Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja dan tidak memandang umur atau generasi. Penyakit jantung masih sering dipandang sebagai masalah kesehatan yang muncul ketika usia mulai bertambah. Sebenarnya, pandangan itu tidak sepenuhnya akurat. Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa serangan jantung bisa terjadi pada usia muda, termasuk pada kelompok usia 20β40 tahun. Dalam kesibukan yang sangat cepat, kesehatan jantung seringkali menjadi hal yang kurang diperhatikan. Tugas yang menumpuk, pola tidur yang kacau, duduk dalam waktu lama, makanan instan, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari tanpa disadari. Permasalahannya, sejumlah faktor risiko untuk penyakit jantung dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang nyata.
Oleh karena itu, pernyataan masih muda, tidak mungkin terkena penyakit jantung sebaiknya mulai ditinggalkan. Anak muda juga dapat mengalami masalah jantung, dan mengetahui risikonya sejak usia yang produktif merupakan langkah penting untuk memelihara kesehatan dalam jangka panjang.
Mengapa Penyakit Jantung Bisa Terjadi di Usia Muda?
Penyakit jantung tidak hanya berhubungan dengan umur, anak muda juga bisa terkena jantung. WHO menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular adalah sekumpulan penyakit yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah. Pada tahun 2022, penyakit kardiovaskular mengakibatkan sekitar 19,8 juta kematian di seluruh dunia atau sekitar 32% dari total kematian global. WHO juga menyatakan bahwa sebagian besar penyakit kardiovaskular dapat dihindari melalui pengendalian faktor risiko yang bersifat perilaku dan lingkungan. Kemenkes juga menyatakan adanya perhatian terhadap meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia yang lebih muda. Faktor-faktor seperti obesitas, hipertensi, kebiasaan merokok, dan kolesterol tinggi merupakan beberapa hal yang meningkatkan risiko penyakit jantung pada usia muda. Dengan kata lain, usia yang muda tidak menjadi perlindungan dari penyakit jantung. Kondisi kesehatan yang ada saat ini dapat memengaruhi kesehatan jantung di masa depan.
ππ»Baca Juga: 10 Menu Sarapan Pemicu Risiko Penyakit Jantung yang Perlu Dihindari
Jantung Bisa Bermasalah Sebelum Tubuh Merasa Sakit
Salah satu hal yang sering terlupakan adalah beberapa faktor risiko penyakit jantung bisa muncul tanpa tanda-tanda. Tekanan darah tinggi, contohnya, sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga seseorang bisa merasa sehat meskipun tekanannya sudah melebihi batas normal. CDC 2024 menyebutkan hipertensi, kolesterol tinggi, dan perilaku merokok sebagai faktor risiko utama penyakit jantung. Aspek lain seperti umur dan latar belakang keluarga juga memiliki pengaruh, meskipun tidak bisa diubah. Inilah alasan mengapa pemeriksaan kesehatan sebaiknya tidak menunggu adanya keluhan. Tekanan darah, kadar glukosa, dan profil lipid dapat mencerminkan berbagai faktor yang berhubungan dengan risiko kardiovaskular.
Faktor Penyebab Anak Muda Bisa Terkena Jantung
Ada sejumlah kebiasaan dan keadaan yang terlihat sepele, namun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Mengidentifikasinya lebih cepat memungkinkan langkah-langkah pencegahan menjadi lebih praktis dan terukur.
1. Merokok dan Paparan Tembakau
Merokok tidak hanya berhubungan dengan paru-paru. CDC menempatkan kebiasaan merokok sebagai salah satu penyebab utama risiko penyakit jantung. Paparan senyawa dalam rokok dapat berperan dalam kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan penyakit kardiovaskular. Untuk kelompok usia muda, risiko ini sering terabaikan karena akibatnya tidak selalu segera dirasakan. Ketiadaan keluhan tidak menunjukkan bahwa pembuluh darah terhindar dari pengaruh rokok.
2. Kurang Bergerak atau Beraktivitas
Aktivitas sehari-hari di depan laptop, berkendara, hingga waktu luang yang lebih banyak dihabiskan di depan layar dapat mengurangi tingkat aktivitas fisik. WHO mengakui bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Aktivitas fisik tidak selalu perlu berupa olahraga yang intens. Meningkatkan aktivitas dalam keseharian juga bisa jadi elemen dari gaya hidup yang lebih energik.
3. Pola Makan yang Tidak Seimbang
Makanan tinggi garam, gula, dan lemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular ketika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. WHO memasukkan pola makan tidak sehat sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Yang sering tidak disadari, pola makan tidak sehat bukan hanya soal satu kali makan. Risiko lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan yang terbentuk dan dilakukan berulang dalam jangka panjang.
4. Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi bisa terjadi tanpa gejala yang mencolok. CDC menyatakan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan menjelaskan bahwa tekanan darah yang tidak terkontrol dapat berdampak pada jantung serta organ vital lainnya. Karena sering tidak disadari, pengukuran tekanan darah merupakan salah satu pemeriksaan sederhana yang penting untuk dilakukan secara rutin, termasuk pada usia produktif.
5. Kolestrol Tinggi
Tingginya kolesterol adalah faktor lain yang harus diperhatikan. CDC mengungkapkan bahwa faktor genetik, beberapa kondisi kesehatan, dan gaya hidup bisa berperan dalam tingginya kadar kolesterol. Tingkat kolesterol yang tidak baik dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung dan stroke. Uniknya, seseorang bisa tampak sehat dari luar namun tetap memiliki kolesterol yang tinggi. Ini adalah salah satu alasan mengapa pemeriksaan laboratorium dapat memberikan informasi yang tidak terlihat hanya dari kondisi fisik.
ππ»Baca Juga: Tengkuk Nyeri Tanda Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Medisnya
6. Gula Darah Tinggi dan Diabetes
Diabetes sangat terkait dengan kesehatan jantung. Kemenkes menyatakan bahwa diabetes dapat memperbesar kemungkinan terkena penyakit jantung, terutama jika disertai dengan faktor risiko tambahan seperti hipertensi, masalah kadar lemak darah, obesitas, merokok, dan riwayat keluarga. Tingkat gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada kerusakan pembuluh darah. Oleh karena itu, pengujian kadar gula darah tidak hanya penting bagi mereka yang telah menderita diabetes, tetapi juga merupakan bagian dari pemantauan faktor risiko sesuai dengan keadaan individu.
7. Riwayat Penyakit Jantung
Tidak semua risiko dapat dikendalikan. Salah satu contohnya adalah riwayat keluarga. CDC menjelaskan bahwa riwayat keluarga dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung, sehingga informasi tentang kerabat yang pernah menderita penyakit jantung dapat menjadi elemen krusial dalam penilaian risiko. Riwayat keluarga tidak menjamin bahwa seseorang akan mengalami penyakit jantung. Akan tetapi, data tersebut bisa menjadi alasan untuk lebih memperhatikan faktor risiko lain yang masih bisa dikelola.
Kenali Sinyal Jantung, Jangan Selalu Menganggapnya Kelelahan
Keluhan mengenai jantung tidak selalu terlihat sebagai nyeri dada yang parah. CDC 2024 mencatat bahwa gejala serangan jantung bisa termasuk rasa sakit atau ketidaknyamanan di dada, kesulitan bernapas, nyeri pada bagian atas punggung atau leher, mual atau muntah, kelelahan yang luar biasa, dan pusing. Kemenkes 2024 juga menekankan pentingnya deteksi awal gejala penyakit jantung. Keluhan seperti nyeri pada dada, kesulitan bernapas, cepat lelah, atau gejala lain yang tidak biasa harus diperhatikan, terutama jika muncul tiba-tiba atau semakin parah. Di usia yang masih muda, keluhan itu sering kali dianggap sebagai akibat dari kurang tidur, jadwal yang padat, angin masuk, atau kelelahan setelah beraktivitas. Sebenarnya, gejala yang aneh tidak seharusnya langsung dianggap sebagai hal yang sepele. Laboratorium Medis CITO tersedia untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan kesehatan melalui beragam layanan laboratorium. Informasi tentang layanan pemeriksaan, pendidikan kesehatan, dan penawaran dapat diakses melalui aplikasi Beranda CITO dan Kanal WhatsApp Channel CITO. Jangan tunggu tubuhmu memberi sinyal. Pahami keadaan kesehatan, lakukan pemeriksaan yang diperlukan, dan anggap kesehatan jantung sebagai investasi untuk tetap aktif, produktif, serta menikmati lebih banyak momen di masa yang akan datang.
Β
Innovation For Happiness
REFERENSI
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Heart Disease Risk Factors.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Serangan Jantung di Usia Muda. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Penyakit Jantung Koroner di Usia Muda: Faktor Risiko dan Pencegahan. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Kenali Gejala Jantung Sejak Dini. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Diabetes dan Penyakit Jantung. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
- World Health Organization. (2025). Cardiovascular Diseases (CVDs). Geneva: WHO.
- World Health Organization. (2025). Noncommunicable Diseases. Geneva: WHO.
