Alergi Obat, Penyebab dan Bagaimana Menanganinya

Konsumsi Obat dapat Timbulkan Alergi?

Tubuh manusia memiliki keberagaman kelebihan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk tidak dapat terkena sakit atau gangguan. Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang disebut dengan imun. Sistem ini yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari gangguan virus, bakteri, dan benda asing yang mencoba untuk membuat tubuh sakit. Sistem imun juga dapat terganggu ketika pola hidup yang dijalankan tidak baik, seperti tidak pernah olahraga dan sering mengonsumsi fast food. Ketika imun dalam kondisi yang kurang baik, maka penyakit akan mudah untuk hinggap pada tubuh. Jika tubuh sudah terkena penyakit, maka diharuskan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih baik. Tetapi, pertolongan pertama yang biasa dipakai ialah mengonsumsi obat. Lalu bagaimana jika obat yang dikonsumsi justru menimbulkan alergi, atau biasa disebut sebagai alergi obat.

Baca juga: ANA Test (Anti Nuclear Antibody), Deteksi Masalah Autoimun Tubuh 

Faktor Risiko Alergi Obat

Alergi yang terjadi setelah mengonsumsi obat tertentu adalah suatu kondisi tubuh yang berlebihan dalam merespon zat yang terkandung dalam obat. Lalu mengapa alergi ini dapat terjadi pada tubuh seseorang? Faktor risiko alergi juga sebenarnya beragam, berikut beberapa di antaranya:

  1. Menggunakan obat dengan jangka waktu yang panjang dalam dosis tinggi
  2. Memiliki alergi pada beberapa makanan
  3. Faktor keturunan dari anggota keluarga
  4. Mendapati penyakit yang sering dikaitkan dengan munculnya alergi, seperti infeksi penyakit HIV

Dari faktor risiko ini, poin satu sampai dengan tiga adalah faktor yang paling umum ditemui. Obat yang biasa menimbulkan alergi pada seseorang adalah jenis antibiotik dan paracetamol. Sebagai pemeriksaannya, dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan genetik untuk mengetahui personalisasi jenis obat yang tepat dan tidak merugikan untuk tubuh. Jadi, seseorang akan mendapatkan personalisasi obat yang paling tepat dan sesuai dengan genetik seseorang. Setelah seseorang telah mengetahui personalisasi obatnya melalui pemeriksaan genetik ini, maka dapat menghindari untuk mengonsumsi obat-obat yang sudah diklasifikasikan menimbulkan alergi untuk tubuh.

Baca juga: Farmakogenomik, Hindari Alergi Obat dengan CITOGen Pharmaco-GX

Gejala yang Ditimbulkan

  1. Gatal-gatal pada kulit
  2. Mata terasa gatal atau berair
  3. Bibir membengkak (angiodema)
  4. Muncul ruam pada bagian kulit
  5. Merasakan mual
  6. Sesak nafas

Selain gejala di atas, masih terdapat gejal-gejala lain yang berbeda pada masing-masing orang seperti pusing dan demam. Jika alergi ini tidak ditangani dengan segera dapat menimbulkan komplikasi pada tubuh, terutama pada organ ginjal. Jika Sahabat mendapati beberapa gejala ini yang timbul setelah mengonsumsi suatu obat, maka sebaiknya segera untuk berkonsultasi pada Dokter atau mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ready Dokter: Konsultasi Dokter Online