhatikan dengan cermat.

Gejala Awal

  • demam
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • kelelahan
  • pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala Lanjutan

Beberapa hari setelah gejala awal, akan muncul ruam kulit yang berkembang menjadi lepuhan.

Ruam ini biasanya muncul di wajah, tangan, kaki, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Menurut WHO (2022), salah satu ciri khas monkeypox adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang membedakannya dari cacar biasa.

Apakah Monkeypox Virus Berbahaya?

Sebagian besar kasus monkeypox bersifat ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, pada beberapa kondisi tertentu, penyakit ini dapat menjadi lebih serius, terutama pada:

  • anak anak
  • lansia
  • individu dengan sistem imun lemah

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi kulit berat, pneumonia, hingga gangguan organ lainnya.

Kapan Harus Waspada?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami kondisi berikut:

  • muncul ruam yang tidak biasa disertai demam
  • kontak erat dengan penderita yang terkonfirmasi
  • gejala tidak membaik dalam beberapa hari
  • memiliki riwayat perjalanan ke area dengan kasus monkeypox

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Cara Pencegahan Monkeypox Virus

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko penularan:

  • hindari kontak langsung dengan orang yang memiliki ruam mencurigakan
  • jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara rutin
  • gunakan masker dalam kondisi tertentu
  • hindari berbagi barang pribadi

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024), edukasi masyarakat dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam pengendalian penyebaran penyakit ini.

Baca Juga: Ngantuk Setelah Makan, Apakah Ada Hubungannya dengan Kesehatan?

Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Karena gejala monkeypox mirip dengan penyakit lain, diagnosis tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan gejala.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan keberadaan virus dalam tubuh.

Metode pemeriksaan seperti PCR dapat membantu mendeteksi virus secara akurat dan cepat.

Jaga Diri, Lindungi Sekitar

Monkeypox virus mengingatkan kita bahwa penyakit menular bisa datang tanpa banyak tanda awal yang jelas.

Kesadaran, kewaspadaan, dan pemeriksaan dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan orang sekitar.

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada infeksi atau ingin memastikan kondisi kesehatan, Laboratorium Medis CITO menyediakan layanan pemeriksaan dengan hasil cepat dan akurat.

Dengan deteksi yang tepat, risiko dapat dikendalikan lebih awal.

Innovation For Happiness

Referensi
  • World Health Organization. 2023. Monkeypox outbreak global update.
  • World Health Organization. 2022. Clinical management and infection prevention for monkeypox.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Pedoman kesiapsiagaan monkeypox.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Informasi penyakit menular dan pencegahannya.