Cacar Monyet Kembali Muncul, Pahami Hal berikut Agar Tidak Tertular
WA 0813-2507-9997 (Chat Only) support@labcito.co.id

monkeypox

Kasus cacar monyet atau monkeypox akhir-akhir ini kembali muncul di wilayah DKI Jakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengumumkan bahwa kasus cacar monyet kembali bertambah, hingga saat ini telah terdapat tiga kasus di Indonesia sejak pertama kali ditemukan di Jakarta pada Agustus 2022. Lantas, sebenarnya apa itu cacar monyet dan bagaimana cara pencegahannya?

Pengertian Cacar Monyet

Cacar monyet yang juga dikenal dengan sebutan monkeypox merupakan penyakit infeksius dan menular yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Inilah sebabnya cacar monyet disebut sebagai zoonosis.

Penyakit ini masuk ke dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi. Walaupun tampak menakutkan, namun sebenarnya penyakit ini hanya menyerang primata non-manusia, seperti monyet dan kera. Penularannya bisa terjadi pada manusia jika mereka memiliki kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi.

Penyebab Cacar Monyet

Penyakit Monkeypox disebabkan oleh virus Monkeypox, yang termasuk dalam keluarga Orthopoxvirus. Virus ini secara alami ada di beberapa hewan, seperti primata dan hewan pengerat. Manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi melalui cakaran atau gigitan dengan hewan yang telah terjangkit. Penyebaran antar manusia biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan sekresi dan ekskresi dari penderita, serta melalui droplet pernapasan.

Baca juga: Racun Sianida: Bahaya dan Pencegahan

Gejala yang Muncul

Gejala yang muncul terbagi menjadi dua periode utama, yaitu sebagai berikut:

  • Periode Invasi: Pada tahap awal, gejalanya mirip dengan flu biasa, termasuk demam, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Periode ini biasanya berlangsung sekitar 2 minggu.
  • Periode Erupsi: Setelah periode invasi, gejala kulit yang khas dari cacar monyet mulai muncul. Ruam merah yang berubah menjadi melepuh berisi cairan muncul di seluruh tubuh. Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa hari dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Perbedaan yang tampak antara cacar monyet dengan cacar lainnya adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening, yang dapat memburuk dan disertai dengan gangguan pernapasan seperti radang tenggorokan, batuk dan lain sebagainya

Diagnosis 

Diagnosis dapat ditegakkan melalui riwayat kontak dengan primata yang terinfeksi, gejala yang muncul, dan pemeriksaan laboratorium. Tes darah dan isolasi virus dari sampel kulit atau sekresi tubuh dapat membantu mengkonfirmasi penyakit ini.

Faktor Risiko Cacar Monyet

Faktor risiko utama adalah kontak dekat dengan primata non-manusia yang terinfeksi virus Variola simian. Orang-orang yang bekerja di laboratorium primata atau yang berinteraksi dengan hewan-hewan ini memiliki resiko yang tinggi untuk tertular.

Komplikasi

Cacar monyet pada manusia biasanya tidak seberat cacar manusia. Namun, komplikasi seperti infeksi sekunder, pneumonia, atau gangguan sistem pernapasan dapat terjadi pada kasus-kasus yang lebih parah. Oleh karena itu, penanganan medis segera sangat penting.

Langkah Pencegahan

  1. Menghindari Kontak dengan Hewan Terinfeksi: Penting untuk menjauhi hewan yang mungkin membawa virus, terutama primata dan hewan pengerat.
  2. Menjaga Kebersihan Tangan: Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air adalah cara sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko infeksi.
  3. Penggunaan Masker: Orang-orang yang merawat pasien cacar, harus menggunakan masker untuk menghindari penyebaran melalui droplet pernapasan.
  4. Vaksinasi: Saat ini, belum ada vaksin khusus, tetapi vaksin cacar manusia dapat memberikan perlindungan sebagian.

Pencegahan terbaik adalah menghindari kontak langsung dengan primata yang berpotensi terinfeksi. Pemantauan ketat dan kepatuhan dengan protokol kebersihan yang ketat diperlukan bagi mereka yang bekerja dengan primata.

Baca juga: Virus Nipah : Mengenal Sejarah, Penularan, dan Risiko di Indonesia

Cara Mengobati

Sayangnya, tidak ada pengobatan khusus untuk hal ini. Perawatan melibatkan perawatan simptomatik, seperti pengobatan demam dan perawatan luka. Pencegahan infeksi sekunder dan komplikasi lainnya juga penting dalam manajemen penyakit ini. Tetap waspada dan hindari kontak dengan primata yang berpotensi terinfeksi untuk mencegah penyakit ini.

Cacar Monyet adalah penyakit yang cukup menarik perhatian dunia karena potensinya menyebar cepat dan dampak kesehatan yang serius. Informasi mengenai penyakit ini, upaya pencegahan, serta pengendalian penyebarannya sangat penting untuk anda ketahui. Semua individu harus waspada terhadap ancaman penyakit ini dan melibatkan diri dalam tindakan pencegahan yang tepat. Jika anda mulai mengalami gejala yang mengarah kepada cacar monyet, sebaiknya untuk melakukan isolasi diri atau melakukan pemeriksaan dengan tenaga medis yang telah berpengalaman, saat ini anda bisa melakukan pemeriksaan dari rumah menggunakan Ready Dokter CITO. Kapanpun anda mau, Ready Dokter akan siap melayani. Yuk ke CITO sekarang!

 

 

Sumber :

Centers for Disease Conteol and Prevention (CDC). Get Both Doses of the Mpox Vaccine. Diakses pada 23 Oktober 2023

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox) dan yang Perlu Kita Tahu Tentangnya. Diakses pada 23 Oktober 2023

Center for Biotechnoloy Information (NCBI). Monkeypox: A Clinical and Epidermological Review. Diakses pada 23 Oktober 2023

 

Promo Ladies