Buah sering dianggap sebagai pilihan makanan atau bahkan alat pencuci mulut setelah mengonsumsi makanan besar. Akan tetapi, memilih buah tidak hanya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan rasa manis atau jenis buah yang sedang tren. Selain itu, buah banyak digemari karena sumber makanan sehat yang kaya akan vitamin, mineral. Serat, hingga zat antikoksidan. Oleh karena itu, memilih buah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh adalah langkah mudah untuk menciptakan pola makan yang lebih seimbang. Tidak ada satu jenis buah yang paling sehat, tetapi lebih kepada cara menggabungkan berbagai jenis buah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
World Health Organization Tahun 2026 mengatakan bahwa pola konsumsi yang sehat harus mengedepankan prinsip keragaman, keseimbangan, kecukupan, dan moderasi. Buah merupakan kategori makanan yang signifikan dalam pola diet tersebut. Pada orang yang berusia lebih dari 10 tahun, WHO menyarankan agar mengonsumsi minimal 400 gram buah dan sayuran setiap harinya.
Jangan Asal Memilih Buah
Buah memang memberi keuntungan yang serupa, namun komposisi nutrisinya tidak sama. Ada buah dengan kandungan serat yang lebih tinggi, ada yang merupakan sumber kalium, sedangkan varietas lainnya mengandung vitamin dan senyawa antioksidan dalam jumlah yang bervariasi. WHO menyatakan bahwa sayur dan buah adalah sumber vitamin, mineral, serat, serta berbagai senyawa bioaktif seperti antioksidan dan flavonoid. Mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur membantu tubuh mendapatkan lebih banyak variasi nutrisi. Hal menariknya, pemilihan buah juga dapat disesuaikan dengan rutinitas harian. Buah segar bisa jadi alternatif camilan saat butuh makanan yang praktis, sementara buah tinggi serat dapat menjadi bagian dari diet untuk mendukung kesehatan pencernaan. Sehingga, buah yang tepat sesuai kebutuhan tubuhmu bukan tentang mencari satu buah terbaik. Kuncinya, memilih buah secara beragam.
Rekomendasi Buah yang Tepat Sesuai Kebutuhan Tubuhmu
1. Buah Naga
Buah naga tergolong menjadi 3 jenis yaitu buah naga putih, merah, dan kuning. Setiap jenis memiliki khasiat yang berbeda beda. Buah naga putih memiliki rendah kalori dan menyegarkan. Mempunyai rasa lembut dan netral sehingga disukai berbagai generasi hingga anak-anak. Selain itu, mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Sedangkan untuk buah naga merah mengandung kaya vitamin C dan antioksidan untuk membantu menjaga imunitas tubuh, warna merah berasal dari pigmen alami yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, mempunyai rasa lebih manis dibandingkan jenis lainnya, serta bisa diolah menjadi olahan sehat seperti jus, salad, atau cemilan buah. Untuk buah naga warna kuning memiliki manis dengan tekstur yang lembut, cocok untuk anak-anak yang kurang suka makan buah, mengandung vitamin dan serat yang baik untuk tubuh, jenis ini sangat jarang ditemukan dibandingkan jenis lainnya.
2. Jambu Biji
Biji putih pada jambu biji cocok untuk orang yang suka buah dengan tekstur renyah, memiliki rasa renyah, lebih ringan, tidak terlalu manis, bijinya sedikit sehingga lebih mudah dimakan. Biji merah membantu menjaga daya tahan tubuh, kaya akan vitamin C yang baik untuk tubuh, mengandung likopen yang membantu menjaga kesehatan kulit. Selain itu ada biji sukun atau biasa disebut tanpa biji memiliki daging buah lebih banyak dan lembut, hampir tidak mempunyai biji sehingga nyaman dimakan anak-anak, mengandung vitamin A dan vitamin C yang bagus untuk kesehatan tubuh, serta cocok dijadikan camilan sehat karena mudah dimakan dan rasanya enak.
4. Pisang
Pisang hijau bermanfaat untuk mengurangi rasa cepat lapar, teksturnya masih keras, biasanya lebih enak jika dimasak dulu. Warna kuning matang memberikan energi untuk beraktivitas, rasanya manis alami, mudah dimakan, teksturnya lembuh sehingga mudah dicerna, sering digunakan sebagai salah satu pilihan buah untuk awal MPASI. Pisang bercorak bintik cokelat rasa manisnya alami, cocok untuk campuran MPASI, smoothie, atau makanan lainnya, testurnya lebih lembut, dan mudah dihaluskan, mengandung mineral seperti kalium yang baik untuk tubuh.
5. Alpukat
Alpukat memiliki ciri-ciri yang unik dibandingkan dengan banyak buah yang lain. Buah ini kaya akan lemak, terutama lemak tak jenuh, dan juga menyuplai serat serta kalium. Kombinasi ini memungkinkan alpukat menjadi bagian dari pola makan yang lebih seimbang. CDC Tahun 2024 mencantumkan alpukat sebagai salah satu jenis makanan dengan lemak tak jenuh. Jenis lemak ini bisa menjadi alternatif yang lebih baik saat dipakai untuk mengganti sumber lemak jenuh dalam pola makan. Alpukat tidak selalu harus diolah menjadi jus. Buah ini bisa dimasukkan ke dalam roti gandum, salad, atau dimakan langsung. Hal yang perlu dicermati adalah penggunaan bahan tambahan saat proses pengolahannya. Penambahan gula, susu kental manis, atau bahan kaya kalori dapat memengaruhi profil gizi makanan secara keseluruhan.
6. Jeruk
Jeruk dikenal karena kandungan vitamin C-nya, namun manfaatnya tidak terbatas hanya pada nutrisi itu. Buah ini memiliki kadar air yang cukup tinggi, menjadikannya opsi yang menyegarkan dalam konsumsi buah sehari-hari. Kemenkes RI Tahun 2023 mencantumkan jeruk sebagai salah satu sumber vitamin C. Vitamin C diperlukan tubuh untuk mendukung sintesis kolagen, membantu penyerapan zat besi, serta menjalankan berbagai fungsi fisiologis lainnya. Jeruk lebih baik dimakan dalam bentuk buah utuh daripada hanya mengandalkan jusnya. Ketika buah dijadikan minuman, serat bisa berkurang dan mengonsumsi buah dalam jumlah besar menjadi lebih praktis. WHO juga merekomendasikan agar mengurangi asupan gula bebas yang terdapat dalam minuman, termasuk konsumsi jus buah yang berlebihan.
7. Stroberi
Stroberi bisa menjadi pilihan buah yang menarik untuk menambah variasi makanan. Selain menyegarkan, stroberi juga merupakan buah yang kaya akan vitamin C. Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa stroberi merupakan salah satu sumber vitamin C. Vitamin ini memiliki peranan penting dalam tubuh, seperti mendukung pembentukan kolagen dan membantu penyerapan zat besi. Stroberi bisa dimakan langsung setelah dicuci dengan bersih. Buah ini bisa ditambahkan ke oatmeal atau yogurt tanpa membutuhkan tambahan gula. Metode ini membuat konsumsi buah menjadi lebih beragam sambil menghindari ketergantungan pada camilan yang mengandung banyak gula. Menggabungkan stroberi dengan buah-buahan lain juga bisa mendukung terciptanya pola konsumsi yang lebih bervariasi.
8. Melon
Melon mengandung air dalam jumlah besar, sehingga sering dipilih sebagai buah yang menyegarkan. Buah ini bisa menjadi bagian dari asupan buah harian, terutama saat memerlukan alternatif camilan yang ringan. Selain air, melon juga menawarkan berbagai vitamin dan mineral. CDC mengategorikan buah sebagai salah satu jenis makanan yang dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan berbagai zat gizi saat dikonsumsi dalam konteks pola makan yang seimbang. Melon bisa dimakan langsung dalam bentuk irisan buah. Hindari menjadikannya sebagai minuman dengan penambahan gula atau sirup yang berlebihan karena tambahan itu dapat meningkatkan konsumsi gula bebas. Menggabungkan melon dengan buah lainnya juga bisa menjadi cara mudah untuk membuat konsumsi buah menjadi lebih menarik tanpa perlu menambahkan pemanis.
Yuk Mulai Pilih Buah yang Tepat untuk Kesehatanmu
Pisang, jambu biji, alpukat, apel, jeruk, pepaya, pir, stroberi, mangga, serta melon memiliki ciri khas yang bervariasi. Oleh karena itu, tidak perlu memilih satu buah sebagai juara. Buah yang Tepat Sesuai Kebutuhan Tubuhmu sebenarnya menekankan pada pentingnya variasi. Hari ini dapat memilih pisang, besok jambu biji, lalu pepaya atau jeruk pada hari setelahnya. Model sederhana itu lebih praktis untuk digunakan dalam jangka panjang. WHO Tahun 2024 menyarankan agar orang yang berusia di atas 10 tahun mengonsumsi minimal 400 gram buah dan sayur setiap hari sebagai bagian dari diet sehat. Rekomendasi itu tidak mengharuskan semua jumlah berasal dari satu jenis buah. Variasi terus menjadi elemen krusial dalam menciptakan pola makan yang seimbang. Jadi, buah yang terbaik tidak selalu yang termahal atau sedang populer di media sosial. Buah yang optimal adalah buah yang bisa dimakan secara teratur, beragam, sesuai dengan kebutuhan, dan menjadi elemen dari pola makan yang seimbang. Agar mendapatkan gambaran kesehatan yang lebih komprehensif, asupan makanan bernutrisi sebaiknya disertai dengan pemeriksaan kesehatan rutin di Laboratorium Medis CITO. Informasi tentang layanan pemeriksaan, promo, dan edukasi kesehatan juga tersedia melalui aplikasi Beranda CITO dan WhatsApp Channel CITO.
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Fiber: The Carb That Helps You Manage Diabetes. CDC.
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Effects of Sodium and Potassium. CDC.
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Tips for Increasing Vegetables and Fruits in Your Diet: Healthy Eating for Healthy Weight. CDC.
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Preventing High Blood Pressure.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Arti Penting Vitamin C, D, E, dan K Bagi Tubuh. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Isi Piringku, Panduan Kebutuhan Gizi Seimbang Harian. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
- World Health Organization. 2023. Increasing Fruit and Vegetable Consumption to Reduce the Risk of Noncommunicable Diseases. WHO.
- World Health Organization. 2024. Healthy Diet. WHO.
- World Health Organization. 2024. What Are Healthy Diets? Joint Statement by FAO and WHO. WHO.
