Kanker Leher Rahim Deteksi Dengan Pap Smear, Cegah Dengan Vaksin HPV

Rahim adalah organ tubuh perempuan yang utama untuk reproduksi. Dengan rahim yang normal perempuan dapat bereproduksi secara sehat dan aman. Ini adalah harapan dari setiap perempuan. Namun pada kenyataannya, pola hidup yang tak sehat seperti merokok dan berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat menyebabkan rahim rentan terserang Kanker Leher Rahim yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).
Perempuan yang menikah pada usia dini, perempuan dengan banyak anak, dan perempuan yang memakai alat kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama juga memiliki tingkat kerentanan yang sama.
Kanker Leher Rahim yang istilah kesehatannya adalah Kanker Serviks merupakan kanker yang terjadi pada Serviks Uterus, yaitu daerah pada organ reproduksi perempuan yang terletak antara rahim dan vagina. Seperti pada umumnya kanker, Kanker Leher Rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel yang tak lazim (abnormal) pada Leher Rahim. Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Dan perubahan itu biasanya memakan waktu bertahun-tahun.
Gejala-gejala Kanker Leher Rahim
Kanker Leher Rahim pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Sedangkan gejala-gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain:
· Terjadinya pendarahan setelah melakukan aktivitas seksual.
· Keluar keputihan atau cairan encer dari vagina.
· Pendarahan setelah menopause.
· Nyeri tulang panggul dan tulang belakang.
· Terjadi pembengkakan pada area kaki
Deteksi Kanker Leher Rahim
Sel-sel abnormal yang bisa berubah menjadi sel-sel kanker dapat dideteksi kehadirannya dengan Pap Smear Test. Pap Smear adalah suatu tes yang aman dan murah yang telah lama dipakai untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim.
Pemeriksaan ini sebaiknya dimulai 3 tahun setelah berhubungan seksual. Dan sebelum usia 30 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan satu tahun satu kali. Jika 3 tahun hasil pemeriksaan Pap Smear selalu normal, maka Pap Smear dapat dilakukan 2-3 tahun sekali.
Cegah Kanker Leher Rahim
Meskipun di Indonesia Kanker Leher Rahim menempati urutan pertama di antara kanker pada perempuan, namun bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah. Kanker Leher Rahim dapat dicegah dengan cara memberikan vaksinasi HPV kepada remaja putri dan perempuan dewasa. Vaksinasi ini dapat dilakukan sejak usia belasan tahun dan idealnya sebelum kontak seksual terjadi. [SM]
(Dari berbagai sumber)











