Daging Kurban Menumpuk? Ini Cara Menyimpan yang Aman dan Benar
cara menyimpan daging kurban agar tetap segar dan aman dikonsumsi

Momentum Iduladha identik dengan melimpahnya stok daging di rumah. Tidak sedikit keluarga yang menerima daging kurban dalam jumlah besar sekaligus. Sayangnya, masih banyak kesalahan dalam proses penyimpanan yang justru membuat kualitas daging cepat menurun, memicu kontaminasi bakteri, bahkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Padahal, cara menyimpan daging kurban yang tepat bukan hanya menjaga rasa dan tekstur tetap segar, tetapi juga penting untuk mempertahankan kandungan nutrisi dan mencegah foodborne disease atau penyakit akibat makanan terkontaminasi. World Health Organization (WHO) tahun 2024 mengatakan bahwa makanan yang tidak disimpan dengan aman menjadi salah satu penyebab utama lebih dari 600 juta kasus penyakit bawaan makanan setiap tahun di dunia. Oleh sebab itu, pengolahan daging kurban tidak bisa dilakukan sembarangan.

👉🏻Baca Juga: Tangan Tiba-Tiba Bengkak? Waspada Asam Urat Tinggi Usai Idul Adha

Hindari Langsung Mencuci Daging Sebelum Disimpan

Masih banyak masyarakat yang langsung mencuci daging kurban sebelum dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer. Padahal, langkah ini tidak disarankan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2023 menjelaskan bahwa mencuci daging mentah dapat menyebabkan percikan air yang membawa bakteri ke permukaan dapur, peralatan memasak, hingga bahan makanan lain. Kondisi ini dikenal sebagai kontaminasi silang. Bakteri seperti Salmonella dan E. coli dapat menyebar tanpa disadari dan meningkatkan risiko keracunan makanan.

Cara menyimpan daging kurban yang benar adalah:

  • Tidak mencuci daging sebelum disimpan
  • Memisahkan daging berdasarkan porsi masak
  • Menggunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan
  • Segera menyimpan daging pada suhu dingin

Daging cukup dicuci saat akan dimasak agar kebersihan tetap terjaga tanpa meningkatkan risiko penyebaran bakteri.

Perhatikan Suhu Penyimpanan Daging

Suhu penyimpanan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas daging. Penyimpanan pada suhu yang tidak sesuai dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat daging cepat rusak. Daging mentah sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan sangat panas, batas aman menjadi lebih singkat. Cara menyimpan daging kurban untuk chiller dengan suhu 0–4°C, aman untuk penyimpanan satu hingga tiga hari. Menyimpan di Freezer dengan suhu -18°C: aman untuk penyimpanan beberapa bulan. Agar lebih praktis, simpan daging dalam beberapa bagian kecil sesuai kebutuhan memasak. Cara ini membantu proses pembekuan lebih merata dan mengurangi risiko daging sering keluar-masuk freezer.

👉🏻Baca Juga: Penyerahan 1 ekor sapi kurban di Masjid Al Anam Semarang

Hindari Menumpuk Daging Panas di Dalam Kulkas

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memasukkan daging dalam kondisi masih hangat langsung ke kulkas dalam jumlah besar. Kebiasaan ini dapat meningkatkan suhu di dalam lemari pendingin dan memengaruhi kualitas makanan lain.

Suhu kulkas yang tidak stabil dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Sebagai bagian dari cara menyimpan daging kurban yang aman dengan dinginkan daging beberapa saat sebelum disimpan, menggunakan wadah datar agar suhu dingin cepat merata, hindari menyusun kemasan terlalu padat, memberi label tanggal penyimpanan.

Cara Mencairkan Daging Beku dengan Aman

Selain penyimpanan, proses mencairkan daging beku juga harus diperhatikan. Kesalahan saat mencairkan daging dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2024 merekomendasikan beberapa metode aman berikut:

1. Memindahkan ke Chiller

Daging dipindahkan dari freezer ke chiller dan didiamkan semalaman hingga mencair perlahan.

2. Menggunakan Air Dingin

Daging tetap berada dalam kemasan tertutup lalu dialiri atau direndam menggunakan air dingin.

3. Menggunakan Microwave

Metode ini dapat digunakan untuk kebutuhan cepat, tetapi daging harus segera dimasak setelah dicairkan. Hindari mencairkan daging pada suhu ruang terlalu lama karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

👉🏻Baca Juga: Makan Daging Kambing Tetap Aman? Simak Tips Sehatnya

Gunakan Teknik Pengolahan yang Lebih Sehat

Selain memahami cara menyimpan daging kurban, proses pengolahan juga perlu diperhatikan agar konsumsi daging tetap aman bagi kesehatan. Daging merah mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc yang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi berlebihan dengan metode pengolahan kurang sehat dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan kolesterol.

Beberapa metode memasak yang lebih sehat antara lain:

  • Merebus atau memanggang dibanding menggoreng
  • Mengurangi penggunaan santan berlebihan
  • Memisahkan lemak yang terlihat
  • Menambahkan sayuran sebagai sumber serat

Kenali Tanda Daging Sudah Tidak Layak Konsumsi

Cara menyimpan daging kurban yang kurang tepat dapat membuat kualitas daging menurun lebih cepat. Oleh sebab itu, penting mengenali tanda daging yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Bau asam atau menyengat
  • Tekstur berlendir
  • Warna berubah menjadi kehijauan atau keabu-abuan
  • Kemasan menggembung

Jika ditemukan tanda tersebut, daging sebaiknya tidak dikonsumsi karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. WHO tahun 2023 menyebutkan bahwa penyakit akibat makanan terkontaminasi dapat menyebabkan diare, muntah, infeksi saluran pencernaan, hingga komplikasi serius pada kelompok rentan.

👉🏻Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Kenali Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Sehat dan Layak

Pentingnya Memantau Kondisi Kesehatan Setelah Konsumsi Daging

Konsumsi daging dalam jumlah besar saat Iduladha dapat memengaruhi kadar kolesterol, asam urat, gula darah, hingga fungsi hati pada sebagian orang. Selain memahami cara menyimpan daging kurban, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk memantau kondisi tubuh setelah pola makan berubah. Informasi mengenai layanan pemeriksaan laboratorium, promo kesehatan, serta edukasi kesehatan terbaru dapat diakses melalui aplikasi Beranda CITO dan WhatsApp Channel CITO. Layanan ini membantu mempermudah akses informasi kesehatan secara praktis, cepat, dan terpercaya.

Daging Kurban Aman Disimpan, Kesehatan Tetap Terjaga

Cara menyimpan daging kurban yang benar bukan hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga membantu melindungi tubuh dari risiko penyakit akibat makanan terkontaminasi. Mulai dari memperhatikan suhu penyimpanan, cara mencairkan daging, hingga memilih metode memasak yang lebih sehat, seluruh langkah tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan sehari-hari. Dengan menerapkan cara menyimpan daging kurban secara tepat dan menjaga pola konsumsi tetap seimbang, momen Iduladha dapat dinikmati dengan lebih aman, nyaman, dan sehat.

 

Innovation for Happiness

REFERENSI
  • World Health Organization. 2023. Food Safety Fact Sheet. Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization. 2024. Estimates of the Global Burden of Foodborne Diseases. Geneva: World Health Organization.
  • Centers for Disease Control and Prevention. 2023. Food Safety and Raw Meat Handling.
  • Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Safe Thawing Methods for Frozen Foods.

Download Aplikasi Beranda CITO Sekarang Juga👇🏼