Kesehatan Gigi: Cara Sederhana Cegah Gigi Berlubang Sejak Dini
Ilustrasi sikat gigi rutin untuk mencegah gigi berlubang

Pernah merasa kalau masalah gigi itu selalu datang tiba-tiba? Padahal, lubang kecil di gigi sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana. Menjaga kesehatan mulut bukan hanya soal senyum indah, tapi juga kunci mencegah penyakit lain. WHO (2022) mencatat, lebih dari 2,3 miliar orang di dunia mengalami karies gigi. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar Kemenkes (2018) menunjukkan 45,3% masyarakat memiliki masalah gigi dan mulut, dengan gigi berlubang sebagai keluhan terbanyak.

Kabar baiknya, ada langkah kecil yang bisa dilakukan setiap hari untuk mencegah gigi bolong tanpa harus ribet.

1. Sikat Gigi 2 Kali Sehari

Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride adalah dasar dari kesehatan gigi. Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah waktu terbaik. Fluoride membantu memperkuat enamel gigi sehingga lebih tahan terhadap asam dari makanan manis (WHO, 2020).

2. Batasi Konsumsi Gula

Makanan dan minuman manis seperti soda, kue, atau permen adalah “teman akrab” bakteri penyebab karies. Semakin sering kita mengonsumsi gula, semakin lama pula gigi terpapar asam yang bisa mengikis lapisan pelindung gigi (Kemenkes RI, 2021). Mengurangi asupan gula sederhana terbukti menurunkan risiko gigi berlubang pada anak maupun dewasa.

3. Bersihkan Lidah & Ganti Sikat Gigi

Sering dilupakan, padahal lidah bisa jadi sarang bakteri penyebab bau mulut sekaligus pemicu plak. Membersihkan lidah setiap kali sikat gigi sangat membantu menjaga kebersihan mulut. Jangan lupa, sikat gigi juga perlu diganti setiap 3 bulan sekali agar tetap efektif.

4. Periksa ke Dokter Gigi Minimal 6 Bulan Sekali

Kebiasaan ini sering diabaikan. Padahal, pemeriksaan rutin bisa mendeteksi lubang gigi sejak dini sebelum menimbulkan rasa sakit atau komplikasi. WHO merekomendasikan kontrol ke dokter gigi secara berkala sebagai bagian dari pencegahan jangka panjang (WHO, 2022).

Baca juga: Perilaku Hidup Sehat

Kenapa Perlu Dijaga Sejak Dini?

Masalah gigi bukan hanya soal nyeri. Lubang gigi yang dibiarkan bisa menyebabkan infeksi, memengaruhi kualitas hidup, bahkan berdampak pada nutrisi. Anak-anak yang sakit gigi terbukti lebih sering absen sekolah, sementara orang dewasa lebih rentan kehilangan produktivitas kerja (Kemenkes, 2021).

Cegah Gigi Berlubang Dari Sekarang

Hal kecil seperti menyikat gigi dengan benar, membatasi gula, membersihkan lidah, dan rutin periksa ke dokter ternyata punya dampak besar. Yuk mulai biasakan hal kecil cegah gigi berlubang dari sekarang. Dengan langkah sederhana, kita bisa jaga senyum sehat lebih lama.

Innovation For Happiness

Referensi
  • World Health Organization. (2020). Oral health. WHO. https://www.who.int/health-topics/oral-health

  • World Health Organization. (2022). Global Oral Health Status Report. WHO.

  • Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS).

  • Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Kesehatan Gigi dan Mulut.