Pencegahan Demam Berdarah
Demam berdarah atau biasa dikenal dengan istilah DBD adalah penyakit yang disebabkan dari gigitan nyamuk Aedes Agyepti. Nyamuk biasa untuk berkembang biak di tempat yang terdapat genangan air yang kotor. Oleh karena itu pencegahan dari penyakit DBD sering dihimbau oleh Pemerintah melalui programnya bernama 3M Plus. Program ini adalah singkatan dari Menguras dan Menyikat, Menutup Tempat Penampungan Air, Mendaur Ulang Barang Bekas, Plus Mencegah Gigitan dan Perkembang Biakan Nyamuk. Dengan beberapa hal ini, sudah dapat terlihat jika nyamuk memang berkembang biak di tempat yang berair dan kotor. Selanjutnya, jika seseorang tergigit oleh nyamuk Aedes Aegyepti seperti apa ciri-ciri DBD pada orang dewasa dan anak-anak?
Ciri-ciri DBD Pada Orang Dewasa
Ciri-ciri DBD pada orang dewasa akan muncul beberapa gejala fase awal, seperti:
- Tiba-tiba demam tinggi hingga sekitar 41°C
- Sakit kepala yang berat
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Nyeri pada sendi dan otot yang berat
- Munculnya ruam kulit (di antara 2 – 5 hari setelah demam awal)
Sedangkan, ciri-ciri DBD pada dewasa yang masuk ke fase yang lebih berat (parah) akan memunculkan beberapa gejala yang lain seperti:
- Sakit perut dan terasa nyeri saat perut ditekan
- Muntah ringan sampai berat hingga tiga kali dalam sehari
- Pendarahan ringan dari hidung atau gusi
- Muntah darah
- Munculnya darah pada feses
- Serta rasa kelelahan, kegelisahan, atau lekas marah
Baca juga: Ciri-ciri Omicron yang Muncul Pada Gejala Awal Penularan
Gejala DBD Pada Anak
Meskipun gejala demam berdarah ini juga dapat berarti penyakit lain, maka diperlukan pemeriksaan untuk mengonfirmasi penyakit tersebut memang diidap atau tidak. Sedangkan untuk gejala DBD pada anak terdapat kesamaan dan perbedaan dengan gejala yang muncul pada orang tua. Berikut ini adalah gejala DBD pada anak:
- Sakit perut atau perut terasa nyeri ketika ditekan
- Demam tinggi secara tiba-tiba
- Muntah makanan atau muntah darah
- Terdapat feses yang berdarah
- Mimisan dan gusi berdarah secara tiba-tiba
- Trombosit menurun
- Merasa lelah, gelisah, dan mudah marah
- Kebocoran plasma saat pemeriksaan
Kapan Harus ke Dokter
Dilihat dari beberapa gejala yang muncul, tidak terdapat banyak perbedaan dari ciri-ciri DBD pada dewasa dan anak. Namun, anak harus mendapat perhatian khusus karena sistem antibodinya yang berbeda dengan usia orang dewasa. Jika beberapa gejala di atas ini muncul, Sahabat tidak perlu panik.
Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat adalah hal yang paling tepat. Jangan terburu-buru untuk membeli obat dan menangani gejala yang muncul. Karena dengan obat dan penanganan yang tidak tepat, justru akan membuat DBD tidak kunjung usai dan bisa saja menimbulkan gejala yang lebih parah seperti muntah darah dan sebagainya.
Tambah lagi beberapa gejalanya yang mirip penyakit lain seperti COVID-19, maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan. Untuk penanganan yang aman, segera kunjungi Dokter atau fasilitas kesehatan ketika sudah memunculkan gejala demam berdarah di fase awal.


