DIAGNOSA INFEKSI


Infeksi adalah suatu keadaan saat tubuh kemasukan bibit penyakit (kuman) sehingga menimbulkan gejala demam atau panas tubuh sebagai suatu reaksi tubuh menolak antigen (kuman) agar dapat melumpuhkan atau mematikan kuman tersebut

 

Nama Pemeriksaan CRP kuantitatif
Manfaat Pemeriksaan Mendeteksi Pelvic Inflammatory Disease (PID), apendidtis akut, dan sepsis (pada pasien kritis); menentukan faktor risiko penyakit vaskular, terutama penyakit jantung koroner (PJK); dan memantau kondisi post-operasi.
Metode Partikel Enhance Immunoturbidimetri
Sampel Serum
Volume Minimal 1 ml
Persiapan Pasien Tidak   diperlukan persiapan khusus
Stabilitas Sampel 2 – 8 °C : 2 bulan , -20 °C : sampai dengan 1 tahun
Penanganan Sampel/ Transportasi Ice pack ( suhu 2 – 8°C )
Kriteria Penolakan Hemolisis
Nilai Rujukan < 5 mg/L
Catatan
Nama Pemeriksaan EBV EA IgM
Manfaat Pemeriksaan Mendiagnosa infeksi EBV, terutama adanya infeksi yang baru (current atau recent infeksi EBV)
Metode
Sampel Serum
Volume Minimal 3 ml
Persiapan Pasien Tidak perlu persiapan khusus
Stabilitas Sampel
Penanganan Sampel/ Transportasi Ice pack ( suhu 2 – 8°C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan
Nama Pemeriksaan EBV VCA IgM ( Epstein- Barr Virus Viral Capsid Antigen )
Manfaat Pemeriksaan Untuk mengetahui keberadaan antibodi IgM terhadap Epstein-Barr Virus (EBV) dalam darah. Indikator adanya infeksi EBV primer yang baru terjadi.
Metode
Sampel Serum
Volume Minimal 2 ml
Persiapan Pasien Tidak perlu persiapan khusus
Stabilitas Sampel
Penanganan Sampel/ Transportasi Ice pack ( suhu 2 – 8°C )
Kriteria Penolakan
Nilai Rujukan Negatif
Catatan Antibodi ini biasanya muncul dalam waktu 2-4 bulan setelah terjadi infeksi EBV primer dan dapat bertahan selama beberapa bulan (sekitar 6-8 bulan) setelah infeksi.
Nama Pemeriksaan HSV I IgM
Manfaat Pemeriksaan Untuk mengetahui adanya antibodi IgM terhadap Herpes Simplex Virus Tipe 1. Diagnosis infeksi HSV 1 primer ( baru terjadi )
Metode Elisa
Sampel Serum
Volume Minimal 1 ml
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus
Stabilitas Sampel 2-8 °C : 14 hari
Penanganan sampel/ Transportasi Ice pack ( suhu 2 – 8°C )
Kriteria Penolakan Hemolisis
Nilai Rujukan Negatip : <= 0.90 index

Equivocal : 0.91 – 1.09 index

Positif : >=1.10 index

Catatan Rasio : < 0.8 : Negatip; 0.8 >= Rasio <1.1 : boderline, disarankan untuk periksa kembali 1 minggu kemudian; >= 1.1 : Positip.
Nama Pemeriksaan HSV II IgM
Manfaat Pemeriksaan Untuk mengetahui adanya antibodi IgM terhadap Herpes Simplex Virus Tipe 2.Diagnosis infeksi HSV2 primer (baru terjadi).
Metode Elisa
Sampel Serum
Volume Minimal 1 ml
Persiapan Pasien Tidak diperlukan persiapan khusus
Stabilitas Sampel 2-8 °C : 14 hari
Penanganan sampel/ Transportasi Ice pack ( suhu 2 – 8°C )
Kriteria Penolakan Hemolisis
Nilai Rujukan Negatip : <= 0.90 index

Equivocal : 0.91 – 1.09 index

Positif : >=1.10 index

Catatan Rasio : < 0.8 : Negatip; 0.8 >= Rasio <1.1 : boderline, disarankan untuk periksa kembali 1 minggu kemudian; >= 1.1 : Positip.