Batuk Terus Menerus, Bisa Berarti Gejala Tuberkulosis (TB)?

Batuk Terus Menerus, Tanda Tuberkulosis (TB)?

Kaitan Batuk Terus Menerus dengan Tuberkulosis

Ketika muncul rasa ingin batuk pada tenggorokan, pasti akan segera ingin dihilangkan. Saat awal kali rasa batuk muncul, pasti pemikiran kebanyakan orang adalah akibat dari flu. Jika tidak akibat oleh flu, biasanya akan mengira jika mendapati alergi sesuatu. Namun jika yang muncul adalah batuk terus menerus yang bahkan tidak berhenti selama beberapa minggu, maka sangat dianjurkan untuk segera menemui Dokter atau fasilitas kesehatan yang terdekat.

Tambah lagi di saat pandemi COVID-19 yang belum berakhir secara total juga harus tetap menjadi perhatian. COVID-19 juga memiliki gejala batuk yang terus menerus oleh beberapa orang terjangkit. Maka dari itu, segera lakukan SWAB Antigen/PCR untuk mengetahui tubuh terjangkit virus tersebut atau tidak.

Selanjutnya, batuk terus menerus dapat berarti gejala dari penyakit tuberkulosis atau biasa disingkat dengan TB atau TBC. Umumnya, penyakit tuberkulosis memang memiliki kaitan dengan saluran pernapasan, sehingga gejala batuk terus menerus biasanya muncul pada pengidap TB. Penyebabnya adalah infeksi dari bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang bagian paru-paru. Namun bakteri ini juga dapat menyebabkan TB pada organ tubuh lainnya seperti tulang belakang, saluran pencernaan, dan otak.

Baca juga: Tuberkulosis (TBC), Perkembangan, Pengertian, dan Ciri Gejalanya

Gejala Tuberkulosis

Gejala yang biasa muncul pada penderita tuberkulosis pada paru-paru adalah, sebagai berikut:

  • Batuk terus menerus selama lebih dari tiga minggu
  • Batuk berdahak atau batuk dengan mengeluarkan darah
  • Nyeri pada perut

Sedangkan, untuk gejala tuberkulosis secara umum adalah, sebagai berikut:

  • Kelelahan tanpa sebab
  • Demam
  • Kedinginan
  • Berkeringat pada malam hari
  • Kehilangan nafsu makan
  • Menurunnya berat badan secara signifikan

Bersama dengan munculnya gejala umum ini, tuberkulosis yang menyerang organ selain paru akan menimbulkan gejala, sebagai berikut:

  • Darah pada urine dan gagal ginjal, jika TB menginfeksi ginjal
  • Nyeri punggung, kejang otot, dan posisi tulang belakang yang tidak biasa, jika TB menginfeksi tulang belakang
  • Sering mual dan muntah, nyeri kepala, hingga kehilangan kesadaran, jika TB menginfeksi otak

Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan

Meskipun kembali lagi bahwa batuk terus menerus belum tentu dikarenakan oleh tubuh yang terinfeksi tuberkulosis, maka dari itu diperlukan pemeriksaan untuk mengonfirmasi dan mengetahui kondisi tubuh dengan aktual. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan karena tuberkulosis adalah, sebagai berikut:

  • Pemeriksaan Dahak Mikroskopis/BTA (Bakteri Tahan Asam)
  • Pemeriksaan Darah Rutin (Darah Lengkap Otomatis dan Laju Endap Darah)
  • Pemeriksaan BACTEC
  • Tes IGRA
  • Pemeriksaan TB MDR

Dari beberapa pemeriksaan untuk tuberkulosis di atas, Tes IGRA adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui potensi kemungkinan infeksi tuberkulosis pada berbagai organ seperti kelenjar limfa, tulang belakang, hingga otak. Sedangkan TB MDR adalah jenis TB yang resisten terhadap obat yang paling poten/kuat yaitu INH dan rifampisin sebagai obat tuberkulosis. Jadi segera lakukan pemeriksaan untuk mengonfirmasi tubuh dari infeksi virus TB, supaya gejala yang dirasa dapat segera ditangani dengan tepat.