Gaya Hidup Sedentary
Modernisasi dan kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, membuat terlena, dimanjakan akan kemudahan-kemudahan fasilitas yang ada, namun di sisi lain juga mempunyai suatu konsekuensi seperti gaya hidup sedentary (sedentary living) yang ditandai banyak duduk dan kurangnya aktivitas fisik. Kebanyakan pegawai kantoran yang mengalaminya, hampir sekitarr 8-10 jam perhari atau bahkan lebih, duduk di ruangan, aktivitas serba monoton di depan komputer, meeting dan diskusi di ruang rapat.
Pola aktivitas seperti itu dan kegemaran mengonsumsi makanan tinggi lemak, karbohidrat dan protein dari makanan cepat saji akan memudahkan munculnya penyakit kronik modern seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, jantung koroner dan kanker. Sebuah fakta mengejutkan, berdasarkan penelitian, sekitar 28% penyebab kematian adalah penyakit kronis modem yang dilatarbelakangi gaya hidup sedentary.
Baca juga: Mager alias Males Gerak Ternyata juga Berbahaya
Risiko Penyakit yang Ditimbulkan
Beberapa efek dari gaya hidup sedentary, adalah memunculkan peningkatan risiko penyakit seperti:
- Peningkatan risiko penyakit jantung dikarenakan kurangnya pasokan oksigen karena aktivitas fisik yang kurang, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 52% pada pria dan 28% pada wanita.
- Peningkatan risiko diabetes diakibatkan kurangnya aktivitas olah raga, berpengaruh pada kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah.
- Peningkatan risiko kanker dikarenakan penurunan aktivitas dapat meningkatkan risiko berkembangnya jenis kanker payudara, usus besar dan jenis-jenis tumor ganas. Kematian akibat kanker 45% pada laki-laki dan %73% pada wanita.
- Peningkatan risiko osteoporosis akibat dari kurang aktif berkepanjangan, menyebabkan tulang kehilangan kekuatan untuk mendukung struktur tubuh.
- Obesitas karena terlalu banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh, tetapi tidak benar-benar terbakar karena kurangnya aktivitas. Kalori disimpan dalam tubuh sebagai lemak berlebih.
- Sakit kepala karena kurangnya aktivitas olah raga lebih memungkinkan mengembangkan sakit kepala.
Baca juga: Makan Mie Instan dan Nasi Bersamaan, Apakah Baik?
Cara Untuk Terhindar dari Akibat Gaya Hidup Sedentary
Penyakit yang disebabkan terlalu banyak duduk (sitting disease) saat ini merupakan ‘tren’ bagi mereka yang memiliki gaya hidup sedentary, beberapa hal kecil yang bisa dilakukan untuk menghindari munculnya penyakit tersebut adalah:
- Hindari menggunakan lift di tempat kerja
- Berdiri ketika menelpon
- Berjalan saat menuju tempat makan siang
- Kurangi “ngemil”, perbanyak minum air putih
- Biasakan untuk mengantarkan berkas ke bagian lain tanpa bantuan office boy
- Pertimbangkan penggunaan sarana transportasi umum saat ke kantor
Kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, efektivitas dan efisiensi kerja menjadi keharusan, tetapi sehat adalah pilihan untuk kehidupan lebih baik dan produktif. Sekarang saatnya, kapan lagi?

