Home » News » World Tuberculosis Day 24 Maret 2020

World Tuberculosis Day atau Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret.

Tuberkulosis (TBC) masih menepati peringkat ke-10 penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2016 berdasarkan laporan WHO. Angka prevalensi TBC Indonesia pada tahun 2014 sebesar 297 per 100.000 penduduk.

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Terdapat beberapa spesies Mycobacterium, antara lain: M. tuberculosis, M. africanum, M. bovis, M. Leprae dsb. Yang juga dikenal sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA). Kelompok bakteri Mycobacterium selain Mycobacterium tuberculosis yang bisa menimbulkan gangguan pada saluran nafas dikenal sebagai MOTT (Mycobacterium Other Than Tuberculosis) yang terkadang bisa mengganggu penegakan diagnosis dan pengobatan TBC.

Gejala utama pasien TBC paru yaitu batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan. Pada pasien dengan HIV positif, batuk sering kali bukan merupakan gejala TBC yang khas, sehingga gejala batuk tidak harus selalu selama 2 minggu atau lebih.

Pencegahan dan pengendalian faktor risiko TBC dilakukan dengan cara berikut:

  • Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat;
  • Membudayakan perilaku etika berbatuk;
  • Melakukan pemeliharaan dan perbaikan kualitas perumahan dan lingkungannya sesuai dengan standar rumah sehat;
  • Peningkatan daya tahan tubuh;
  • Penanganan penyakit penyerta TBC;
  • Penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan di luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Apabila mengalami gejala TBC, segera periksakan diri ke dokter dan lakukan pemeriksaan laboratorium

Sumber: Infodatin Kemenkes 2018 – Tuberkulosis