Pemadaman listrik kerap memicu rasa cemas bagi ibu menyusui, terutama saat persediaan Air Susu Ibu (ASI) perah disimpan dalam kulkas atau freezer. Banyak yang segera Listrik Mati Bisa Merusak ASI, lalu memutuskan untuk membuang seluruh persediaan tanpa mengecek kondisinya terlebih dahulu. Namun, tidak semua ASI yang terkena pemadaman listrik otomatis menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Kekuatan ASI dipengaruhi oleh suhu penyimpanan, durasi pemadaman listrik, dan keadaan freezer atau kulkas selama pemadaman. Memahami metode penilaian keamanan ASI dapat mencegah pemborosan sekaligus melindungi kesehatan bayi.
Benarkah Listrik Mati Bisa Merusak ASI?
Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2025, ASI (Air Susu Ibu) yang disimpan di dalam freezer dapat tetap bertahan selama temperatur beku tetap terjaga. Freezer yang tidak dibuka saat listrik mati dapat menjaga suhu dingin selama sekitar 24 jam jika terisi penuh, atau sekitar 12 jam jika hanya setengah penuh. Jadi, anggapan bahwa Listrik Mati Bisa Merusak ASI tidak selalu tepat. Aspek utama yang mempengaruhi keamanan ASI adalah apakah temperatur penyimpanan tetap dalam kondisi yang aman. WHO Tahun 2023 menekankan bahwa penyimpanan ASI yang sesuai dengan standar sangat krusial untuk menjaga kualitas nutrisi dan menghindari perkembangan mikroorganisme penyebab infeksi.
👉🏻 Baca Juga: Susu Ikan: Sumber Protein Alami yang Baik untuk Tubuh
Dampak Listrik Mati pada Kualitas ASI
Saat listrik mati, suhu di dalam kulkas atau freezer akan naik secara bertahap. Jika keadaan itu berlanjut terlalu lama, kualitas ASI bisa menurun.
Beberapa efek yang mungkin timbul meliputi:
- Pertumbuhan bakteri akan meningkat jika suhu penyimpanan melebihi batas aman dalam periode waktu yang lama.
- Kadar vitamin tertentu, khususnya vitamin C, bisa menurun jika ASI disimpan pada suhu yang tidak konsisten.
- Tekstur lemak ASI dapat berubah setelah melalui proses pencairan.
- Risiko kontaminasi bertambah jika ASI sering mengalami pencairan dan pembekuan ulang.
Walaupun begitu, banyak komponen penting ASI seperti antibodi dan nutrisi utama tetap cukup stabil jika penyimpanan dilakukan sesuai dengan saran yang diberikan. Sehingga tidak selalu listrik mati bisa merusak ASI
Cara Mengetahui ASI Masih Layak atau Tidak
1. Bau ASI Mulai Berubah
ASI segar berbau ringan dan netral, jika tercium asam, tengik, atau menyengat, ASI sudah tidak layak untuk dikonsumsi oleh buah hati.
2. Adanya Perubahan Tekstur dan Warna
ASI normal akan menyatu kembali saat dikocok perlahan, jika muncul gumpalan, tekstur aneh, dan warna berubah signifikan. Hindari untuk dikonsumsi oleh anak.
3. Rasa Berubah Asam
Saat kita mencicipi rasanya, rasa berubah menjadi asam atau tengik, ASI sudah tidak bisa dikonsumsi. ASI yang bisa dikonsumsi akan terasa segar, manis, dan ringan.
4. Waktu Lama Listrik Mati
Semakin lama aliran listrik hilang, semakin besar kemungkinan suhu penyimpanan naik. Jika freezer tidak dibuka selama pemadaman singkat, kemungkinan besar ASI tetap dalam keadaan aman.
5. Periksa Apakah Masih Ada Kristal Es
ASI yang masih mengandung kristal es dapat dibekukan kembali di freezer karena belum sepenuhnya meleleh
Berapa Lama ASI Bisa Bertahan Tanpa Lemari Pendingin?
- Freezer terisi penuh dan tidak dibuka, sekitar 24 jam.
- Freezer terisi setengah, sekitar 12 jam.
- ASI yang sudah dicairkan namun tetap dingin dapat disimpan di dalam kulkas paling lama 24 jam.
- ASI yang telah berada pada suhu kamar lebih dari batas yang disarankan sebaiknya tidak diberikan kepada bayi.
Lama waktu tersebut dapat bervariasi tergantung pada tipe freezer, temperatur lingkungan, dan seberapa sering pintu kulkas dibuka.
👉🏻 Baca Juga: 10 Cara Menyimpan Makanan di Kulkas dengan Aman
Cara Menjaga Stok ASI saat Listrik Padam
- Tidak membuka pintu kulkas atau freezer. Hindari setiap buka pintu, suhu naik dan ASI lebih cepat rusak.
- Freezer penuh, ASI tahan lama. Dapat bertahan hingga kurang lebih 48 jam jika kondisi freezer ASI benar-benar penuh. Jika freezer tidak penuh, ASI akan bertahan kurang lebih 24 jam.
- Tahan sebentar jika kulkas tanpa listrik. Suhu aman hanya mencapai sekitar kurang lebih 4 jam.
- Segera pindahkan ke cooler box apabila listrik padam lebih dari 4 jam.
- Beri label tanggal pemerahan agar stok digunakan sesuai prinsip First In First Out (FIFO).
- Kelompokkan ASI ke dalam wadah kecil, supaya cepat beku.
Nutrisi ASI Berkurang Setelah Dibekukan?
Banyak orang percaya bahwa ASI kehilangan semua manfaatnya setelah dibekukan. Sebenarnya, WHO menjelaskan bahwa penyimpanan dalam suhu rendah bertujuan untuk menjaga kualitas ASI agar dapat bertahan lebih lama. Meskipun ada sedikit penurunan pada beberapa komponen biologis dibandingkan ASI segar, ASI perah tetap pilihan terbaik dibandingkan susu pengganti apabila disimpan sesuai prosedur.
Karena itu, tidak semua kasus Listrik Mati Bisa Merusak ASIberakhir dengan stok harus dibuang. Evaluasi kondisi penyimpanan tetap menjadi langkah utama sebelum mengambil keputusan.
Kenali Kondisi ASI Sebelum Terlambat
Pemadaman listrik memang memengaruhi kualitas penyimpanan ASI, tapi tidak selalu menyebabkan Listrik mati bisa merusak ASI. Faktor suhu penyimpanan, durasi pemadaman listrik, dan keberadaan kristal es merupakan indikator krusial dalam menilai keamanan ASI. Memahami cara penyimpanan ASI yang tepat dapat membantu mempertahankan kualitas nutrisi sekaligus mencegah pemborosan persediaan hasil usaha ibu menyusui.
Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, pemeriksaan kesehatan rutin tetap merupakan tindakan yang penting. Beragam layanan uji laboratorium dapat digunakan di Laboratorium Medis CITO sebagai salah satu langkah untuk menjaga kesehatan keluarga. Informasi tentang promosi pemeriksaan, layanan kesehatan, dan pendidikan kesehatan juga dapat ditemukan melalui aplikasi Beranda CITO dan WhatsApp Channel CITO, sehingga masyarakat mendapatkan informasi kesehatan yang dapat dipercaya dan mudah diakses.
Innovation for Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Proper Storage and Preparation of Breast Milk.
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Breast Milk Storage Questions and Answers.
- World Health Organization. (2023). Breastfeeding Counselling: A Training Course.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Dukungan Menyusui.
Download Aplikasi beranda CITO Sekarang Juga👇🏻


