(024) 3566749 | Fax (024) 3557770 | WA 0811 275 8028 (Text Only)

Pemeriksaan Mutasi EGFR

Kanker Paru merupakan kanker yang  paling sering terdiagnosis dan bertanggung jawab akan 1,38 juta kematian tiap tahunnya di seluruh dunia. Pada semua jenis kanker paru 85% kasusnya adalah Non Small Cell Lung Carcinoma (NSCLC) dan sisanya adalah Small Cell Carcinoma. Diperkirakan 10% dari kasus NSCLC di Amerika Serikat dan dan 35% di Asia Timur mengalami mutasi EGFR.

Diagnosa bagi penderita kanker paru-paru kini semakin mudah dengan menggunakan tes mutasi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) Circulating Tumor DNA. Sebab, tes ini akan mempermudah penentuan jenis obat yang tepat bagi penderita kanker paru-paru.
EGFR adalah bagian dari sel yang terletak di permukaan. Fungsi EGFR sendiri adalah sebagai reseptor atau penerima protein dan mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel.
EGFR merupakan bagian dari kelompok reseptor Tirosin Kinase. Pengikatan ligand seperti epidermal growth factor dengan reseptornya, menyebabkan rekasi bertingkat lanjutan di dalam sel yang berhubungan dengan survival dan proliferasi sel. Mutasi EGFR menyebabkan reaksi bertingkat dan proliferasi yang tidak terkontrol dan menyebabkan kanker.
pengobatan kanker saat ini sudah seharusnya menjurus kepada targeted therapy atau terapi target khusus. Dalam artian, pengobatan dilakukan khusus kepada protein, sel atau gen yang menjadi pusat penyakit. Terapi ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus mengurangi angka mortalitas dan morbiditas. Dengan terapi ini obat yang diberikan akan langsung menyasar tempat yang tepat dan mempunyai efek yang lebih ampuh

Terapi lini pertama NSCLC tahap lanjutan melibatkan kombinasi kemoterapi. Akan tetapi, pada pasien NSCLC tahap lanjutan yang mengekspresikan mutasi Tirosin Kinase pada domain reseptornya (EGFR), target terapi dapat diberikan dalam bentuk EGFR-TKIs.
EGFR-TKIs tyrosine kinase inhibitors adalah kelompok target terapi untuk NSCLC dengan mutasi EGFR. Yang dapat memblokade jalur signal EGFR. Tingkat kesembuhan pasien dengan pengobatan ini meningkat. EGFR-TKIs generasi pertama dan kedua, seperti Gefitinib, tarceva, dan gilotrif telah digunakan selama beberapa tahun dan memberikan perbaikan klinis yang signifikan pada pasien NSCLC dengan mutasi EGFR. Akan tetapi, seiring dengan semakin parahnya, banyak pasien yang mengalami mutasi T790M. EGFR-Tkis generasi ketiga, Tagrisso, merupakan inhibitor ireversibel yang diindikasikan untuk pasien NSCLC dengan mutasi T790M.
Sejak 2009, NCCN sudah merekomendasikan untuk pemeriksaan EGFR sebelum mendapatkan terapi EGFR-Tkis. Sehinggapenetuan mutasi EGFR membantu klinisi dalam menentukan terapi spesifik untuk pasien NSCLC
Target EGFR pada sel kanker paru sensitive terhadap EGFR/Tyrosin Kinase Inhibitor, maka pasien tersebut disebut sebagai Mutasi positif EGFR.

Bila sel kanker paru tidak menunjukkan mutasi EGFR , maka pasien disebut sebagai “EGFR negative” atau “EGFR Wildtype. Pasien ini kemungkinan kurang sensitive terhadap Tyrosin Kinase Inhibitor dan perlu diberikan pilihan yang lain.

Tujuan Pemeriksaan EGFR :

Pemeriksaan EGFR ini dilakukan untuk mendeteksi mutasi EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor) pada ekson 18, 19, 20 (termasuk T790M), dan 21. Tes Mutasi EGFR ini dapat dilakukan pada pasien dengan sampel biopsi jaringan atau slide sitologi dan juga dengan sampel plasma (ctDNA / circulating free tumor DNA).
Kelebihan menggunakan pem EGFR di Cito Lab :
• Pemeriksaan EGFR merupakan pemeriksaan kualitatif – Real Time PCR dengan menggunakan metode ARMS yang dapat mendeteksi 29 mutasi gen EGFR. Target DNA diamplifikasi dengan primer PCR “Mutant Specific” yang dideteksi menggunakan “Novel Fluoresence Probe”. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi mutasi dengan sensitifitas 1% ( mis : 1 mutan copy dan 99 wild type copy )
• Jenis mutasi yang dapat dideteksi : T790M, L858R, L861Q, S768I, G719S, G719A, G719C, 3 insersi di exon 20 (mampu mendeteksi 3 insersi, tetapi blm dapat membedakan antara ketiganya), 19 delesi pada exon 19 (mampu mendeteksi 19 insersi, tetapi blm dapat membedakannya)

Persiapan Sampel
Sampel yang digunakan bisa menggunakan jaringan dari biopsi atau sitologi serta plasma atau serum (ctDNA). Jumlah
Waktu / lama pengerjaan :
Pemeriksaan EGFR dikerjakan pada hari Senin, Rabu & Jumat. Waktu Penyelesaian H + 5 hari kerja.

Interpretasi :
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan kualitatif dengan menunjukan jenis dan lokasi mutasi EGFR

Referensi :
1. Li Y et al. Clinical validation of a highly sensitive assay to detect EGFR mutations in plasma cell-free DNA from patients with advanced lung Adenocarcinoma. 2017.
2. NCCN Non–Small Cell Lung Cancer, Version 5.2017 Clinical Practice Guidelines in Oncology David S. Ettinger, MD; Douglas E. Wood, MD, FRCSEd;
3. Lenny S.,at.all : Mutasi EGFR pada Non small Cell Lung Cancer di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” ; 2016
4. www.mycancergenome.org
5. Kerr K M et al. Second ESMO consensus conference on lung cancer: pathology and molecular biomarkers for non-small-cell lung cancer. 2014. Annals of oncology 25: 1681- 1690.
6. Robert P., et al. Consensus for EGFR Mutation Testing in Non-small Cell Lung Cancer, Results from a European Workshop Journal of Thoracic Oncology • Volume 5, Number 10, October 2010