(024) 3566749 | Fax (024) 3557770 | WA 0811 275 8028 (Text Only)

 

PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI


 

Pemeriksaan mikrobiologi adalah satu pemeriksaan yang sangat penting dalam menunjang penegakkan diagnosis serta terapi penyakit infeksi terutama dalam penanganan infeksi Nosokomial.

 

Nama Pemeriksaan KULTUR BTA
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang terdapat dalam sampel sputum
Metode Kultur & sensitivity
Sampel Sputum, Bilasan Bronchus, Pus, Pleura
Volume Minimal Secukupnya
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan
Stabilitas Sampel suhu 2 – 8° C : 3 – 5 hari
Penanganan Sampel/ Transportasi ice pack (suhu: 2 – 8° C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan Sebaiknya menggunakan sputum pagi, penderita bangun tidur dan belum mandi (sputum / dahak pertama kali keluar )
Nama Pemeriksaan KULTUR CAIRAN TUBUH
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam sampel
Metode Kultur & sensitivity
Sampel Cairan asites, Cairan Pleura, Cairan sendi, LCS
Volume Minimal 1 – 2 ml
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus
Stabilitas Sampel Dalam Bactec Plus Aerobic/botol Fan Aerobis stabil selama 24 jam
Penanganan Sampel/ Transportasi Tanpa ice ( ambient: 25 – 30°C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan
Nama Pemeriksaan KULTUR DARAH
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam sampel darah
Metode Kultur & sensitivity
Sampel Darah
Volume Minimal 5 – 10 ml
Persiapan Pasien Pengambilan sampel darah sebaiknya dilakukan pada saat pasien demam
Stabilitas Sampel Dalam Bactec Plus Aerobic/botol Fan Aerobis stabil selama 24 jam
Penanganan Sampel/ Transportasi Tanpa ice ( ambient: 25 – 30°C )
Kriteria Penolakan Tidak menggunakan media bactec
Nilai Rujukan Negatif
Catatan Pemeriksaan kultur darah sebaiknya dilakukan sebelum pemberian antibiotika
Nama Pemeriksaan KULTUR FAECES
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam sampel faeces
Metode Kultur & sensitivity
Sampel Feses segar
Volume Minimal Secukupnya ± 2 gram
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan
Stabilitas Sampel Segera dilakukan pemeriksaan dalam waktu < 1 jam; Spesimen dalam media trasnport Amies stabil selama 24 jam
Penanganan Sampel/ Transportasi Tanpa ice ( ambient: 25 – 30°C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan
Nama Pemeriksaan KULTUR GALL
Manfaat Pemeriksaan Mendeteksi penyakit tifus atau demam tifoid.
Metode Kultur & sensitivity
Sampel Darah
Volume Minimal 5 ml
Persiapan Pasien Pengambilan sampel darah sebaiknya dilakukan pada saat pasien demam
Stabilitas Sampel Dalam Bactec Plus Aerobic/botol Fan Aerobis stabil selama 24 jam, darah dalam tabung steril stabil < 2 jam
Penanganan Sampel/ Transportasi Tanpa ice ( ambient: 25 – 30°C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan
Nama Pemeriksaan KULTUR JAMUR
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jamur yang terdapat dalamsampel
Metode Kultur dan sensitivity
Sampel Sampel untuk kultur bisa apa saja
Volume Minimal
Persiapan Pasien Spesimen tidak kering. Jika perlu teteskan NaCl untuk menjaga kebasahannya (untuk bahan seperti feces, kotoran telinga, dan sebagainya). Untuk sampel darah harus beku (tanpa antikoagulan).
Stabilitas Sampel Segera; jika tidak maka simpan pada suhu 2-8 C : maksimal 24 jam Untuk sampel darah beku, harus sesegera mungkin
Penanganan Sampel/ Transportasi ice pack (suhu: 2 – 8° C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan – Resistensi hanya bisa untuk Candida, Cryptococcus, dan Aspergillus

– Pemeriksaan kultur dapat dilakukan hanya sampai penentuan genus

Nama Pemeriksaan KULTUR PUS
Manfaat Pemeriksaan Isolasi bakteri pathogen dan uji kepekaan antibiotika dari sampel pus
Metode Kultur   & sensitivity
Sampel Pus
Volume Minimal
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan
Stabilitas Sampel
Penanganan Sampel/ Transportasi Tanpa ice ( ambient: 25 – 30°C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan 1. Luka terbuka / bula yang pecah / luka bakar : ambil eksudat dari dinding luka( bukan swab ) => media transport.

2. Pustula / vesikel – bersihkan permukaan dg alkohol 70% – pecahkan dg jarum no 23 – swab dasar luka => media transport

3. Abses tertutup – desinfeksi kulit abses – aspirasipusdengan spuit – anaerob : buanggelembung udara, atau masukkan media anaerob.Kirim < 24 jam, suhu ruang  Label : beriketerangan luka terbuka / tertutup.

Nama Pemeriksaan KULTUR SEKRET/SWAB
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam sampel sekret / swab yang diperiksa
Metode Kultur & sensitivity
Sampel Sekret
Volume Minimal
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan
Stabilitas Sampel Dalam media transport Amies, stabil selama 24 jam pada suhu ruang
Penanganan Sampel/ Transportasi Tanpa ice ( ambient: 25 – 30°C )
Kriteria Penolakan Di kirim tanpa media transport
Nilai Rujukan Negatif
Catatan
Nama Pemeriksaan KULTUR SPUTUM
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam sampel sputum
Metode Kultur & senitivity
Sampel Sputum
Volume Minimal 1 – 2 ml
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan
Stabilitas Sampel suhu 2 – 8° C : 3 – 5 hari
Penanganan Sampel/ Transportasi ice pack (suhu: 2 – 8° C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan Sebaiknya menggunakan sputum pagi, penderita bangun tidur dan belum mandi (sputum / dahak pertama kali keluar )
Nama Pemeriksaan KULTUR URINE
Manfaat Pemeriksaan Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam sampel urine
Metode Kultur & Sensitivity
Sampel Urine pagi midstream
Volume Minimal ± 30 ml
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan
Stabilitas Sampel 1 jam pada suhu ruang, suhu 2-8 °C: 18 – 24 jam
Penanganan Sampel/ Transportasi ice pack ( suhu: 2 – 8 ° C )
Kriteria Penolakan Menggunakan pot non steril , pengiriman tanpa ice pack
Nilai Rujukan Negatif
Catatan Segera kirim urine ke laboratorium dalam waktu kurang dari 2 jam/sesegera mungkin setelah pengambilan.